Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Martinipengembangan Program Bimbingan Perkembangan Perilaku Sosial Anak

Martinipengembangan Program Bimbingan Perkembangan Perilaku Sosial Anak

Ratings: (0)|Views: 1,561|Likes:
Published by trisa poenya

More info:

Published by: trisa poenya on Feb 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/25/2012

pdf

text

original

 
Martini 
PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN PERKEMBANGAN PERILAKU SOSIALANAK USIA DINI DI KELOMPOK BERMAIN(Studi Kasus di Kelompok Bermain Aryandini III Kecamatan Margacinta Bandung)
 Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengamatan pada anak usia dini di kelompok bermain.Banyak anak pada usia dini menunjukkan perilaku sosial yang belum optimal. Hal ini terjadikarena perlakuan orang tua dalam memperlakukan anak usia dini yang kurang kondusif danpelaksanaan layanan bimbingan perkembangan perilaku sosial anak usia dini di kelompokbermain yang belum terprogram secara sistematis dan terarah.Tujuan akhir penelitian ini adalah mengembangkan program layanan bimbingan perkembanganperilaku sosial anak usia dini di kelompok bermain. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakanpendekatan penelitian kualitatif dengan mengunakan metode studi kasus. Prosedur penelitianmelalui lima tahapan, yaitu : 1) pengungkapan data tentang kondisi obyektif lapangan, 2) kajiankonseptual tentang perilaku sosial anak usia dini di kelompok bermain, 3) perumusanpengembangan program hipotetik tentang layanan bimbingan perkembangan perilaku sosialanak usia dini di kelompok bermain, 4) validasi rasional melalui seminar dan lokakarya(semiloka), 5) rekomendasi rumusan program akhir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sosial anak usia dini di kelompok bermain belumoptimal dalam hal : aspek empati dan membagi, seperti : belum mampu mau menghargaisesama teman dan belum mampu mau berbagi sesama teman. Perlakuan orang tua dalammemperlakukan anak usia dini di kelompok bermain, cenderung orang tua berlangsung dalamperlakuan terlalu melindungi (overprotection) sehingga anak menjadi manja dan berdampak padaperilaku sosial anak yang belum optimal. Pelaksanaan layanan bimbingan belum terprogramsecara sistematis dan terarah, bimbingan hanya bersifat kasuistik, karena tenaga pendidik lebihmementingkan pengajaran daripada kegiatan bimbingan.Bertolak dari hasil penelitian, diajukan rekomendasi kepada Kelompok Bermain Aryandini berupapengembangan program bimbingan perkembangan perilaku sosial anak usia dini di kelompokbermain yang sudah divalidasi melalui seminar dan lokakarya, yang meliputi : rasional, visi, misi,tujuan layanan bimbingan, ruang lingkup bimbingan, metode, waktu dan tempat pelaksanaanbimbingan, komponen program bimbingan, jenis layanan bimbingan, evaluasi bimbingan danprogram layanan bimbingan.
######
3
Identifikasi kasusIdentifikasi kasus merupakan langkah awal untuk menemukan peserta didik yang didugamemerlukan layanan bimbingan dan konseling. Robinson (Abin Syamsuddin Makmun,2003) memberikan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi pesertadidik yang diduga mebutuhkan layanan bimbingan dan konseling, yakni :melakukan wawancara dengan memanggil semua peserta didik secara bergiliran sehinggadengan cara ini akan dapat ditemukan peserta didik yang benar-benar membutuhkanlayanan konseling.Maintain good relationship; menciptakan hubungan yang baik, penuh keakraban sehinggatidak terjadi jurang pemisah antara guru pembimbing dengan peserta didik. Hal ini dapatdilaksanakan melalui berbagai cara yang tidak hanya terbatas pada hubungan kegiatan belajar mengajar saja, misalnya melalui kegiatan ekstra kurikuler, rekreasi dan situasi-situasi informal lainnya.Developing a desire for counseling; menciptakan suasana yang menimbulkan ke arah
 
