Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
30Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kegiatan Car Free Day dan Upaya Pengurangan Pencemaran Udara

Kegiatan Car Free Day dan Upaya Pengurangan Pencemaran Udara

Ratings: (0)|Views: 2,831 |Likes:
Published by N.H. Eddart
Penelitian sosiologi perkotaan di jalan M.H Thamrin.
Penelitian sosiologi perkotaan di jalan M.H Thamrin.

More info:

Published by: N.H. Eddart on Feb 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

 
Nurul Hidayat (Pendidikan Sosiologi 2008 Non Reguler, 4815087295)
Website: www.socioeducation.co.cc
Abstrak 
Car Free Day merupakan budaya baru bagi masyarakat Kota Jakarta sebagai ajang bersosialisasi dengan teman maupun keluarga dan juga sebagai sarana kesehatan jasmani yang bebas dari polusi. Kegiatan Car Free Day ini berupaya mengurangi pencemaran udara yangtelah tercemari oleh asap kendaraan bermotor. Dalam tulisan ini, akan mengungkap lahirnyaCar Free Day di Kota Jakarta, mengulas upaya institusi lokal mencetuskan program Car FreeDay dan menemukan aktivitas-aktivitasnya, demikian pula dengan dampak sosial maupunlingkungan sosialnya setelah berjalannya Car Free Day. Terukur setelah kegiatan Car Free Day bahwa gas polutan turun secara signifikan CO berkurang 67%, NO berkurang 80% dan debu berkurang 34%. Kegiatan Car Free Day selain berdampak positif bagi lingkungan ternyatamempunyai tujuan khusus untuk “Memasyarakatkan Olahraga”.
Pengantar
Hiruk-pikuknya lalu lintas Kota Jakarta dan buruknya kualitas udara menjadikan alasan BadanPengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta mengadakan program Car FreeDay, dalam program ini seluruh kendaraan bermotor mulai dari Patung Pemuda Jalan Sudirmansampai Patung Arjuna Jalan M.H Thamrin, sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIBtidak diperkenankan melewati jalan tersebut. BPLHD DKI Jakarta bekerja sama dengan PoldaMetro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dikerahkan di bagian titik-titik tertentu gunamengamankan jalannya Car Free Day. Kendaraan yang diperbolehkan untuk melewati kawasanCar Free Day adalah angkutan umum rute tetap, seperti Bus Transjakarta dan angkutan umumrute lainnya yang biasa melalui jalur lambat, serta kendaraan yang non-polusi seperti sepedadan motor listrik. Untuk kendaraan pribadi diharapkan mencari rute jalan alternatif lainnyauntuk menghindari kawasan Car Free Day.
1
Peliknya masalah lalu lintas terkait akan pemekaran Ibukota Jakarta, beberapa perumahan- perumahan dibangun, tumbuh pesatnya gedung-gedung, dan meningkatnya modernisasimasyarakat akan penggunaan kendaran bermotor. Juni 2009 terdaftar 9.993.867 kendaraanyang melintas di jalanan. Hal ini yang diungkapkan oleh Bintarto tentang timbulnya permasalahan baru di perkotaan:Masalah-masalah yang ditimbulkan sebagai akibat pemekaran kota adalah masalah perumahan, masalah sampah, masalah di bidang kelalulintasan, masalahkekurangan gedung sekolah, masalah terdesaknya dari persawahan di perbatasanluar kota dan masalah administratif pemerintahan. Kemudian timbul dari keadaandarurat tersebut diatas pelbagai bentuk kriminalitas dan polusi yang sangatmenganggu ketenangan kota. Dengan demikian nampak bahwa gejala-gejala fisik,sosial, ekonomi yang negatif ini ditimbulkan karena makin berkurangnya dayatampung kota dan kurangnya kesadaran terhadap etik lingkungan.
2
Dengan meningkatnya pengguna kendaraan bermotor pemerintah kota mesti peka terhadapmasalah-masalah yang timbul di Kota Jakarta. Apalagi sebagian masyarakat Kota Jakarta belum tumbuh kepedulian akan lingkungannya. Alhasil, Kota Jakarta yang minim akan paru- paru kota, kini harus menghadapi polusi udara. Masyarakat kota pada umumnya masihdisibukkan oleh urusan pekerjaannya yang lupa akan permasalahan yang timbul di Ibukota.
1
 
Muhammad Fauzi, “
Car Free Day di Sudirman-Thamrin
”,
(Diakses pada Senin 05 Oktober 2009 pukul 20.33 WIB)
2
R. Bintarto,
 Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya,
(Bandung: Penerbit Alumni, 1997). hlm. 47-48
- 1 -
Kegiatan Car Free Day Dan Upaya Pengurangan Pencemaran Udara:(Studi Kasus di Jalan M.H Thamrin)
 
