Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tugas ginekologi n obstetri

tugas ginekologi n obstetri

Ratings: (0)|Views: 2,371|Likes:
Published by hendrasukmana
TUGAS M.K GINEKOLOGI DAN OBSTETRI DASAR
PENYAKIT KELAHIRAN








OLEH :
NAMA : LALU HENDRA SUKMANA
NIM : B0D 007 029
PRODI : D3 KESEHATAN HEWAN






FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS MATARAM
MATARAM
2009
TORSIO UTERI
Torsio uteri adalah perputaran uterus pada porosnya
Causa
• Rongga abdomen yang luas
• Ujung ovarial cornua uterus bunting tidak stabil karna tidak di dukung oleh kornua yang satunya yang tidak ikut membesar
• Kekurangan cairan foetal
• Musibah karena jatuh atau terguling tiba – tiba
• Kekurangan tonus uterus
Gejala klinis
• Kolik
• Nafas meningkat
• Pulsus meningkat
Pada torsio yang berlanjut disertai komplikasi gangrena uteri, emfisema foetal,ruptura uteri:
• Lemah
• Depresi
• Suhu badan rendah
• Ujung – ujung kaki dingin
• Diarrhea berbau
Diagnosa
Pemeriksaan vaginal atau rectal
• Fetus sering sulit di raba
• Arteria uterina media tertarik dan tegang
• Pada torsio ke kanan
Ligamentum lata kanan tertarik kebawah corpus uteri atau vagina atau ligamentum lata kiri tertarik keatas cervix, corpus uteri dan vagina
• Pada torsio ke kiri
Lokasi dan arah ligamentum lata terbalik, dengan ligamenntum lata kanan bertumpu diatas saluran kelamin
Pertolongan
• Sectio caesaria
• Penggulingan hewan
Badan sapi diguling dalam arah yang sama dengan arah torsio lebih cepat daripada uterus yang statis
• Pemutaran fetus dan uterus melalui saluran kelahiran
• Insisi leparatomi



PROLAPSUS UTERI
Prolapsus uteri adalah mukosa uterus keluar dari badan melalui vagina secara total ada pula yang sebagian.
Causa
• pertautan mesometrial yang panjang,
• uterus yang lemah, atonik dan mengendur,
• retensi plasenta pada apek uterus bunting dan
• Relaksasi daerah pelvis yang berlebihan
Gejala klinis
• Hewan biasanya berbaring tetapi dapat pula berdiri dengan uterus menggantung ke belakang.
• Selaput fetus dan atau selaput mukosa uterus terbuka dan biasanya terkontaminasi dengan feses, jerami, kotoran atau gumpalan darah.
• Uterus biasanya membesar dan udematus terutamabila kondisi ini telah berlangsung 4-6 jam atau lebih
Diagnosa
• Jika prolapsus hanya sebagian saja maka besarnya penonjolan mukosa uterus mungkin hanya sebesar tinju, mungkin sebesar kepala atau dapat pula lebih besar lagi.
• Bila prolapsus ini total maka sampai servik pun ikut tertarik keluar oleh beratnya uterus yang telah keluar dan memberikan pandangan yang sangat mengejutkan seolah-olah ada sekarung beras 20-30 kg, tergantung di belakang sapi, berwarna merah tua dan kotor karena sekundinae yang masih melekat pada karunkula
Pertolongan
• Penanganan prolapsus dipermudah dengan handuk atau sehelai kain basah.
• Uterus dipertahankan sejajar vulva sampai datang bantuan.
• Uterus dicuci bersih dengan air yang dibubuhi antiseptika sedikit
• Uterus direposisi.
• Sesudah uterus kembali secara sempurna ketempatnya, injeksi oksitosin 30-50 ml intramuskuler.
• Kedalam uterus dimasukkan larutan tardomisol (TM) atau terramisin.
• Dilakukan jahitan pada vulva dengan jahitan Flessa atau Buhner.
• Jahitan vulva dibuka dalam waktu 24 jam.
• Dalam waktu tersebut servik sudah menutup rapat dan tidak memungkinkan terjadinya prolapsus.
• Penyuntikan antibiotik secara intramuskuler diperlukan untuk membantu pencegahan infeksi uterus.



