Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
40Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis an Peserta Didik Fase Anak Usia Smp Hidayatul Husna

Analisis an Peserta Didik Fase Anak Usia Smp Hidayatul Husna

Ratings: (0)|Views: 3,667 |Likes:
Published by mbedehek

More info:

Published by: mbedehek on Feb 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1Latar Belakang Masalah
Sejak lahir, bahkan sejak di dalam kandungan ibunya, manusiamerupakan kesatuan psikofisis atau psikomatis yang terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan serta harus mendapatkan perhatian secaraseksama. Istilah pertumbuhan dapat diartikan sebagai perkembangan.Menurut Syamsu Yusuf, di dalam bukunya dijelaskan bahwa perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami individu danorganisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (maturation)yang berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) (Syamsu Yusuf,2007 : 15).Sedangkan istilah pertumbuhan itu sendiri digunakan untumenyatakan perubahan-perubahan kuantitatif mengenai fisik atau biologis.Berdasarkan hal tersebut, maka penulis berpendapat bahwa dalam penggunaan istilah petumbuhan dipokok bahasan perkembangan peserta didik sudah tercakup dalam istilah perkembangan. Namun keduanya masih dapatdibedakan.Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu yang terjadi secarateratur. Setiap tahap perkembangan merupakan hasil perkembangan daritahap sebelumnya, yang merupakan prasyarat bagi perkembangan11
 
selanjutnya. Dimana, perkembangan didahului dengan pertumbuhan.Sehingga perkembangan terjadi pada tempo dan fase perkembangan yang berlainan.Pengertian fase perkembangan menurut Syamsu Yusuf diartikansebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individuyang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu.(Syamsu Yusuf, 2007 : 20).Berdasarkan hal tersebut, penulis menyebutkan bahwa dalam fase perkembangan individu terdapat 4 fase yang berkaitan dengan proses belajar mengajar (pendidikan) yang memiliki ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkahlaku tertentu. Diantaranya adalah sebagai berikut : Masa usia pra sekolahyaitu 0,0 – 6,0 tahun, masa usia sekolah dasar yaitu 6,0 – 12,0 tahun, masausia sekolah menengah yaitu 12,0 – 18,0 tahun, dan masa usia mahasiswayaitu 18,0 25,0 tahun. Namun, setiap fase perkembangan peserta didik (individu) terdapat aspek-aspek yang mempengaruhinya. Diantaranya aspek fisik dan aspek psikis. Dimana dalam aspek psikis juga terdapat beberapaaspek, diantaranya aspek emosi, aspek intelegensi, aspek sosial, aspek moral,aspek kepribadian, aspek agama dan aspek bahasa. Aspek-aspek tersebutterdapat hubungan atau korelasi dan satu sama lainnya saling mempengaruhi bagi perkembangan peserta didik (individu).Pada makalah ini penulis akan membahas tentang perkembangan peserta didik fase usia sekolah menengah pertama pada aspek intelegensi.Makna intelegensi mengandung unsur-unsur yang sama dengan yang2
 
dimaksudkan dalam istilah intelek, yang menggambarkan kemampuanseseorang dalam berpikir dan bertindak. Masyarakat umum mengenalintelegensi sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaranataupun kemampuan untuk memecahkan problem yang dihadapi.Menurut Spearman dan Jones disebutkan dalam buku karanganSaifuddin Azwar bahwa intelegensi merupakan kekuatan atau kemampuanuntuk melakukan sesuatu (Saifuddin Azwar, 1996 : 02).Sehingga berdasarkan hal itu, penulis berpendapat bahwa perkembangan intelegensi pada masa anak fase usia sekolah menengah pertama, terjadi secara maksimal. Karena peserta didik mulai dapatmemikirkan hal-hal yang bersifat abstrak. Kemampuan tersebut menunjukkan perhatian seseorang terhadap kejadian dan peristiwa yang tidak konkrit.Misalnya pilihan pekerjaan, corak hidup bermasyarakat, pilihan pasanganhidup dan lain sebagainya. Selain itu, peserta didik juga bisa berpikir tentangide-ide dan teori-teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap suatu masalah,sehingga peserta didik mampu mengabstraksikan permasalahan-permasalahanyang nyata dan sesuai dengan sebagaimana mestinya menurut pemikirannyasendiri.Sesuai dengan perkembangan intelegensi pada anak usia sekolahmenengah pertama yaitu bahwasannya pada fase ini peserta didik telah dapat berpikir kritis dan ilmiah. Seperti yang terjadi pada Sigiet Wibisono siswaSMPK Tulungagung yang mendapatkan gelar juara I dalam olimpiadematematika tingkat SMP / MTs se Jawa Timur, yang diselenggarakan3

Activity (40)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Adam Hadiana liked this
Uz Tamy liked this
Cici Kurniawati liked this
Udin Marudin liked this
Ecy Ds liked this
U Che Momo liked this
Layla Fauziyah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->