Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Korupsi Di Era Reformasi - FINAL

Korupsi Di Era Reformasi - FINAL

Ratings: (0)|Views: 3,479|Likes:
Korupsi Di Era Reformasi
Korupsi Di Era Reformasi

More info:

Published by: Agaphilaksmo Parayudha on Feb 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

 
KORUPSI DI ERA REFORMASI
Pendahuluan
Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan di masyarakat, terutama dalammedia massa baik lokal maupun nasional. Korupsi sangatmerugikan negara dan dapat merusak sendi-sendikebersamaan bangsa. Pada hakekatnya, korupsimerupakan “benalu sosialyang merusak strukturpemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan pada umumnya. Korupsi adalah hasildari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang memakai uang sebagaistandard kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak.Korupsi di Indonesia sudah berlangsung lama, sejak zaman kerajaan,penjajahan, orde baru, bahkan masih terjadi sampai sekarang di era reformasi.Dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi dan politik serta semakinmajunya usaha-usaha pembangunan dengan pembukaan-pembukaan sumberalam yang baru, maka semakin kuat dorongan individu terutama di kalanganpegawai negeri untuk melakukan praktek korupsi dan usaha-usaha penggelapan.Korupsi telah merambat hampir seluruh lapisan masyarakat, baik di sektorpublik maupun swasta dan sering pula terjadi di kedua sektor tersebut secarabersamaan. Korupsi juga telah berkembang dan mengakar di lembaga-lembagapemerintahan, lembaga perwakilan rakyat (DPR dan DPRD), ironisnya lagi hal ini juga terjadi di lembaga peradilan sendiri. Seharusnya kepolisian, kejaksaan danlembaga peradilan menjadi ujung tombak bagi upaya pemberantasan korupsi justru menurut pandangan banyak kalangan merupakan institusi-institusi publikyang korup dan banyak melakukan penyalahgunaan wewenang. Dalam artian,bahwa korupsi telah merajalela terutama di kalangan birokrasi pada institusipublik atau lembaga pemerintah, baik departemen maupun non departemen.
1
 
Sumber : Transparency International Indonesia tahun 2008
Korupsi dimulai dengan semakin mendesaknya usaha-usaha pembangunanyang diinginkan, sedangkan proses birokrasi relatif lambat, sehingga setiaporang atau badan menginginkan jalan pintas yang cepat dengan memberikanimbalan - imbalan dengan cara memberikan uang pelicin (uang sogok). Praktekini dapat berlangsung terus menerus sepanjang tidak adanya kontrol ataupengawasan dari pemerintah dan masyarakat. Agar tercapai tujuanpembangunan nasional, maka mau tidak mau korupsi harus diberantas. Adabeberapa cara penanggulangan korupsi, dimulai yang sifatnya preventif maupunyang represif.
2
 
Sumber : Transparency International Indonesia tahun 2009
Faktor Penyebab Korupsi
1.Faktor politik dan kekuasaanKorupsi paling banyak dilakukan oleh para pemegang kekuasaan(Eksekutif maupun Legislatif) yang menyalahgunakan kekuasaan dankewenangan yang dimilikinya untuk mendapatkan keuntungan pribadimaupun untuk kepentingan kelompok dan golongannya. Modus yangdilakukan pun sangat beragam, mulai dari perjalanan dinas yang fiktif,penggelembungan dana APBD maupun cara-cara lainnya yang bertujuanuntuk menguntungkan diri sendiri, kelompok maupun golongan, denganmenggunakan dan menyalahgunakan uang negara.
2.
Faktor ekonomiKorupsi terjadi karena tidak seimbangnya penghasilan dengankebutuhan hidup yang harus terpenuhi.
3.
Faktor NepotismeKarena masih kentalnya semangat nepotisme, baik di sektor publikmaupun swasta, terutama di daerah-daerah dalam penempatan posisiyang strategis tidak jarang kemudian menimbulkan penyalahgunaankewenangan, khususnya yang berhubungan dengan keuangan negara.
4.
Faktor pengawasanLemahnya fungsi kontrol atau pengawasan yang dilakukan olehbeberapa lembaga, seperti BPKP serta Bawasda terhadap penggunaankeuangan negara oleh pejabat-pejabat publik (eksekutif dan legislatif)merupakan faktor penting yang menumbuhkembangkan budayakorupsi. Fungsi kontrol yang seharusnya dilaksanakan oleh lembagalegislatif pada kenyataannya acap kali tidak efektif, hal ini disebabkankarena lembaga legislatif itu sendiri yang sering kali terlibat dalampenyimpangan serta penyalahgunaan keuangan negara yang dilakukanoleh legislatif.
Berbagai Kasus Korupsi di Era Reformasi
1.Mantan Gubernur Kalimantan Selatan H.M. Sjachriel DarhamDitetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaanuang taktis.2.Mulyana W. Kusumah Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Mulyana W. Kusumah,terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan kotak suara Pemilihan Umum2004, satu tahun enam bulan penjara. Selain itu menjalani Mulyana jugadikenakan pidana penjara selama dua tahun tujuh bulan karenatersangkut kasus penyuapan terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuanganpada tahun 2005.3.Bupati Kendal Hendy Boedoro
3

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sunan Kathong liked this
Buletin Hkdki liked this
Ilham Adi Utomo liked this
rerec_bb liked this
asep wahyudi liked this
Kaka Ya Kaka liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->