Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
72Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tren perkembangan Farmasi Indonesia

Tren perkembangan Farmasi Indonesia

Ratings: (0)|Views: 2,435 |Likes:
Pengantar Farmasi Forensik
Pengantar Farmasi Forensik

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Dr. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Sc. on Feb 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

 
TREN PERKEMBANGAN DUNIA FARMASI:TEMPAT PENGABDIAN PROFESI FARMASIolehI Made Agus Gelgel Wirasuta2.1. Sejarah penggunaan obat
Praktek praktek pengobatan dicatat dimulai di daratan Mesopotamia sekitar 2600sebelum masehi. Naskah pengobatan ditulis diatas cetakan tanah liat, dalam catatantercantum simtom penyakit, resep dari campuran obat yang digunakan, dan juga doa-doa yang digunakan dalam penyembuhan. Di daratan Mesir, praktek pengobatan telahdimulai sejak sekitar 2900 tahun sebelum masehi (SM). Dalam mitologi mesir kunodikenal dewa matahari (Iris/Ra/Holy Eye) dipercara sebagai dewa pengobatan. Dalampraktek pengembuhan dewa matahari disimbulkan dengan
R/.
Simbul ini saat inidigunakan oleh dokter sebagai simbul resep dalam menuliskan resep obat yangditujukan kepada apoteker.Ilmu pengobatan Cina, menurut legenda berasal dari akar kata
Shen Nung 
(sekitar 2000 SM), seorang kaisar cina, yang mencari dan meneliti sekitar ribuan tanaman yangberpotensial sebagai obat. Kaisar telah mencoba sendiri kasiat obat danpengalamannya tertuang dalam buku
Pen T-Sao
, yang memuat sekitar 365 tanamansebagai obat. Shen Nung telah mencoba setiap bagian dari tanaman, seperti akar, kulitbatang, daun, bunga untuk mengobatan, dan beberapa tanaman obat masih digunakansampai sekarang, seperti tanaman gingseng, huang ma (efedra).Naskah pengobatan dikenal dengan
”Papyrus Ebers” 
(1500 SM.) didalamnya tercatatsekitar 800 resep dan tertulis dalam 700 jenis obat. Praktek pengobatan di jaman inidilakukan oleh dua atau lebih kelompok, yaitu sekelompok yang mengiapkan obat-obatan dan pimpinan produsen obat atau ketua farmasis. Penyiapan obat dilakukandilingkungan rumah tangga, resep dibacakan oleh ketua ahli obat. Pimpinan jugabertingak sebagai penentu senyawa aktif yang digunakan dalam campuran resep.Theophrastus (sekitar 300 SM) seorang pilosop Yunani dan seorang ilmu alam, diadikenal sebagai bapak botani. Theophratus mengamati karakterisasi individu tanamanobat dan menulisnya dalam suatu buku. Pada awalnya pengobatan lebih didasarkanpada pengalaman dan dan selanjutnya Paracelsus (1541-1493 SM) berpendapat
 