TOXOPLASMOSIS
Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoon ( bersel satu ) yang disebut toxoplasma gondii yaitu suatu parasit intraselluler yang banyak terinfeksi pada manusia dan hewan peliharaan.
Etiologi
Siklus hidup dari Toxoplasma gondii pertama kali dikemukakan pada tahun 1970 dan sebagai inang definitif ( penjamu ) adalah kelompok familia Felidae termasuk kucing – kucing yang sudah terdomestikasi. Hewan berdarah panas, manusia, dan unggas sebagai inang perantara. Kucing yang terdomestikasi merupakan golongan yang sangat penting untuk penularan terjadinya toksoplasmosis pada hewan lain ataupun manusia. Parasit ini ditularkan dengan tiga cara yaitu dengan cara kongenital yaitu melalui plasenta, mengkonsumsi daging ya
TUGAS M.K GINEKOLOGI DAN OBSTETRI DASAR
PENYAKIT KELAHIRAN








OLEH :
NAMA : LALU HENDRA SUKMANA
NIM : B0D 007 029
PRODI : D3 KESEHATAN HEWAN






FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS MATARAM
MATARAM
2009
TORSIO UTERI
Torsio uteri adalah perputaran uterus pada porosnya
Causa
• Rongga abdomen yang luas
• Ujung ovarial cornua uterus bunting tidak stabil karna tidak di dukung oleh kornua yang satunya yang tidak ikut membesar
• Kekurangan cairan foetal
• Musibah karena jatuh atau terguling tiba – tiba
• Kekurangan tonus uterus
Gejala klinis
• Kolik
• Nafas meningkat
• Pulsus meningkat
Pada torsio yang berlanjut disertai komplikasi gangrena uteri, emfisema foetal,ruptura uteri:
• Lemah
• Depresi
• Suhu badan rendah
• Ujung – ujung kaki dingin
• Diarrhea berbau
Diagnosa
Pemeriksaan vaginal atau rectal
• Fetus sering sulit di raba
• Arteria uterina media tertarik dan tegang
• Pada torsio ke kanan
Ligamentum lata kanan tertarik kebawah corpus uteri atau vagina atau ligamentum lata kiri tertarik keatas cervix, corpus uteri dan vagina
• Pada torsio ke kiri
Lokasi dan arah ligamentum lata terbalik, dengan ligamenntum lata kanan bertumpu diatas saluran kelamin
Pertolongan
• Sectio caesaria
• Penggulingan hewan
Badan sapi diguling dalam arah yang sama dengan arah torsio lebih cepat daripada uterus yang statis
• Pemutaran fetus dan uterus melalui saluran kelahiran
• Insisi leparatomi



PROLAPSUS UTERI
Prolapsus uteri adalah mukosa uterus keluar dari badan melalui vagina secara total ada pula yang sebagian.
Causa
• pertautan mesometrial yang panjang,
• uterus yang lemah, atonik dan mengendur,
• retensi plasenta pada apek uterus bunting dan
• Relaksasi daerah pelvis yang berlebihan
Gejala klinis
• Hewan biasanya berbaring tetapi dapat pula berdiri dengan uterus menggantung ke belakang.
• Selaput fetus dan atau selaput mukosa uterus terbuka dan biasanya terkontaminasi dengan feses, jerami, kotoran atau gumpalan darah.
• Uterus biasanya membesar dan udematus terutamabila kondisi ini telah berlangsung 4-6 jam atau lebih
Diagnosa
• Jika prolapsus hanya sebagian saja maka besarnya penonjolan mukosa uterus mungkin hanya sebesar tinju, mungkin sebesar kepala atau dapat pula lebih besar lagi.
• Bila prolapsus ini total maka sampai servik pun ikut tertarik keluar oleh beratnya uterus yang telah keluar dan memberikan pandangan yang sangat mengejutkan seolah-olah ada sekarung beras 20-30 kg, tergantung di belakang sapi, berwarna merah tua dan kotor karena sekundinae yang masih melekat pada karunkula
Pertolongan
• Penanganan prolapsus dipermudah dengan handuk atau sehelai kain basah.
• Uterus dipertahankan sejajar vulva sampai datang bantuan.
• Uterus dicuci bersih dengan air yang dibubuhi antiseptika sedikit
• Uterus direposisi.
• Sesudah uterus kembali secara sempurna ketempatnya, injeksi oksitosin 30-50 ml intramuskuler.
• Kedalam uterus dimasukkan larutan tardomisol (TM) atau terramisin.
• Dilakukan jahitan pada vulva dengan jahitan Flessa atau Buhner.
• Jahitan vulva dibuka dalam waktu 24 jam.
• Dalam waktu tersebut servik sudah menutup rapat dan tidak memungkinkan terjadinya prolapsus.
• Penyuntikan antibiotik secara intramuskuler diperlukan untuk membantu pencegahan infeksi uterus.



