Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
A-PDF Word to PDF Demo: Purchase From

A-PDF Word to PDF Demo: Purchase From

Ratings: (0)|Views: 133 |Likes:
Published by naksintink

More info:

Published by: naksintink on Feb 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2014

pdf

text

original

 
Renungan 28 Oktober Renungan 28 Oktober Renungan 28 Oktober Renungan 28 Oktober 
28 Oktober 1928 dan 28 Oktober 1945 
Tanggal 28 Oktober setiap tahun, bangsa Indonesia memeringati hari yangbersejarah, yang merupakan salah satu tonggak menuju pembentukan negaraRepublik Indonesia. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda yang tergabung dalamberbagai organisasi pemuda dari berbagai daerah di India Belanda, di akhir KongresPemuda ke II, mengeluarkan satu keputusan, yang kini dikenal sebagai SumpahPemuda. Namun masih diperlukan beberapa tahun, untuk membentuk suatu wadahorganisasi pemuda yang bersifat nasional.Wadah baru tersebut bernama Indonesia Muda yang diresmikan dalam KongresIndonesia Muda I yang diselenggarakan di Surakarta (Solo) pada 29 Desember 1930 – 2 Januari 1931. Ada satu peristiwa heroik yang juga terjadi pada tanggal 28, yang hingga kini kurangatau belum memperoleh perhatian dari bangsa Indonesia, yaitu pertempuran dahsyatyang terjadi pada 28 Oktober 1945 di Surabaya, di mana para pemuda dari hampirseluruh daerah di Indonesia bertempur melawan tentara Inggris, untukmempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, yang baru diproklamasikan pada17 Agustus 1945. Serangkaian perlawanan dahsyat rakyat Indonesia di berbagaidaerah, telah merubah jalannya sejarah.Pertempuran-pertempuran melawan tentara Sekutu/Inggris yang lebih dikenalsebagai Pertempuran Surabaya, Pertempuran “Medan Area”, Palagan Ambarawa danBandung Lautan Api, merupakan perjuangan rakyat Indonesia mempertahankankemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Tentara Sekutu -3British Indian Divisions- di bawah Admiral Lord Louis Mountbatten, SupremeCommander South East Asia Command, telah menyalahgunakan tugasnya danberusaha membantu Belanda memperoleh kembali jajahannya. Tiga Divisi Inggristersebut dibantu oleh dua Divisi tentara Australia di bawah Letnan Jenderal LesleyMorsehead.Tepat 17 tahun setelah Sumpah Pemuda 1928, yaitu pada 28 Oktober 1945 diSurabaya, semangat Sumpah Pemuda tersebut terwujud dalam peristiwa heroik yangpatut dibanggakan, karena rakyat Indonesia di Surabaya berhasil mengalahkantentara Inggris, yang adalah salah satu pemenang Perang Dunia II. Pada waktu ituIndonesia belum memiliki Tentara Nasional, yang ada hanyalah Badan KeamananRakyat/Tentara Keamanan Rakyat (BKR/TKR) dan berbagai laskar serta pasukanpemuda/pelajar.Berikut ini disampaikan sekilas mengenai kedua peristiwa bersejarah tersebut, agardalam renungan 28 Oktober, dapat digali kembali semangat yang tertanam dalam diripara pemuda Indonesia pada waktu itu, guna membangun bangsa yang kini sedangterancam bahaya disintegrasi.
28 Oktober 1928 
Para pemuda dari hampir semua suku bangsa di wilayah India-Belanda mendirikanberbagai organisasi yang masih berlatar belakang wilayah atau etnis, seperti JongSumateranen Bond, Jong Java, Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Ambon, JongIslamieten Bond, Pemoeda Kaoem Betawi, Jong Celebes, Jong Indonesia (PemudaIndonesia) dan Sekar Rukun. Dari tanggal 30 April – 2 Mei 1926 di Jakartadiselenggarakan Kongres Pemuda I, namun pada Kongres tersebut, belum berhasilmempersatukan seluruh organisasi pemuda Indonesia.
 
