Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
65Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ETIKA PROFESI HUKUM

ETIKA PROFESI HUKUM

Ratings: (0)|Views: 3,927 |Likes:
Published by chepimanca

More info:

Published by: chepimanca on Feb 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

 
ETIKA PROFESI HUKUM
ETIKA
Etika berasal dari kata-kata “ethos”. Ethos dapat diartikan sebagai kesusilaan perasaan bathin atau kecenderungan hari seseorang untuk berbuat kebaikan. Dengan katalain etika adalah suatu pengetahuan tentang kebaikan yang tertinggi (supreme good) dansuatu usaha untuk menemukan norma-norma yang harus diikuti karena norma-norma itumengandung suatu kebaikan.Etika juga mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam mengambil suatukeputusan “moral” dengan mengarahkan mengarahkan atau menghubungkan penggunaanakal budi individual dengan objektivitas untuk menemukan “kebenaran” atau “kesalahan”dan tingkah individu terhadap individu lain.Etika lebih memusatkan perhatiannya pada individu daripada masyarakat, etikalebih memandang motif alami suatu perbuatan, merupakan suatu hal yang terpenting.Dengan perkataan bahwa etika mengatur suatu kehidupan manusia secara batiniah taumenuntun motivasi-motivasi manusia kearah yang “baik atau buruk”.Etika juga sebagai suatu filsafat moral, yaitu yang bukan melihat fakta-fakta tetapiterfocus pada nilai-nilai dan ide-ide tentang kebaikan di keburukan dan bukan terhadaptindakan manusia.Tuntutan dari etika tidak hanya pada suatu kebenaran sebagaimana adanya tetapi juga menuntut suatu kebenaran “sebagaimana seharusnya” dengan berdasarkan manfaatatau kebaikan dari seluruh tingkah laku manusia.Perkataan etika di Indonesia sering diarikan sebagai “susila” atau “kesusilaan”yaitu perbuatan yang baik atau perbuatan yang beradap sebagai ahlak manusia.Berdasarkan kaedah Islam, etika adalah bahagian dari ahlak manusia karenaahlak bukanlah sekedar menyangku prilaku yang bersifat lahiriah saja tetapi mencakuphal-hal yang lebih komplek yaitu bidang akidah, ibadah dan syariah.Karena itu ahlak Islami adlah menyangkut etika, moral dan estetika. Karenanya :a.Ethos : menyangkut hubungan seseorang dengan khaliknya.
 
 b.Etis : mengatur sikap seseorang terhadap dirinya dan hubungannya yang terhadaporang lain dalam kehidupan sehari-hari.c.Moral : adalah mengatur hubungan seseorang dengan orang lain, tetapi tidak menyangkut kehormatan tiap pribadi.d.Estetika : rasa keindahan yang mendorong seseorang untuk meningkatkankeadilan dirinya, serta lingkungannya agar lebih indah menuju kesempurnaan(Abdulah Solim, 1985:12)Aklak adalah merupakan suatu ilmu yhang mengajarkan tentang sesuatu ide perbuatan baik yang harsu di pedomani dan di kerjakan dan menghindari perbuatan jahatdalam hubungannya dengan Allah SWT, manusia, alam dan kehidupan sehari-hari.Dalam bertingkah laku, manusia dalam kehidupan bersama, harus mempehatikanide atau cita etika dalam dari manusia tersebut yang didasari oleh suatu kebajikan yangtinggi “yang bersumber dari dalam diri manusia itu sendiri, yaitu dengan memperhatikankepentingan orang lain dalam hubungan yang sebagai makluk sosial (zoon politicon).Sebagai makluk sosial manusia itu tidak dapat hidup tanpa bantuan dari manusialainnya. Manusia itu tidak akan pernah bias memenuhi segala kebutuhan hidupnya tanpa bantuan manusia yang lain. Oleh karena itu manusia selalu mempadukan kontak denganmanusia yang lain.Agar tidak bias terjadi kekacauan dalam kehidupan bermasyrakat, maka segalatindakan atau hubungan antara manusia yang satu dengan yang lainnya, harus dilandasidengan etikda dan secara konkrit harus diatur oleh norma-norma hukum tertentu.Dalam kehidupan masyarakat banyak aspek-aspek terpenting dari masyarakat,sebahagian besar bergantung pada berfungsinya profesi-profesi yhang baik. Kegiatan pengembangan dan penerapan ilmu dilaksanakan dalam suatu konteks professional.Profesi-profesi dalam system sosial, okopasi (pekerjaan) menempati kedudukan yangsangat strategis.Terhadap profesi-profesi yang terdapat dalam masyarakat dapat terjadikemerosotan-kemerosotan dalam kegiatan dari para pengemban profesi itu, sebagaiakibat dari dilanggarnya etika dank kode etik profesi oleh sebahagian para pengemban profesi itu.
 
Pelaksanaan suatu profesi harus dikaitkan dengan etika dank ode etik profesi yang bersangkutan. Oleh karena itu perlu bagi kita tentang kejelasan arti dan kata profesitersebut.
PENGERTIAN.
Kata profesi dan professional dalam perkataan sehari-hari diartikan sebagai suatu bentuk “pekerjaan tetap” yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh nafkah baik secara legal maupun tidak. Jadi kata profesi diartikan sebagai suatu pekerjaan (okupasi)untuk memperoleh uang.Profesi adalam arti yang lebih teknis diartikan sebagai suatu kegiatan tertentu.Untuk memperoleh nafkah yang dilaksanakan berdasarkan suatu keahlian, yang berkaitan dengan cara berkarya dan hasil karya yang bermutu tinggi. Keahlian dalam profesi dapat diperoleh, lewat pengalaman, melalui proses belajar di lembaga pendidikantertentu, latihan-latihan secara intensif atau perpaduan dari ketiganya.Dari pengertian ini dapat diartikan okupasi atau pekerjaan yang dilakukan olehseseorang melalui proses tersebut dapat dikatakan sebagai orang yang professional,sedangkan orang yang melakukan pekerjaan (okopasi) tanpa didasari oleh pengalamandan proses pendidikan serta latihan-latihan secara intensif. Hanya dapat dikatakansebagai amatir atau sebagai suatu pekerjaan yang dilakukan secara sambilan.Menurut Parsons, professional itu harus memenuhi kriteria-kriteria :1.Profesi mensyarakatkan suatu pekerjaan itu harus didasarkan pada suatu pendidikanteknis yang formal yhang dilengkapi dengan cara pengujian yangterinstitusionalisasikan pendidikannya, dan kompetensi orang-orang dari hasildididikannya. Pengujian para calon pengemban profesi sangat mengutamakanevaluasi rationalitas kognitif yhang diterapkan pada bidang khusus tertentu. Olehkarenanya sangat menekankan pada unsur intelektual.2.adanya suatu penguasaan tradisi cultural dalam mengamalkan suatu keahliantertentu. Dalam lingkungan suatu progesi berlaku suatu system nilai yang berfunsisebagai suatu standart normative yang menjadi kerangka orentasi dalammengemban suatu profesi yang bersangkutan.

Activity (65)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
rasmarley liked this
Anto Dzaki liked this
nura_soraya liked this
Yuseb Aris liked this
Daffa_Pratama_8553 added this note
oke
Vinelia Teoberto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->