TOXOPLASMOSIS
Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoon ( bersel satu ) yang disebut toxoplasma gondii yaitu suatu parasit intraselluler yang banyak terinfeksi pada manusia dan hewan peliharaan.
Etiologi
Siklus hidup dari Toxoplasma gondii pertama kali dikemukakan pada tahun 1970 dan sebagai inang definitif ( penjamu ) adalah kelompok familia Felidae termasuk kucing – kucing yang sudah terdomestikasi. Hewan berdarah panas, manusia, dan unggas sebagai inang perantara. Kucing yang terdomestikasi merupakan golongan yang sangat penting untuk penularan terjadinya toksoplasmosis pada hewan lain ataupun manusia. Parasit ini ditularkan dengan tiga cara yaitu dengan cara kongenital yaitu melalui plasenta, mengkonsumsi daging ya

More info:

Published by: hendrasukmana on Feb 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2013

pdf

text

original

 
TUGAS M.K GINEKOLOGI DAN OBSTETRI DASARPENYAKIT KELAHIRANOLEH :NAMA : LALU HENDRA SUKMANANIM : B0D 007 029PRODI: D3 KESEHATAN HEWANFAKULTAS PETERNAKANUNIVERSITAS MATARAMMATARAM2009TORSIO UTERITorsio uteri adalah perputaran uterus pada porosnyaCausaRongga abdomen yang luasUjung ovarial cornua uterus bunting tidak stabil karna tidak di dukung oleh kornua yang satunya yang tidak ikut membesarKekurangan cairan foetalMusibah karena jatuh atau terguling tiba tibaKekurangan tonus uterusGejala klinisKolikNafas meningkatPulsus meningkatPada torsio yang berlanjut disertai komplikasi gangrena uteri, emfisema foetal,ruptura uteri:LemahDepresiSuhu badan rendahUjung ujung kaki dinginDiarrhea berbauDiagnosaPemeriksaan vaginal atau rectalFetus sering sulit di rabaArteria uterina media tertarik dan tegangPada torsio ke kananLigamentum lata kanan tertarik kebawah corpus uteri atau vagina atau ligamentumlata kiri tertarik keatas cervix, corpus uteri dan vaginaPada torsio ke kiriLokasi dan arah ligamentum lata terbalik, dengan ligamenntum lata kanan bertumpudiatas saluran kelaminPertolonganSectio caesariaPenggulingan hewanBadan sapi diguling dalam arah yang sama dengan arah torsio lebih cepat daripadauterus yang statisPemutaran fetus dan uterus melalui saluran kelahiran
 
