Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
82Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 1 Strukturalisme-genetik

Bab 1 Strukturalisme-genetik

Ratings: (0)|Views: 13,870|Likes:
Published by thinorangeline

More info:

Published by: thinorangeline on Feb 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

 
BAB 1STRUKTURALISME-GENETIK 
Dalam kajian ini mempergunakan data primerkarya sastra. Data sekunder yang dipergunakanadalah pustaka-pustaka yang ada relevansinyadengan kajian terhadap karya, yakni: karya fiksidan nonfiksi, berbagai tulisan mengenai karya, danusalan mengenai karya serta buku-buku referensiyang dapat mendukung kajian terhadap karya.Selanjutnya, kajian ini mempergunakan metodeyang dikembangkan oleh Lucien Goldmann untukpenerapan S-G, yaitu metode dialektik. MenurutGoldmann (1977:8), metode dialektik termasukmetode yang khas, sehingga berbeda denganmetode positivistik. Metode positivisticmenitikberatkan pada usaha pencarian hubunganantara sastra dengan faktor iklim, geografis,filsafat, dan politik. Sastra diperlukan sebagai faktayang statusnya sama dalam penelitian ilmiah(Damono, 1984:18). Metode ini tidak mengadakanpenelitian terhadap karya yang digunakan sebagaidata. Karya dianggap sebagai dokumen yangmencatat unsur sosiokultural. Setiap unsur di
1
 
dalamnya dianggap mewakili secara langsungunsur sosiokultural (Junus, 1986:1).Metode dialektik hanya mempergunakankarya yang bernilai sastra, karya yang kuat karenakeseluruhan karya itu membentuk jaringan yangkohesif dari segala unsurnya. Yang berhubungandengan unsur sosiokultural adalah keseluruhanunsur sebagai satu kesatuan (Junus, 1986:2).Namun, harus diakui bahwa dari segi titik awal dantitik akhir metode dialektik sama dengan metodepositivistik, karena keduanya sama-sama berawaldan berakhir pada teks sastra. Adapunperbedaannya selain yang telah disebutkan di atas,metode positivistik tidak mempertimbangkankoherensi struktural, sedangkan metode dialektikmemperhitungkan koherensi struktural itu(Goldman via Faruk, 1994:19).Bentuk operasional (cara kerja) metodedialektik yaitu secara bolak-balik antara teksdengan struktur sosial yang diteliti. Hal ini terjadikarena proses pencapaian pengetahuan denganmetode dialektik menjadi semacam gerak yangmelingkar terus-menerus tanpa bisa diketahui titik
2
 
yang menjadi pangkal atau ujungnya (Faruk,1994:20).Selanjutnya, melengkapi cara kerja metodedialektik, Goldmann mengembangkan duapasangan konsep berupa keseluruhan-bagian danpemahaman-penjelasan. Konsep keseluruhan-bagian mengacu kepada pengertian bahwa setiapfakta atau ide individual akan memiliki arti apabiladitempatkan dalam keseluruhan. Keseluruhanhanya bisa dimengerti dengan pengetahuantentang bagian-bagian yang membangunkeseluruhan itu. Adapun konsep pemahaman-penjelasan mengandung pengertian bahwapemahaman merupakan usaha penggambaranstruktur obyek yang dikaji, sedangkan penjelasanmerupakan usaha menggabungkan struktur obyektersebut ke dalam struktur yang lebih besar(Goldmann, 1977:5).Pemahaman bolak-balik dalam kajian akanmeliputi pemahaman struktur teks, pemahamankondisi sosial, politik, agama, budaya, perempuan,dan pandangan dunia pengarang. Adapun langkah-langkah kajian ini di tempuh melalui beberapatahapan sebagai berikut.
3

Activity (82)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Opa Yat liked this
Andi Anjasmara liked this
De Astrimiati liked this
Nok Sovi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->