 penyadaran peserta didik akan masalah yang dihadapinya. Misalnya dengan caramendiskusikan dengan peserta didik yang bersangkutan tentang hasil dari suatu tes,seperti tes inteligensi, tes bakat, dan hasil pengukuran lainnya untuk dianalisis bersamaserta diupayakan berbagai tindak lanjutnya.Melakukan analisis terhadap hasil belajar peserta didik, dengan cara ini bisa diketahuitingkat dan jenis kesulitan atau kegagalan belajar yang dihadapi peserta didik.Melakukan analisis sosiometris, dengan cara ini dapat ditemukan peserta didik yangdiduga mengalami kesulitan penyesuaian sosial.Identifikasi MasalahLangkah ini merupakan upaya untuk memahami jenis, karakteristik kesulitan ataumasalah yang dihadapi peserta didik. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar, permasalahan peserta didik dapat berkenaan dengan aspek : (1) substansial – material; (2)struktural – fungsional; (3) behavioral; dan atau (4) personality.Untuk mengidentifikasi kasus dan masalah peserta didik, Prayitno dkk. telahmengembangkan suatu instrumen untuk melacak masalah peserta didik, dengan apa yangdisebut Alat Ungkap Masalah (AUM). Instrumen ini sangat membantu untuk menemukankasus dan mendeteksi lokasi kesulitan yang dihadapi peserta didik, seputar aspek : (1) jasmani dan kesehatan; (2) diri pribadi; (3) hubungan sosial; (4) ekonomi dan keuangan;(5) karier dan pekerjaan; (6) pendidikan dan pelajaran; (7) agama, nilai dan moral;( hubungan muda-mudi; (9) keadaan dan hubungan keluarga; dan (10) waktu senggang.DiagnosisDiagnosis merupakan upaya untuk menemukan faktor-faktor penyebab atau yangmelatarbelakangi timbulnya masalah peserta didik. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar faktor-faktor penyebab kegagalan belajar peserta didik, bisa dilihat dari segiinput, proses, ataupun out put belajarnya. W.H. Burton membagi ke dalam dua faktor yang mungkin dapat menimbulkan kesulitan atau kegagalan belajar peserta didik, yaitu :(1) faktor internal; faktor yang besumber dari dalam diri peserta didik itu sendiri, seperti :kondisi jasmani dan kesehatan, kecerdasan, bakat, kepribadian, emosi, sikap sertakondisi-kondisi psikis lainnya; dan (2) faktor eksternal, seperti : lingkungan rumah,lingkungan sekolah termasuk didalamnya faktor guru dan lingkungan sosial dansejenisnya.PrognosisLangkah ini dilakukan untuk memperkirakan apakah masalah yang dialami peserta didik masih mungkin untuk diatasi serta menentukan berbagai alternatif pemecahannya, Hal inidilakukan dengan cara mengintegrasikan dan menginterpretasikan hasil-hasil langkahkedua dan ketiga. Proses mengambil keputusan pada tahap ini seyogyanya terlebihdahulu dilaksanakan konferensi kasus, dengan melibatkan pihak-pihak yang terkaitdengan masalah yang dihadapi siswa untuk diminta bekerja sama guna membantumenangani kasus - kasus yang dihadapi.TreatmentLangkah ini merupakan upaya untuk melaksanakan perbaikan atau penyembuhan atasmasalah yang dihadapi klien, berdasarkan pada keputusan yang diambil dalam langkah prognosis. Jika jenis dan sifat serta sumber permasalahannya masih berkaitan dengansistem pembelajaran dan masih masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan guru pembimbing atau konselor, maka pemberian bantuan bimbingan dapat dilakukan olehguru atau guru pembimbing itu sendiri (intervensi langsung), melalui berbagai

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Alfin Masykur liked this
Hargio Santoso liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->