Insisi leparatomi
PROLAPSUS UTERIProlapsus uteri adalah mukosa uterus keluar dari badan melalui vagina secara total ada pula yang sebagian.Causapertautan mesometrial yang panjang,uterus yang lemah, atonik dan mengendur,retensi plasenta pada apek uterus bunting danRelaksasi daerah pelvis yang berlebihanGejala klinisHewan biasanya berbaring tetapi dapat pula berdiri dengan uterus menggantung ke belakang.Selaput fetus dan atau selaput mukosa uterus terbuka dan biasanya terkontaminasi dengan feses, jerami, kotoran atau gumpalan darah.Uterus biasanya membesar dan udematus terutamabila kondisi ini telah berlangsung 4-6 jam atau lebihDiagnosaJika prolapsus hanya sebagian saja maka besarnya penonjolan mukosa uterus mungkin hanya sebesar tinju, mungkin sebesar kepala atau dapat pula lebih besar lagi.Bila prolapsus ini total maka sampai servik pun ikut tertarik keluar oleh beratnya uterus yang telah keluar dan memberikan pandangan yang sangat mengejutkan seolah-olah ada sekarung beras 20-30 kg, tergantung di belakang sapi, berwarna merah tua dan kotor karena sekundinae yang masih melekat pada karunkulaPertolonganPenanganan prolapsus dipermudah dengan handuk atau sehelai kain basah.Uterus dipertahankan sejajar vulva sampai datang bantuan.Uterus dicuci bersih dengan air yang dibubuhi antiseptika sedikitUterus direposisi.Sesudah uterus kembali secara sempurna ketempatnya, injeksi oksitosin 30-50 ml intramuskuler.Kedalam uterus dimasukkan larutan tardomisol (TM) atau terramisin.Dilakukan jahitan pada vulva dengan jahitan Flessa atau Buhner.Jahitan vulva dibuka dalam waktu 24 jam.Dalam waktu tersebut servik sudah menutup rapat dan tidak memungkinkan terjadinya prolapsus.Penyuntikan antibiotik secara intramuskuler diperlukan untuk membantu pencegahan infeksi uterus.
TOXOPLASMOSISToxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoon ( bersel satu ) yang disebut toxoplasma gondii yaitu suatu parasit intraselluler yang banyak terinfeksi pada manusia dan hewan peliharaan.EtiologiSiklus hidup dari Toxoplasma gondii pertama kali dikemukakan pada tahun 1970 dansebagai inang definitif ( penjamu ) adalah kelompok familia Felidae termasuk kucing – kucing yang sudah terdomestikasi. Hewan berdarah panas, manusia, dan unggas sebagai inang perantara. Kucing yang terdomestikasi merupakan golongan yang sangat penting untuk penularan terjadinya toksoplasmosis pada hewan lain ataupunmanusia. Parasit ini ditularkan dengan tiga cara yaitu dengan cara kongenital yaitu melalui plasenta, mengkonsumsi daging yang terkontaminasi oleh kista dan melalui kotoran asal kucing yang mengandung ookista. Dalam silkus hidupnya pada phylum Amplicomplexa mengenal 3 stadium yaitu stadium takizoit, stadium takizoid, dan stadium bradizoid.Patogenesis
 
