Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU Pornografi

UU Pornografi

Ratings: (0)|Views: 806|Likes:
Published by naksintink

More info:

Published by: naksintink on Feb 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/24/2011

pdf

text

original

 
RANCANGANUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR TAHUNTENTANG
 
PORNOGRAFI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang :a. bahwa negara Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkanPancasila dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, akhlak mulia,dan kepribadian luhur bangsa, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YangMaha Esa, menghormati kebhinekaan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara, serta melindungi harkat dan martabat setiapwarga negara;b. bahwa pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi semakinberkembang luas di tengah masyarakat yang mengancam kehidupan dantatanan sosial masyarakat Indonesia;c. bahwa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pornografi yang ada saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan hukum sertaperkembangan masyarakat;d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,huruf b, dan huruf c perlu membentuk Undang-Undang tentang Pornografi;Mengingat : Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28B ayat (2), Pasal 28J ayat(2), dan Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945;Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG PORNOGRAFI.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1. Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalambentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambarbergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk
 
pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/ataupertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksualdan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.2. Jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakanoleh orang perseorangan atau korporasi melalui pertunjukan langsung,televisi kabel, televisi teresterial, radio, telepon, internet, dan komunikasielektronik lainnya serta surat kabar, majalah, dan barang cetakan lainnya.3. Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi, baik yangberbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.4. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.5. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh PresidenRepublik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negaraRepublik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945.6. Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, danperangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.Pasal 2Pengaturan pornografi berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa,penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebhinnekaan,kepastian hukum, nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warganegara.Pasal 3Pengaturan pornografi bertujuan:a. mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yangberetika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai KetuhananYang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;b. memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlakmasyarakat;c. memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negaradari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan; dand. mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks dimasyarakat.BAB IILARANGAN DAN PEMBATASANPasal 4(1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak,menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor,menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakanpornografi yang memuat:e. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
 
f. kekerasan seksual;g. masturbasi atau onani;h. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; ataui. alat kelamin.(2) Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:a. menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yangmengesankan ketelanjangan;b. menyajikan secara eksplisit alat kelamin;c. mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; ataud. menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsunglayanan seksual.Pasal 5Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografisebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).Pasal 6Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan,memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalamPasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan.Pasal 7Setiap orang dilarang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimanadimaksud dalam Pasal 4.Pasal 8Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadiobjek atau model yang mengandung muatan pornografi.Pasal 9Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yangmengandung muatan pornografi.Pasal 10Setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalampertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan,eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografilainnya.Pasal 11Setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagaiobjek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8, Pasal9, atau Pasal 10.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->