Dalam perspektif semacam itu, 3(tiga) kondisi hukum di ataslah, yaknimempersiapkan, menyesuaikan dan menanggulangi yang pada gilirannya kembalimencuat ke permukaan menjadi perdebatan dan diskusi mengenai kebutuhan akanetika, standar dan tanggung jawab sebagai nilai-nilai pokok yang akanmendukung dan menjamin keberlanjutan terselenggaranya proses pencariankeadilan yang sehat. Faktor lain yang ikut menuntut mencuatnya debat tersebut berada di sisi masyarakat yang dari waktu ke waktu semakin tergantung kepadakeahlian dan keterampilan dari sekelompok orang yang disebut kaum profesional.Kondisi ketergantungan tersebut pada akhirnya menempatkan etika profesisebagai salah satu sarana kontrol masyarakat terhadap profesi, yang dalam haltertentu masih dapat dinilai melalui parameter etika umum yang ada di dalammasyarakat. Dengan begitu, telaah lebih lanjut mengenai dimensi moral dari profesi advokat dan pekerja bantuan hukum berkaitan erat dengan makna, fungsidan peranan advokat beserta kode etik yang mengatur mengenai profesi advokatitu sendiri.Kehormatan, keberanian, komitmen, integritas, dan profesional adalahmerupakan dasar bagi seorang advokat. Sudah sejak dahulu profesi advokatdianggap sebagai profesi mulia atau lebih di kenal dengan istilah
nobile officium.
Oleh karena itu seorang advokat dalam bersikap haruslah menghormati hukumdan keadilan, sesuai dengan kedudukan seorang advokat sebagai
the officer of thecourt.
Akan tetapi dalam kenyataannya advokat merupakan profesi yang sangat di benci oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena advokat itu sendiri yang telahmembuat profesinya itu menjadi dibenci oleh masyarakat. Pada masa sekarang initidak bisa dipungkiri lagi profesi advokat hanya lebih mementingkan materi dari pada kebenaran dan keadilan yang ditegakkan. Sejarah telah membuktikan bahwahukum menjadi unsur terpenting bagi suatu tatanan masyarakat, di belahan duniamanapun masyarakat tersebut berada. Dan advokat merupakan bagian daripadahukum.Sudah merupakan suatu keharusan bagi seorang advokat memiliki kodeetik dalam menjalankan tugasnya. Kode etik profesi ini bertujuan agar ada pedoman moral bagi seorang advokat dalam bertindak menjalankan tugasnya.“Profesionalisme tanpa etika menjadikannya tanpa kendali dan tanpa pengarahan.2