bahwa untuk membuat sediaan obat perlu pengetahuan kandungan zat aktifnya dan diamembuat obat dari bahan yang sudah diketahui zat aktifnya. Hippocrates (459-370 SM)yang dikenal dengan “bapak kedokteran” dalam praktek pengobatannya telahmenggunakan lebih dari 200 jenis tumbuhan.Claudius Galen (200-129 SM) menghubungkan penyembuhan penyakit dengan teorikerja obat yang merupakan bidang ilmu farmakologi. Selanjutnya Ibnu Sina (980-1037)telah menulis beberapa buku tentang metode pengumpulan dan penyimpanantumbuhan obat serta cara pembuatan sediaan obat seperti pil, supositoria, sirup danmenggabungkan pengetahuan pengobatan dari berbagai negara yaitu Yunani, India,Persia, dan Arab untuk menghasilkan pengobatan yang lebih baik.Dimualai di Arab, kekembaran profesi kesehatan, Farmasi dan Kedokteran, olehsaudara kembar Damian dan Cosmas mulai dipisahkan, Damian” seorang apoteker sedangkan “Cosmas” sebagai seorang dokter. Dalam menjalankan profesinya sikembar menkombinasikan kesejukan batin relegi dan ilmu pengobatan untuk mengobatioaring sakit. Profesi si kembar dihentikan oleh kekaisaran Martyrdoom sekitar tahun303, karena penyebaran agama kristen. Belakangan dia dikenal sebagai orang suci dariFarmasi dan Dokter. Pemisahan profesi farmasi dengan dokter sejaluntya terusberimbas sampai ke daratan Eropa. Dicatat sampai tahun 1240 di Sisily sebelah selatanItalia profesi Farmasi dan Kedokteran terpisah, namun dibeberapa daratanpemisahannya tidak terlalu ketat. Pada Abad ke 17 Raja Frederick II (raja dari Jerman)menegaskan pemisahan kedua profesi kesehatan ini, dia membuat undang-undangpraktek kefarmasian dan kedokteran.Johann Jakob Wepfer (1620-1695) berhasil melakukan verifikasi efek farmakologi dantoksikologi obat pada hewan percobaan, ia mengatakan :”
I pondered at length, finally I resolved to clarify the matter by experiment 
”. Ia adalah orang pertama yang melakukanpenelitian farmakologi dan toksikologi pada hewan percobaan. Percobaan pada hewanmerupakan uji praklinik yang sampai sekarang merupakan persyaratan sebelum obatdiuji–coba secara klinik pada manusia.Experimen pengembangan uji coba efek obat pada hewan dan manusia dilakukan diUniversitas,(Institut Farmakologi). Institut Farmaskologi pertama didirikan pada th 1847oleh Rudolf Buchheim (1820-1879) di Universitas Dorpat (Estonia). Selanjutnya OswaldSchiedeberg (1838-1921) bersama dengan pakar disiplin ilmu lain menghasilkankonsep fundamental dalam kerja obat meliputi reseptor obat, hubungan struktur dengan
 
aktivitas dan toksisitas selektif. Konsep tersebut juga diperkuat oleh T. Frazer (1852-1921) di Scotlandia, J. Langley (1852-1925) di Inggris dan P. Ehrlich (1854-1915) diJerman.
2.2. Apotek, Apoteker, dan Pekerjaan Kefarmasian
Bidang farmasi berada dalam lingkup dunia kesehatan yang berkaitan erat denganproduk dan pelayanan produk untuk kesehatan. Dalam sejarahnya, pendidikan tinggifarmasi di Indonesia dibentuk untuk menghasilkan apoteker. Menurut PeraturanPemerintah RI No. 41 tahun 1990 tetang masa bakti dan ijin kerja apoteker menyatakan,yang dimaksudkan dengan apoteker adalah sarjana, farmasi yang telah lulus sebagaiapoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker. Seorang apoteker gunadapat menjalankan pekerjaan kefarmasian memerlukan surat ijin kerja dari pemerintah.Apoteker yang baru lulus oleh pemerintah diberikan Surat Penugasan, yang diberikankewenangan kepada apoteker yang besangkutan untuk menjalankan pekerjaankefarmasian dan memberi tanggungjawab dalam upaya pengendalian dan pengawasanperbekalan farmasi. Profesi apoteker adalah keahlian yang menjadi tugas, wewenangdan tanggung jawab apoteker sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sumpahapoteker (PP no 41 tahun 1990, Pasal 21).Pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan, pengolahan, peracikan, pengubahan bentuk,pencampuran, penyimpanan dan penyerahan obat atau bahan obat (UU no 7 tahun1963 tentang Farmasi). Perluasan aspek tentang pekerjaan kefarmasian dimuat dalamUU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, yaitu pembuatan termasuk pengendalianmutu sediaan farmasi, pengamanan, penyimpanan dan distribusi obat, pengelolaanobat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembanganobat, bahan obat dan obat tradisional.Dalam ketentuan umum UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, menjelaskan bahwasediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional, dan kosmetika. Sedangkandalam pasal 40 bagian pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan, memasukkanalat kesehatan sebagai bagian dari sediaan farmasi. Obat tradisional adalah bahan atauramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaansarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telahdigunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Alat kesehatan adalahinstrumen, aparatus, mesin, implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untukmencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang

Activity (72)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Made Wirjanta liked this
Dede 'Mi Pasha liked this
Arhand liked this
Choirun Nisa liked this
Andi Nurazmi liked this
Ieda Dieszmuth liked this
Harnias Nias added this note
mudah-mudahan bisa di terapkan dengan baik..
Trisimayu Fitri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->