Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
39Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Pergerakan Mahasiswa Diindonesia

Sejarah Pergerakan Mahasiswa Diindonesia

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 5,301|Likes:
Published by gideon_ANTZ
bahan ikut LK2
bahan ikut LK2

More info:

Published by: gideon_ANTZ on Feb 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2013

pdf

text

original

 
Gerakan mahasiswa di Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke:navigasi,cari
Gerakan mahasiswa
di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun diluar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dankemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya.Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa.
Daftar isi
[sunting] Sejarah
[sunting] 1908
Boedi Oetomo,merupakan wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur  pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta,20 Mei 1908oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahanintelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya.Pada konggres yang pertama di Yogyakarta, tanggal 5 Oktober 1908 menetapkan tujuan  perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan.Dalam 5 tahun permulaan BU sebagai perkumpulan, tempat keinginan-keinginan bergerak majudapat dikeluarkan, tempat kebaktian terhadap bangsa dinyatakan, mempunyai kedudukanmonopoli dan oleh karena itu BU maju pesat, tercatat akhir tahun 1909 telah mempunyai 40cabang dengan lk.10.000 anggota.
 
Disamping itu, para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, salah satunyaMohammad Hattayang saat itu sedang belajar di Nederland Handelshogeschool diRotterdam  mendirikanIndische Vereeningingyang kemudian berubah nama menjadi IndonesischeVereeninging tahun 1922, disesuaikan dengan perkembangan dari pusat kegiatan diskusi menjadiwadah yang berorientasi politik dengan jelas. Dan terakhir untuk lebih mempertegas identitasnasionalisme yang diperjuangkan, organisasi ini kembali berganti nama baru menjadiPerhimpunan Indonesia, tahun 1925.Berdirinya Indische Vereeninging dan organisasi-organisasi lain,seperti:Indische Partijyangmelontarkan propaganda kemerdekaan Indonesia, Sarekat Islam,dan Muhammadiyah yang  beraliran nasionalis demokratis dengan dasar agama,Indische Sociaal DemocratischeVereeninging (ISDV) yang berhaluanMarxisme, menambah jumlah haluan dan cita-cita terutama ke arah politik. Hal ini di satu sisi membantu perjuangan rakyat Indonesia, tetapi di sisilain sangat melemahkan BU karena banyak orang kemudian memandang BU terlalu lembek olehkarena hanya menuju "kemajuan yang selaras" dan terlalu sempit keanggotaannya (hanya untuk daerah yang berkebudayaan Jawa) meninggalkan BU. Oleh karena cita-cita dan pemandanganumum berubah ke arah politik, BU juga akhirnya terpaksa terjun ke lapangan politik.Kehadiran Boedi Oetomo,Indische Vereeninging, dll pada masa itu merupakan suatu episodesejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar danmahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia : generasi 1908,dengan misi utamanya menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaandikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyatmelalui penerangan-penerangan pendidikan yang mereka berikan, untuk berjuang membebaskandiri dari penindasan kolonialisme.
[sunting] 1928
Pada pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam IndonesischeVereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia) kembali ke tanah air. Kecewadengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik yang di hadapi, mereka membentuk kelompok studi yang dikenal amat berpengaruh, karenakeaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Pertama, adalah Kelompok Studi Indonesia(Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada tanggal29 Oktober 1924 olehSoetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club
 
) direalisasikan oleh paranasionalis dan mahasiswaSekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh Soekarnopada tanggal 11 Juli 1925.Diinspirasi oleh pembentukan Kelompok Studi Surabaya dan Bandung, menyusul kemudianPerhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), prototipe organisasi yang menghimpun seluruhelemen gerakan mahasiswa yang bersifat kebangsaan tahun 1926, Kelompok Studi St.Bellarmius yang menjadi wadah mahasiswa Katolik, Cristelijke Studenten Vereninging (CSV) bagi mahasiswa Kristen, dan Studenten Islam Studie-club (SIS) bagi mahasiswa Islam padatahun 1930-an.Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah, munculnyagenerasi baru pemuda Indonesia yang memunculkanSumpah Pemuda  pada tanggal 28 Oktober  1928. Sumpah Pemuda dicetuskan melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928, dimotori oleh PPPI.
[sunting] 1945
 
