Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
208Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Kuasa Michel Foucault untuk Analisis Wacana Kritis

Konsep Kuasa Michel Foucault untuk Analisis Wacana Kritis

Ratings: (0)|Views: 8,755 |Likes:

More info:

Published by: Andalusia Neneng Permatasari on Feb 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

 
1.Michel Foucault dan Pemikirannyaa.Riwayat Hidup Michel FoucaultMICHEL FOUCAULT
lahir di Poitiers, Perancis, tahun 1926. Iaberasal dari kalangan medis. Ayahnya adalah seorang ahli bedah, juga saudara dan kakeknya. Berbeda dengan Foucault yang lebihtertarik ada studi filsafat, sejarah, dan psikologi. Meski begitu kitabisa melihat pemikiran Foucault berkaitan erat dengan bidangmedis, khususnya psikopatologi.Setelah menyelesaikan pendidikan di
Ecole Normale Superiore
pada1946, ia memperdalam lagi bidang filsafat hingga meraih lisensipada 1948. Dua tahun kemudian ia memperoleh lisensi dalambidang psikologi. Ia juga mendapat diploma dalam psikopatologi. Iasempat terjun ke dunia politik dan bergabung dengan PartaiKomunis Perancis hingga 1951.Michel Foucault adalah salah satu tokoh postrukturalis danposmodernis terkemuka. Dia dikenal sebagai seorang intelektualyang cukup produktif dalam melakukan penelitian danmenerbitkannya sebagai buku. Bukunya yang pertama berjudul
Maladie Mentale et Personalitte
(Penyakit Mental dan Kepribadian),terbit pada 1954 dan habis terjual di pasaran. Setelah itu, iamengerjakan penelitian untuk disertasi yang kemudian diberi judul
Folie et deraison. Historie de la folie a I’age classique
(Kegilaan danKetaksadaran. Sejarah Kegilaan dalam Periode Klasik) yangditerbitkan menjadi buku
Historie de la Folie
(Sejarah Kegilaan).Karier akademisnya diawali ketika ia menjadi staf pengajar padaUniversitas Uppsala (Swedia) untuk bidang sastra dan kebudayaanPerancis. Kemudian ia menjadi dosen di berbagai universitas diPerancis, hingga akhirnya mendirikan Universitas Paris Vincennes,sebuah universitas eksperimental.Karya-karya Foucault memengaruhi pemikiran dan pengajaran di1
 
berbagai bidang, seperti kedokteran, sastra, psikologi, kriminologi,studi gender, teori poskolonial, dan kajian multikultural.Pemikirannya cenderung kontroversial tetapi memberi kontribusiterhadap teori sosial dan kebudayaan dengan menggeser fokus dariteori-teori besar, analisis kelas dan basis ekonomi kepada hal-halkecil yang terpinggirkan oleh paradigma positivisme. Oleh karenaitu, Foucault disebut seorang “pemikir marginal”.Foucault juga memberikan perhatian yang besar padapermasalahan kebudayaan. Ia sempat menjadi direktur PusatKebudayaan Perancis di Warsawa (Polandia) dan Hamburg (Jerman).Karya-karya Foucault yang lain adalah
The Birth of The Clinic, Archeology of Human Sciences, Diciplines and Punish
, serta trilogy
The History of Sexuality 
.Ada beberapa inti dari pemikiran Foucault yaitu wacana,diskontinuitas, kuasa dan pengetahuan serta episteme. Foucaultmeninggal dunia tahun 1984, dalam usia 57 tahun karena penyakitAIDS.
b.Wacana
Istilah wacana (
discours, discourse
) dipopulerkan oleh Foucault danmerupakan konsep penting dalam pemikirannya (Akhyar Yusuf,2009: 6). Wacana dalam perspektif Foucault bukanlah sebagairangkaian kata atau proposisi dalam teks, melainkan sesuatu yangmemproduksi sesuatu yang lain. Oleh karena itu, dalam analisiswacana hendaknya mempertimbangkan peristiwa bahasa denganmelihat bahasa dari dua segi yaitu segi arti dan referensi. Hal inibertentangan dengan strukturalisme yang hanya melihat bahasasebagai sistem dan tidak mempertimbangakn pengalamanberbicara sebagai peristiwa bahasa.Dalam sebuah wacana terdapat pernyataan (proposisi) yangbertujuan untuk menyatakan sesuatu (arti/ makna), akan tetapi jugamengatakan sesuatu tentang sesuatu (referensi). Referensi inilah2
 
yang memperluas dimensi makna bahasa dan memengaruhi sistemsosial budaya sampai pikiran manusia. Oleh sebab itulah, makawacana harus dilihat dalam satu kesatuan yang utuh. Foucaultmengatakan bahwa sementara wacana dikonstruksi oleh bentukdiskursif atau
episteme
(Akhyar Yusuf, 2009: 15).
c.Diskontinuitas
Foucault menolak teori mengenai sejarah yang berjalan linier dankontinyu
“continous history” 
, karena itu dia mengajukan konspediskontinuitas sejarah. Hal ini dipengaruhi oleh analisis geneologidari Friedrich Nietzche. Konsep Foucault ini mengeliminasi analisissejarah tradisional yang cenderung mempertanyakan strata danperistiwa mana yang harus diisolasi dari yang lain, jenis hubunganyang harus dikontruksi serta kriteria periodisasi. Cara analisissejarah tradisional ini seperti halnya
madzhab methodique
yangterkenal dengan ciri khasnya yaitu “sejarah orang-orang besar”.Sedangkan analisis Foucault lebih tertarik pada kejadian biasa atauperistiwa kecil yang diabaikan oleh ahli sejarah, sebagaimanadilakukan oleh para peneliti sejarah aliran
LES ANNALES
. Akhirnya,dapat dirasakan dalam sejarah ilmu pengetahuan, sejarah filsafat,dan sejarah kesusastraan tidak lagi berbicara tentang kesatuanseperti periode atau abad, akan tetapi berbicara tentang fragmen-fragmen tertentu (diskontinuitas).
d.Pengetahuan dan Kekuasaan
Pengetahuan dan kekuasaan adalah konsep Foucault yang menarik,karena Foucault mendefinisikan kuasa agak berbeda dengan paraahli yang lain. Kuasa oleh Foucault tidak diartikan “kepemilikan”.Kuasa, menurut Foucault tidak dimiliki tetapi dipraktikkan dalamsuatu ruang lingkup tertentu di mana ada banyak posisi yang secara3

Activity (208)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nurdin Laugu liked this
Puguh Budiono liked this
nazri71 liked this
arifsip liked this
Kim Wahyu Nikko liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->