Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Reorientasi an Pendidikan Di Era Global

Reorientasi an Pendidikan Di Era Global

Ratings: (0)|Views: 1,545|Likes:
Published by mpepndut

More info:

Published by: mpepndut on Feb 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/23/2011

pdf

text

original

 
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YME, yang telah memberikan rahmat dankarunia-Nya sehingga makalah ini berhasil diselesaikan. Judul yang dipilih adalah
REORIENTASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBAL
”.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kamimengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk lebih menyempurnakanmakalah ini. Akhir kata kami ucapkan semoga makalah ini bermanfaat.Jakarta, Januari 2010Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………..………….1DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….........2
1
 
I.
PENDAHULUAN ……………………………………………………….…………..……......3II. REORIENTASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBAL
………………..
7III. KESIMPULAN DAN SARAN………………….…………………………………….……13DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………….………………..………14
BAB IPENDAHULUAN
Era globalisasi yang melanda dunia termasuk Indonesia berlangsung sangat cepat yangmenimbulkan dampak global pula yang sekaligus menuntut kemampuan manusia unggul yangmampu mensiasati dan mengantisiapasi kemungkinan-kemungkinan yang sedang dan akan terjadi.Globalisasi akan semakin membuka diri bangsa dalam menghadapi bangsa-bangsa lain. Batas- batas politik, ekonomi, sosial budaya antara bangsa semakin kabur. Persaingan antar bangsa akansemakin ketat dan tak dapat dihindari, terutma dibidang ekonomi dan IPTEK. Hanya negara yangunggul dalam bidang ekonomi dan penguasaan IPTEK yang dapat mengambil manfaat atau2
 
keuntungan yang banyak. Globalisasi di bidang ekonomi ditandai dengan adanya persetujuanGATT pada putaran Uruguay di Marrakesh yang telah diratifikasi WTO yang dilanjutkan dengankesepakatan APEC di Bogor tahun 1994 dan di Osaka tahun 1995 yang mengupayakanterbentuknya kawasan perdagangan bebas di Asia-Pasifik pada tahun 2020, dan terbentuknyakawasan perdagasan bebas (AFTA) ASEAN yang telah dilaksanakan sejak tahun 2003.Globalisasi tidak hanya terjadi di bidang ekonomi, namun juga terjadi hampir di seluruh bidangkehidupan manusia, bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hankam, budaya. Bahkan perkembanganglobal yang paling cepat adalah bidang teknologi informasi. Penguasaan teknologi informasimerupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh masyarakat yang akan memenangkan persaingan di kompetisi global. Kondisi tersebut menuntut sumber daya manusia yang memilikikeunggulan komperatif dan keunggulan kompetetif. Manusia global adalah manusia yang berimandan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa (bermoral), mampu bersaing, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki jati diri. Salah satu wahana yang sangat strategis dalammeningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul adalah melalui pendidikanKemajuan teknologi, ketersediaan modal, barang, sumber daya manusia (SDM) akanmengalir deras dari berbagai belahan dunia yang tidak mungkin dapat dihindari oleh negaramanapun. Terkait dengan kondisi tersebut, tuntutan akan reformasi pendidikan (“revolusi pendidikan”) sangat diperlukan, mengingat model pendekatan pendidikan kita selama ini dinilaicenderung bersifat indokrinatif, dogmatis, gaya bank, dan opresif birokratis
,
orientasi pendidikantidak sesuai dengan jiwa dan semangat reformasi pendidikan yang mendambakan keunggulanindividu, masyarakat dan bangsa di tengah-tengah era otonomi daerah, era demokratisasi, erateknologi informasi dan kehidupan global
.
Akibatnya kualitas SDM yang dihasilkan dari lembaga pendidikan kita relative sangat rendah dan tertinggal dengan negara-negara tetanggaSementara kualitas pendidikan yang diandalkan sebagai wahana dalam menciptakan kualitassumber daya manusia masih memprihatinkan. Harian KOMPAS tanggal 5 September 2001memberitakan bahwa Abdul Malik Fajar paa saat itu selaku Mendikbud juga mengakui kebenaran penilaian bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih terburuk di kawasan Asia.
 Political and  Economic Risk Consultancy (PERC)
melakukan survei yang hasilnya dari 12 negara yangdisurvei menyebutkan bahwa Indonesia menduduki urutan 12, sedangkan Korea Selatan dinilaimemiliki sistem pendidikan terbaik, disusul Singapura, Jepang, Taiwan, India, Cina dan Malaysia.Sedangkan berdasarkan hasil survei dari
 
human development indeks
tahun 2002, kualitas SDMkita berada di peringkat ke 110 dari 173 negara yang disurvai. Secara kuantitatif masih banyak anak-anak kita yang tidak mendapat layanan pendidikan secara memadai.Sebagai gambaran tentang kondisi tersebut adalah:3

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mey Rahmawati liked this
Farhan Hidayat liked this
rubiz91 liked this
kacih liked this
denokmanis liked this
bhasrhi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->