Toxoplasma gondii merupakan suatu parasit intraseluler dan reproduksi terjadi didalam sel. Kebanyakan kasus toxoplasmosis pada manusia didapat karena mengkonsumsi jaringan yang mengandung kista yang ada pada daging yang proses pemasakannyakurang sempurna atau daging mentah. Selain itu, kontak langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi. (3) Gambaran klinis akan tampak segera setelah beberapa waktu jaringan mengalami kerusakan khususnya organ mata, jantug, dan kelenjar adrenal. Parasit ini juga dipengaruhi oleh keadaan temperatur dan kelembaban.Dengan adanya kelembaban dan temperatur yang sesuai ookista akan mampu bertahanbeberapa bulan sampai lebih dari satu tahun. Lalat, cacing, kecoak, dan seranggalain mungkin dianggap sebagai agen mekanis dalam penyebaran parasit ini. Tingkat mortalitas dan morbiditas dari parasit ini cukup tinggi pada pasien yang mempunyai tingkat kekebalan tubuh rendah dan pada anak-anak yang tertular melalui ibunya.DiagnosisDiagnosa terhadap penyakit toxoplasmosis dapat dilakukan dengan cara serologi maupun pemeriksaan hispatologi. Pemeriksaan langsung dapat dilakukan dengan cara melihat adanya dark spot pada retina, melakukan pemeriksaan darah untuk melihat apakah parasit sudah menyebar melalui darah dengan melihat perubahan yang terjadipada gambaran darahnya, Pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan biopsi dan darisample biopsi tersebut bisa dilakukan pengujian dengan menggunakan PCR, isolasipada hewan percobaan ataupun pembuatan preparat hispatology. Metode diagnosa lain yang sering digunakan adalah dengan menggunakan Indirect haemaglutination ( IHA ), Immunoflourrescence ( IFTA ), ataupun dengan Enzym Immunoassay (Elisa). Dapat juga dengan pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan antibodi spesifik toxoplasma dengan IgM, IgG, dan IgG affinityPertolonganPyrimethamine dengan trisulfapyrimidine.Dosis pyrimethamine ialah 25-50 mg per hari selama sebulan dan trisulfapyrimidine dengan dosis 2.000-6.000 mg sehari sebulan. Karena efek samping obat tadi ialah leukopenia dan trombositopenia, maka dianjurkan untuk menambahkan asam folat dan yeast selama pengobatan. Spiramycin.Dosis spiramycin yang dianjurkan ialah 2-4 gram sehari yang di bagi dalam 2 atau4 kali pemberian. Dianjurkan pengobatan wanita hamil trimester pertama dengan spiramycin 2-3 gram sehari selama seminggu atau 3 minggu kemudian disusul 2 minggu tanpa obat. Demikian berselang seling sampai sembuh.BOVINE VIRAL DIARRHEA AND MUCOSAL DISEASEBVD-MD dikenal sebagai penyebab diare sejak tahun 1940. Penyakit ini disebabkanoleh simple virus yang menyebabkan diareVirus ini merupakan RNA virus kecil beramplop yang diklasifikasikan sebagai Pestiviruses bersama dengan Border Disease Virus, yang juga menginfeksi biri-biri, serta Classical Swine Fever Ada dua spesies berbeda dari virus BVD/MD yang telah ditemukan; BVD-1 dan BVD-2. irus iGejala Klinis:Gejala klinis yang berhubungan dengan infeksi virus BVD bervariasi secara luas tergantung pada masing-masing individu dan strain virus yang menginfeksi, ketikaseekor hewan yang tidak bunting terinfeksi, penyakit yang muncul tidaklah parahdan muncul hanya dalam waktu yang singkat. Secara khas hewan yang terinfeksi mengalami kenaikan temperatur, diare dan penurunan produksi susu. Gejala ini pada umumnya hanya muncul beberapa hari dan seringkali tidak begitu tinggi sehingga tidak teramati. Yang lebih penting barangkali adalah periode immunosupresi yang mengikuti infeksi virus BVD. Ini memudahkan infeksi oleh pathogen lain yang menyebabkan insiden kejadian penyakit yang lebih tinggi, misalnya diare pada anak sapiatau radang paru paru (pneumonia) ataupun mastitis pada sapi perah.Jika hewan yang terinfeksi adalah sapi bunting, selain efek infeksi pada induknya, efek infeksi terhadap fetus haruslah dipertimbangkan. Namun lagi-lagi, ini bervariasi tergantung pada strain virus yang menginfeksi dan, terutama, terhadap umur dari fetus. Pada hampir semua stadium kebuntingan, dan terutama selama trimester I dan II, infeksi pada fetus dapat kematian fetus. Ini mungkin dimanifestasikan sebagai kegagalan konsepsi, kematian embrio dini dengan estrus kembali yangtertunda, mumifikasi fetus ataupun abortus. Jika infeksi BVD tidak mengakibatkan kematian fetus, mungkin saja akan bertanggung jawab dalam menyebabkan berbagaiabnormalitas fetus yang biasanya mempengaruhi CNS, terutama otak besar (cerebel

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
aininarsyilini liked this
Diyantoro Nyo liked this
feri fadli liked this
Ezter Morjaan liked this
M1ft_84 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->