2
Setelah Kongres Pemuda I, pada bulan September 1926, beberapa mahasiswa jurusanhukum dan kedokteran mendirikan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).PPPI kemudian mengadakan pendekatan ke sejumlah organisasi pemuda danmengusulkan diselenggarakannya Kongres Pemuda II. Pada bulan Juli 1928, disetujuipembentukan Panitia Kongres Pemuda II dengan susunan sebagai berikut :Ketua : Sugondo Joyopuspito (PPPI)Wakil Ketua : Joko Marsaid (Jong Java)Sekretaris : Muhammad Yamin (Jong Sumateranen Bond)Bendahara : Amir Syarifuddin Harahap (Jong Batak)Pembantu I : Johan M. Cai (Jong Islamieten Bond)Pembantu II : Katjasungkana (Pemuda Indonesia)Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)Pembantu IV : Josef Leimena (Jong Ambon)Pembantu V : Rohyani (Pemoeda Kaoem Betawi)Mereka memperoleh dukungan dan nasihat dari sejumlah tokoh yang lebih tua antaralain Mr. Sartono, Mr. Muhammad Nazief, Mr. Arnold I.Z. Mononutu dan Mr. Sunario.Pada 27 dan 28 Oktober 1928 -juga di Jakarta- diselenggarakan Kongres Pemuda II,dihadiri sekitar 750 pemuda dari berbagai organisasi. Jong Java dipimpin oleh JokoMarsaid, Jong Islamieten Bond dipimpin oleh Johan M. Cai, Jong Sumateranen Bonddipimpin oleh Muhammad Yamin, Jong Batak dipimpin oleh Amir SyarifuddinHarahap, Pemuda Indonesia dipimpin oleh Katjasungkana (ayahanda dariNursyahbani Katjasungkana, anggota DPR RI 2004-2009 dari Fraksi PKB), Jong Celebesdipimpin oleh Senduk, Jong Ambon dipimpin oleh Josef Leimena, dan PemoedaKaoem Betawi dipimpin oleh Rohyani.Sejumlah tokoh yang lebih tua yang ikut hadir antara lain Mr. Sartono, mewakili PNICabang Jakarta, Kartakusuma mewakili PNI Cabang Bandung, Abdulrachmanmewakili Budi Utomo Cabang Jakarta, Mr. Sunario mewakili PAPI (Persaudaraan Antara Pandu Indonesia) dan INPO, Arnold Mononutu mewakili Persatuan Minahasa,Sigit mewakili Indonesische Club, Muhidin mewakili Pasundan dan Sekarmaji MarijanKartosuwiryo mewakili Pengurus Besar PSI (Partai Sarikat Islam).Selain itu hadir juga kaum nasionalis Indonesia seperti S. Mangunsarkoro, NonaPurnomowulan, Mr. Mohammad Nazief, Siti Sundari, E. Puradireja, KuncoroPurbopranoto, Sukmono, Suryadi, Jaksodipuro (Wongsonegoro), Muhammad Rum,Dien Pantouw, Suwiryo, Sumanang, Dali, Syahbudin Latif, Sulaiman Kartomenggolo,Sumarto, Masdani, Anwari, Nona Tumbel, Tamzil, A.K. Gani, Jo Tumbuan,Pangemanan, Halim, Antapermana, Suwarni dan Kasman Singodimejo. Anggota Volksraad yang hadir adalah Suryono dan Sukowati. Selain Polisi-polisiBelanda juga selalu dalam setiap sidang dengan senjata lengkap, Pemerintah Belandamengutus Dr. Pyper dan Dr. Charles Olke van der Plas untuk hadir dalam Kongrestersebut.Rapat pertama diselenggarakan di gedung Katholieke Jongelingen Bond,Waterlooplein. Sebelum dibuka, dibacakan amanat tertulis Ir. Sukarno, Ketua PNI,amanat Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda, dan juga amanat Tan Malaka.Dalam acara sambutan, terjadi dua kali insiden. Yang pertama terjadi ketika seorangpembicara mempergunakan kata “kemerdekaan” yang mengakibatkan polisi Belandamenegur ketua sidang dan mengancam akan mengeluarkan semua pemuda di bawahusia 18 tahun, karena menganggap pertemuan ini adalah rapat politik.
 
3
Insiden kedua timbul, karena seorang pembicara menganjurkan agar Indonesiamenjadi suatu negeri seperti Inggris, Jepang dll. Perbandingan ini juga membuatpolisi Belanda melakukan peneguran kepada ketua sidang dan meminta agar semuapemuda di bawah 18 tahun dikeluarkan dari ruang sidang. Namun permintaantersebut ditolak oleh ketua sidangRapat kedua tanggal 28 Oktober, di gedung Oost Java Bioscoop di Konigsplein Noord,dan rapat ketiga, juga tanggal 28 Oktober 1928, dilangsungkan di gedungIndonesische Clubhuis, Kramat Raya 106.Rapat ketiga diawali dengan kekecewaan para anggota kepanduan Indonesia, yangdilarang polisi Belanda untuk ikut hadir. Selama sidang-sidang tersebut, parapembicara menyampaikan pendapat serta gagasannya mengenai bangsa dan negaraIndonesia. Setelah itu, dilakukan istirahat untuk merangkum dan merumuskan seluruhpendapat dan gagasan yang disampaikan selama kongres.Di waktu istirahat, W.R. Supratman, seorang wartawan yang gemar musik memintaizin kepada ketua sidang, Sugondo, untuk dapat memperdengarkan lagu gubahannyayang dinamakan “Indonesia Raya.” Karena dalam syair terdapat banyak kata“Indonesia”, Sugondo kuatir akan timbul lagi insiden dengan polisi Belanda. Olehkarena itu ia hanya mengizinkan Supratman untuk memperdengarkan lagu IndonesiaRaya dengan biolanya. Demikianlah lagu Indonesia Raya untuk pertama kalidiperdengarkan dalam suatu acara resmi, yaitu dalam Kongres Pemuda II pada 28Oktober 1928.Setelah istirahat, rapat ketiga dibuka kembali dan Sugondo sebagai ketua sidangmembacakan usul resolusi sbb (Dikutip sesuai aslinya dengan ejaan lama) :POETOESAN CONGRESPEMOEDA-PEMOEDI INDONESIA Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan, dengannamanja Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, SekarRoekoen, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi danPerhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia;Memboeka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahoen 1928 di negeri Djakarta;Sesoedahnja menimbang segala isi-isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini; Kerapatanlaloe mengambil kepoetoesan :Pertama : KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAHDARAH JANG SATU, TANAH INDONESIA.Kedoea : KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA  JANG SATOE, BANGSA INDONESIA Ketiga : KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOEN DJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan azas ini wajibdipakai oleh segala perkoempoelan kebangsaan Indonesia.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
forgethiro added this note
teman-teman baca juga kisah mengenai pertempuran tiga hari yg nyaris membuat musnah tentar sekutu di link berikut: http://forget-hiro.blogspot.com/2010/... Tentang tewasnya jenderal Mallaby itu ternyata yang membunuh orang madura, silahkan kunjugi link berikut: http://forget-hiro.blogspot.com/2010/...

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->