Dalam perkembangan berikutnya, dari dinamika pergerakan nasional yang ditandai dengankehadiran kelompok-kelompok studi, dan akibat pengaruh sikap penguasa Belanda yang menjadiLiberal, muncul kebutuhan baru untuk menjadi partai politik, terutama dengan tujuanmemperoleh basis massa yang luas. Kelompok Studi Indonesia berubah menjadiPartai BangsaIndonesia(PBI), sedangkan Kelompok Studi Umum menjadiPerserikatan Nasional Indonesia  (PNI).Secara umum kondisi pendidikan maupun kehidupan politik pada zaman pemerintahan Jepang jauh lebih represif dibandingkan dengan kolonial Belanda, antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala kegiatan yang berbau politik; dan hal ini ditindak lanjuti denganmembubarkan segala organisasi pelajar dan mahasiswa, termasuk partai politik, serta insidenkecil di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta yang mengakibatkan mahasiswa dipecat dandipenjarakan.Praktis, akibat kondisi yang vacuum tersebut, maka mahasiswa kebanyakan akhirnya memilihuntuk lebih mengarahkan kegiatan dengan berkumpul dan berdiskusi, bersama para pemudalainnya terutama di asrama-asrama. Tiga asrama yang terkenal dalam sejarah, berperan besar dalam melahirkan sejumlah tokoh, adalah Asrama Menteng Raya, Asrama Cikini, dan AsramaKebon Sirih. Tokoh-tokoh inilah yang nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945, yangmenentukan kehidupan bangsa.Salah satu peran angkatan muda 1945 yang bersejarah, dalam kasus gerakan kelompok bawahtanah yang antara lain dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu, yang terpaksa menculik  dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan, peristiwaini dikenal kemudian dengan peristiwa Rengasdengklok .
[sunting] 1966
Sejak kemerdekaan, muncul kebutuhan akan aliansi antara kelompok-kelompok mahasiswa,diantaranyaPerserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia(PPMI), yang dibentuk melaluiKongres Mahasiswa yang pertama di Malang tahun 1947.Selanjutnya, dalam masa Demokrasi Liberal (1950-1959), seiring dengan penerapan sistemkepartaian yang majemuk saat itu, organisasi mahasiswa ekstra kampus kebanyakan merupakanorganisasi dibawah partai-partai politik. Misalnya, PMKRIPerhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesiadengan Partai Katholik,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dekat dengan PNI,Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia(CGMI) dekat dengan PKI,Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia(Gemsos) dengan PSI,Pergerakan Mahasiswa IslamIndonesia(PMII) berafiliasi dengan Partai NU,Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Masyumi, dan lain-lain.Diantara organisasi mahasiswa pada masa itu, CGMI lebih menonjol setelah PKI tampil sebagaisalah satu partai kuat hasil Pemilu 1955. CGMI secara berani menjalankan politik konfrontasidengan organisasi mahasiswa lainnya, bahkan lebih jauh berusaha mempengaruhi PPMI,kenyataan ini menyebabkan perseteruan sengit antara CGMI dengan HMI dan, terutama dipicukarena banyaknya jabatan kepengurusan dalam PPMI yang direbut dan diduduki oleh CGMI dan juga GMNI-khususnya setelah Konggres V tahun 1961.Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tanggal 25 Oktober 1966yang merupakan hasil kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil dipertemukan oleh MenteriPerguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan (PTIP) Mayjen dr. Syarief Thayeb, yakni PMKRI,HMI,PMII,Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Sekretariat Bersama Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL), Mahasiswa Pancasila (Mapancas), dan Ikatan Pers Mahasiswa

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Benny Rilus liked this
Erwin Putra liked this
Susi Susanti liked this
Marion Sirr liked this
Allvesz Nahak liked this
isyakura liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->