Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB II (skripsi ekonomi )

BAB II (skripsi ekonomi )

Ratings: (0)|Views: 2,697|Likes:
Published by chepimanca

More info:

Published by: chepimanca on Feb 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/08/2013

pdf

text

original

 
BAB IIKAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS2.1Kajian Pustaka2.1.1 Pengertian Respon
Menurut Sarlito (1987), setiap tingkah laku pada hakekatnya merupakantanggapan/balasan (respon) terhadap stimulus. Pendapat selaras diungkap olehMar’at (1984) yang menyatakan bahwa respon merupakan reaksi akibat penerimaan stimulus, dimana stimulus adalah berita, pengetahuan, informasi,sebelum diproses atau diterima oleh indranya. Individu manusia berperan sebagaiunsur pengendali antara stimulus dan respon, sehingga yang menentukan bentuk respon individu terhadap stimulus adalah stimulus dan faktor Individu itu sendiri(Miftah Toha, 1988).Menurut Berlo1960 (dalam Reza Yogaswara), Merumuskan responsebagai sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang sebagai hasil atau akibatmenerima stimulus. Stimulus tersebut merupakan sesuatu yang dapat diterimaoleh seseorang melalui salah satu penginderanya. Respon digolongkan menjadidua jenis yaitu respon yang tidak nampak (
covert response
) dan respon yangnampak (
covert response
). Respon yang tidak nampak diwujudkan oleh seseorangkedalam aspek kognisi (pengetahuan) dan afeksi (sikap). Respon yang nampak diwujudkan kedalam aspek psikomotorik (tingkah laku). Antara respon yangnampak dan respon yang tidak nampak terdapat suatu keterkaitan, namunhubungan tersebut ada yang selaras dan ada yang tidak selaras.Selaras artinya9
 
sistem kognitif dan komponen efektif mempunyai sifat yang sama di semuaseginya maka timbullah keadaan yang selaras dengan psikomotorik dan tidak adadorongan untuk berubah, sedangkan tidak selaras artinya sistem kognitif dankomponen efektif itu mempunyai segi-segi yang tidak bisa berjalan bersama-sama, maka terjadilah ketidakselarasan dan timbulah tekanan yang mendoronguntuk mengubah sistem kognitif sedemikian rupa sehingga tercapainya keadaanselaras (Sarlito,1987).
2.1.2 Pengertian Respon Konsumen
Setiap konsumen melakukan pembelian terhadap produk-produk tertentudengan harapan tertentu mengenai apa yang akan dilakukan oleh produk atau jasa bersangkutan ketika digunakan dan kepuasan merupakan hasil yang diharapkan.Respon atau tanggapan dari konsumen setelah mengkonsumsi produk barang atau jasa, banyak dipengaruhi oleh karakteristik dari tiap konsumen yang bersangkutan. konsumen yang memiliki karakteristik berpendapatan tinggi, usiamuda, dan berpendidikan tinggi akan mempunyai respon yang berbeda dengankonsumen yang karakteristiknya berpendapatan rendah, usia tua, dan berpendidikan rendah, walaupun menilai suatu benda yang sama.Setiap perusahaan menginginkan produk yang dihasilkan dapat diterimaoleh konsumen. Bahkan jika ada pesaing, produknya ingin lebih unggul dari pada produk yang diterima oleh konsumennya. Perusahaan perlu mengetahui responkonsumen terhadap produk yang dia pasarkan. Banyak perusahaan yangmelakukan riset pemasaran berkala untuk melihat kondisi pasar dan kinerjanyatermasuk melihat respon yang diberikan oleh konsumen, apakah konsumen telah10
 
 puas dengan segala strategi pemasaran yang perusahaan tawarkan atau masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.Konsumen yang tidak puas akan suatu produk akan memberikanresponnya dalam tiga kategori:1.Respon suara, misalnya minta ganti rugi dari penjual2.Respon pribadi, misalnya komunikasi lisan yang negatif kepada orang lainmengenai kekurangan produk tersebut.3.Respon pihak ke tiga, misalnya mengambil tindakan hukum.Kepuasan dan tindakan konsumen harus mendapat tanggapan dari produsen untuk tetap menjalankan kelangsungan hidup perusahaan. Loyalitas dariseorang konsumen yang puas akan hasil dari suatu produk berupa barang atau jasamerupakan salah satu aset terbesar yang mungkin didapat oleh perusahaan, olehkarena itu, puas tidaknya konsumen terhadap suatu produk harus terus dipantaudan diukur oleh perusahaan. Cara-cara berikut ini banyak digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan:1.Sistem Keluhan dan SaranOrganisasi yang berwawasan pelanggan akan membuat mudah pelanggannya memberikan saran atau keluhan.2.Survey kepuasan pelangganPerusahaan tidak dapat beranggapan bahwa sistem keluhan dan sarandapat menggambarkan secara lengkap kepuasan dan kekecewaan pelanggan.Perusahaan yang responsif mengukur kepuasan pelanggan dengan mengadakansurvey berkala. Perusahaan mengirimkan daftar pertanyaan atau menelpon suatu11

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fha Ittuw Ulfha liked this
Ahmad Hanafi liked this
herryapt liked this
enius liked this
Roy Wirawan Tbk liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->