Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
140Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Perkembangan Jalan Raya di Indonesia (dan Jalan Raya Pos)

Sejarah Perkembangan Jalan Raya di Indonesia (dan Jalan Raya Pos)

Ratings: (0)|Views: 6,297 |Likes:
Published by try_soe
Mengenai perkembangan jenis-jenis perkerasan jalan raya di Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh teknologi kolonial (pra-kemerdekaan) dan teknologi Eropa-Amerika.
Mengenai perkembangan jenis-jenis perkerasan jalan raya di Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh teknologi kolonial (pra-kemerdekaan) dan teknologi Eropa-Amerika.

More info:

Published by: try_soe on Feb 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2013

pdf

text

original

 
 
TUGAS MATA AJARAN TEKNIK JALAN RAYA
SEJARAH PERKEMBANGAN JALAN RAYADI INDONESIA
olehAdisty Lirasha A. P. 0706265983Bunga Fadhliyah 0706266134Monika Kristyana Putri 0706266443Tri Sutrisno 0706266714
DEPARTEMEN TEKNIK SIPILFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS INDONESIA2010
 
Sejarah Perkembangan Jalan Raya di Indonesia
1
Adisty Lirasha A. P. 0706265983Bunga Fadhliyah 0706266134Monika Kristyana Putri 0706266443Tri Sutrisno 0706266714
Sejarah Perkembangan Pembangunan Jalan Raya di Indonesia
 Perkembangan Jalan dalam Peradaban Manusia
Jalan raya yang pada hakikatnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan manusia, mulaidibangun seiring dengan keberadaan manusia sendiri. Jalan pada awalnya hanya berupa jejak manusia yang berkeliling ke daerah sekitar untuk mencari kebutuhan hidup. Jejak iniberfungsi sebagai penuntun arah bagi manusia. Seiring dengan bertambahnya jumlahmanusia, manusia melakukan aktivitas untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya secaraberkelompok. Perpindahan secara berkelompok ini kemudian menghasilkan jejak dengan jumlah yang lebih banyak. Selain itu, jalan yang juga berfungsi sebagai petunjuk arahmembuat jejak-jejak kaki lebih sering dilalui oleh orang, sehingga jejak-jejak kaki inikemudian berubah menjadi jalan setapak, yang belum rata. Seiring dengan berkembangnyasarana transportasi sederhana, seperti kuda, mulai dibuat jalan yang lebih rata.Sementara bangsa Romawi mulai membangun jalan dengan pengaturan lapisan yanglebih baik dan perencanaan yang lebih matang, pembangunan jalan di Indonesia berkembangsedikit demi sedikit walaupun belum dibangun dengan perkerasan dan perencanaan yang baik seperti bangsa Romawi.Pada ranah internasional, pada tahun 1595, ditemukan danau aspal Trinidad oleh
Sir Walter Religh.
Bahan temuan ini mengawali sejarah teknologi perkerasan yang digunakanuntuk lapisan permukaan jalan. Pada tahun 1764,
Pierre Marie Jereme Tresaquet 
dariPerancis memperkenalkan konstruksi jalan dengan pendekatan ilmiah. Konstruksi jalan yangdirencanakan meliputi lapisan bawah berupa batuan besar yang dilapisi oleh kerikil sebagailapisan atas. Lapisan bawah ini didasarkan pada teori bangsa Romawi, yaitu lapisan bawahtersebut digunakan untuk mentransfer berat jalan itu sendiri dan berat beban yang melaluinyake permukaan tanah. Selain itu, lapisan bawah ini dapat melindungi tanah dari deformasikarena berat yang dibebankan padanya dibuat merata.
 
Sejarah Perkembangan Jalan Raya di Indonesia
2
 Jalan Raya Pos (De Groote Postweg)
Pembangunan
 — 
tepatnya pelebaran
1
 — 
Jalan Raya Pos
(De Groote Postweg)
olehperintah Gubernur-Jenderal
(Maarschalk en Gouverneur Generaal)
Herman WillemDaendels merupakan salah satu karya yang paling fenomenal di Indonesia. Jalan raya yangpanjangnya lebih kurang mencapai 1.000-km ini melintasi berbagai kota penting di pulauJawa, terutama pusat-pusat pemerintahan maupun kerajaan di masa itu, yaitu dari Anyer diBanten hingga Panarukan di Jawa Timur. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa jalan inimenjadi jalan raya nasional pertama di Indonesia. Melalui sistem kerja paksa, seluruh rute jalan raya tersebut dapat diselesaikan dalam tempo 1 (satu) tahun saja, yaitu pada tahun1809.
1
Pembangunan dilaksanakan dengan membagi seluruh ruas jalan ke dalam berpuluh-puluh segmen, yaitu dengan cara menugaskan setiap kepala pemerintahan setempat untuk bertanggung jawab atas keterbangunnya Jalan Raya Pos itu di wilayah mereka. Pengerahanbesar-besaran jumlah tenaga kerja dilakukan karena terdapat ancaman dari Daendels untuk membunuh para pekerja maupun mandor termasuk kepala pemerintahan setempat bila targetpembangunan tidak tercapai.Tujuan pembangunan jalan ini lebih ditekankan pada fungsi strategi militer pemerintahHindia-Belanda yaitu mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris Raya. Denganadanya jalur transportasi ini, pemerintah Hindia-Belanda berharap:1)
 
mobilisasi bantuan militer saat musuh menyerang menjadi lebih cepat;2)
 
dapat mengontrol pergerakan orang-orang pribumi dengan adanya patroli-patroli militer;3)
 
mempersingkat waktu tempuh komoditas perkebunan hasil sistem tanam paksa
(cuultur-stelsel)
dari tempat produksi hingga pelabuhan ekspor, sehingga barang ekspor tidak rusak dan tidak jatuh harganya di pasaran; dan4)
 
perkembangan informasi yang terjadi begitu cepat dapat diketahui dengan segera melalui jasa pengiriman kabar/surat.
Sumber: Wikimedia (Koleksi Museum Tropen)
2
 
Gambar-1. Suasana Jalan Raya Pos diKampung Cibabat, Jawa Timur.
 
1
Toer, P. A. (2005). Dari Lentera Dipantara. Dalam P. A. Toer,
 Jalan Raya Pos, Jalan
2

Activity (140)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Archy Stylee liked this
Fe Ry added this note
thanks
Reza Firmansyah liked this
Aufaa Rozaan liked this
Kaka Zahfa liked this
Alvan Valentino liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->