Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
91Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penalitian Imunisasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar

Penalitian Imunisasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar

Ratings: (0)|Views: 5,979 |Likes:
Published by oday9994

More info:

Published by: oday9994 on Feb 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

 
penalitian imunisasi
BAB 1PENDAHULUAN 1.1 Latar BelakangProgram pembangunan kesehatan di indonesia dalam rencana pembangunan jangka menengahnasional 2005 – 2009, mempunyai visi masyarakat yang mandiri untuk hidup sehatdimana salah satu target nya adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita (Fadilahdiakses dariwww.Depkes.go.id.2005). BerdasarkanSurvei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003 Angka Kematian Bayi(AKB) baru lahir (neonatal) masih berada pada kisaran 20 per 1000 kelahiranhidup. Departemen Kesehatan menargetkan pada atahun 2010 angka kematian bayi baru lahir menjadi 15 per 1000 kelahiran hidup (www.Depkes.go.id.November  2004). Departemen kesehatan menargetkan penguranganangka kematian bayi. Angka kematian bayi berkurang dari 248 menjadi 206 per 1000 kelahiran hidup yang di capai pada tahun 2009. sementar angka harapan hidup berkisar rata – rata 70,6 per tahun (Grehenson:diakses dari Protal,UGM. 2007).Pencegahan nya antara lain dengan kegiatanimunisasi pada bayi harus di tingkatkan dan dipertahankan atau ditingkatkancakupannya. Sehingga mencapai Universal Child Imunization (UCI), sampaidi tingkat desa merupakan modal awal untuk sehat (Azwar diakses dari www.Depkes.go.id.April2005).Tanpa imunisasi kira – kira 3 dari 100kelahiran anak akan meninggal karena penyaki campak. 2 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit batuk rejan. 1 dari 100 kelahiran anak akanmeninggal karena penyakit tetanus. Dan dari setip 200.000 anak, 1 akanmenderita penyakit polio.imunisasi akan dilakukan dengan memberikan vaksintertentu akan melindungi anak terhadap penyakit – penyakit tertentu.Walau pun pada saat ini fasilitas pelayanan untuk vaksinasi ini telah tersedia dimasyarakat, tetapi tidak semua bayi telah di bawa untuk mendapatkan imunisasiyang lengkap. Bila mana fasilitas pelayanan Kesehatan tidak dapat memberikanimunisasi dengan perkembangan tertentu (http://www.unicef.org/indonesia/id/media.html.Februari2007)Program imunisasi merupakan cara yang pentinguntuk melindungi anak. tapi ini bukan jalan satu –satunya. Imunisasi harus di berikan dengan bijaksana (Biddulph, 398:1999)Penyakit yang Dapat di Cegah dengan Imunisasi(PD3I) seperti TBC, Dipteri, Pertusis, Campak, Tetanus, Polio, Hepatitis b, merupakansalah satu penyebab kematian anak di negara – negara berkembang termasuk indonesia. Diperkirakan 1,7 juta kematian anak,5% pada balita di Indonesiaadalah PD3I (Profil Kesehatan, DepkesSumbar 2005).Agar target nasional dan global untuk mencapai eradikasi, eliminasi, harus di petahankan tinggi dan merata sampai
 
mencapai tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi. Kegagalan untuk menjagatingkat cakupan imunisasi yang tinggi dan merata dapat menimbulkan KejadianLuar Biasa (KLB) PD3I. Program nasionalimunisasi anak ini menargetkan peningkatan cakupan imunisasi di Indonesiamenjadi 80,5% yang di ukur melalui peningkatan imunisasi Dpt dan Campak pada bayi dan anak.Tujuan penyelengaraan peningkatan angka cakupan imunisasimembangun komitmen yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan terhadap program peningkatan cakupan imunisasi. Lebih memasyarakatkan program peningkatan cakupan imunisasi sebagai salah satu program peningkatan kesehatanmasyarakat lebih meluas dalam rangka pencapaian visi masyarakat yang mandiriuntuk hidup sehat, dimana salah satu target nya untuk menurun kan angka kematian bayi (ProfilKesehatan, DepkesSumbar 2005).Dalam kegitan imunisasi yang dipakai sebagaiindikator imunisasi lengkap adalah imunisasi campak berdasarkan laporan yang diterima cakupan imunisasi campak rata – rata telah melebihi target yang ditetapkan. Sehingga target Universal Child Imunization (UCI) pada tingkat kabupaten dan kotamasihdapat dipertahankan. Secara keseluruhan Propinsi Sumatera Barat cakupanimunisasi adalah sebesar 91,84%. Untuk jangkauan imunisasi suatu wilayahdikatakan baik adalah apabila cakupan Dpt1 telah mencapai cakupan minimal 90 %.Dengan demikian Propinsi Sumatera Barat secara keseluruhan telah melebihi tagetminimal namun perhatian khusus harus dilakukan.Diperkirakan jumlah bayi yang menjadi sasaranimunisasi sebanyak 97,177 bayi. Cakupan imunisasi Dpt1 telah melebihi daritarget. Yang telah yaitu sebesar 90%. Sedangkan bayi yang telah di imunisasi Dpt1 sebanyak 99,76% (Depkes Sumbar 2001).Bedasarkan data dari pemantauan program imunisasi,cakupan imunisasi telah mencapai 90%. Di wilayah kerja Puskesmas GunungKelurahan Ekor Lubuk. Sedangkan perbandingan cakupan imunisasi masing – masingkelurahan dapat dilihat dari table 1.1.Tabel 1.1Cakupan Imunisasi 
 
  No Imunisasi Gantiang 36sasaran Sigando 26sasaran Ekor lubuk 38 sasaran Gumala 90sasaran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 BCG DPT 1 DPT II DPT III HEPATITIS B I HEPATITIS B II HEPATITIS B III POLIO I POLIO II POLIO IIIPOLIO IV 63% 19% 19% 11% 42% 44% 42% 72% 44% 61% 64% 42,3% 27% 12% 23% 23% 58% 54% 35% 38% 88% 58% 44,7% 13% 2,6% - 24% 32% 26% 34% 61% 42% 18% 37,8% 7,8% 6,7% 13% 34% 40% 46% 30% 41% 62% 30%

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->