Pakar pembangunan perkotaan Ir. Herlianto, M.TH (1968) menjelaskan akan pergeseran sifat-sifat kota “Dimana makin besar suatu kota maka makin tidak manusiawi sifatnya”
3
.Kotaagraris yang disebut sebagai
 Agropolis
dimana masih terjadi suasana paguyuban masyarakatdesa kemudian berkembang menjadi kota kecil
 Polis
yang masih mempunyai sifat-sifat paguyuban pula dan masyarakatnya saling kenal dan masih bersifat homogenitas. Bila semakin besar maka akan menjadi
Metropolis
maka makin banyak orang dari desa memasukinya danterjadilah masyarakat yang bersifat heterogenitas dengan kehidupan pluralis dimana sifat-sifatwarganya makin saling berbeda dan siap untuk bersaing dan bergesekan. Kota tersebut berubahmenjadi
Megapolis
dimana kota penuh dengan segala bentuk anarkis dan persaingan nyata.Disisi lain dari pergeseran sifat perkotaan ada aktivis-aktivis lingkungan yangmengkampanyekan peduli lingkungan guna meredam permasalahan yang terjadi dalam kota ini.Maka muncullah budaya baru di tanah metropolitan ini yaitu, Car Free Day.Tulisan ini mengkaji tentang Car Free Day (setelah ini disingkat menjadi:CFD) di Jalan M.HThamrin yang merupakan ajang bersosialisasi bagi masyarakat Kota Jakarta serta berfungsisebagai sarana olahraga. CFD di jalan M.H Thamrin oleh penulis dijadikan sebagai
 place of research
agar dapat memudahkan penulis untuk memfokuskan suatu objek permasalahan.Fokus kajian penulisan ini, berupaya mengulas CFD sebagai program Institusi Lokal yangmempengaruhi kebijakan publik dalam upaya pengurangan pencemaran polusi udara.Rumusan masalah yang akan diambil ialah: ”Bagaimanakah upaya institusi lokal untuk  pengurangan pencemaran polusi udara? Bagaimanakah dampak sosial maupun lingkungansosialnya setelah berlangsungnya Car Free Day? Adakah perubahan kualitas udara setelahterlaksananya Car Free Day?”
Sistematika Tulisan
 Untuk menunjang permasalahan tersebut penulis melalui
 Interpretative Research
dan ditunjangdari berbagai sumber berupa
Teks
(Buku, media masa, internet dll), survey langsung lapangan,dan wawancara kepada pihak-pihak terkait didalam CFD, akan mengungkap tulisan ini denganrelevan dan objektif. Serta untuk mengkaji lebih dalam tentang tulisan ini, penulis akanmelengkapinya dengan beberapan informasi-informasi pendukung.
 Pertama
, Berkenalandengan Car Free Day, suatu pengantar yang secara singkat menginformasikan CFD yang ada di jalan M.H Thamrin.
 Kedua
, Lahirnya Car Free Day Hingga Hari Bebas Kendaraan Bermotor,yang menjelaskan tentang sejarah munculnya CFD di DKI Jakarta dan sejarah internasionalnya.
 Ketiga
, Potret Arena Jalan M.H Thamrin, mendeskripsikan lokasi jalan M.H Thamrin yangdijadikan kawasan CFD.
 Keempat 
, Indeks Perbandingan Laju Kendaraan Bermotor DenganProgram Pengurangan Pencemaran Udara.
 Kelima
, Munculnya Deteriorate LingkunganMasyarakat Kota Jakarta. 
 Keenam
, Institusi Lokal Menjelma Menjadi Pemerhati Lingkungan.
 Ketujuh,
Benang merah
 public policy making,
antara Institusi lokal dengan Institusi Pemerintah.
 Kedelapan,
Dampak Lingkungan Sosial dan Aktivitas Sosial Car Free Day Jalan. M.HThamrin
 ,
.
 Kesembilan
, Penutup, menarik kesimpulan dari pembahasan yang telah dijelaskan.
Lahirnya Car Free Day Hingga Hari Bebas Kendaraan Bermotor
Surabaya adalah Kota pertama kali di Indonesia yang menyelenggarakan Car Free Day padatahun 2000. kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye peningkatan kualitas udarakota yang bertema “Segar Suroboyoku Rek”.
4
 Sedangkan sejak 2002, Jakartamenyelenggarakan CFD pada tahun 2002, 2003, 2004, 2005 dan 2006. Kegiatan tersebut pertama kali dilaksanakan oleh koalisi LSM Lingkungan sebagai wadah penampung aspirasi
3
Herlianto, Ir, M.Th.
Urbanisasi, Pembangunan, dan Kerusuhan Kota
, (Bandung: Penerbit Alumni,1997) hlm. 215
4
 
campaign.pelangi.or.id,
 Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) 2007 
”,
 (Diakses pada Senin 05Oktober 2009 pukul 21.50 WIB)
- 2 -
 
masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik. Menurut teori Berger dan Neuhaus (1977)LSM Lingkungan tersebut dijadikan sebagai
 Institusi Mediasi
yang berfungsi menyalurkankepentingan warga dan media resolusi terhadap kualitas udara dengan tujuan utama kampanyemengurangi penggunaan kendaraan pribadi sebagai sumber utama pencemaran udara di Jakarta.Dalam setiap CFD selalu diadakan promosi penggunaan alat transportasi alternatif untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi seperti angkutan umum, sepeda, dan fasilitas pejalan kaki.Kegiatan utama CFD adalah penutupan jalan selama beberapa waktu dari arus lalu lintaskendaraan. Namun demikian, kendaraan angkutan umum masih bisa melintasi jalan tersebut.Untuk memanfaatkan ruang jalan yang ditutup maka dilakukan berbagai kegiatan seperti petunjukan kesenian, hiburan, permainan anak-anak, olahraga, lomba-lomba, parade sepeda dankegiatan festival jalanan lainnya. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan suasana yang berbeda pada kota tersebut.Melihat kegiatan CFD yang banyak diminati oleh masyarakat kota Jakarta, CFD jugamemberikan manfaat yang banyak dan berdampak pula pada kualitas udara yang kotor olehtransportasi darat. Sejak tahun 2005, melalui Perda No.2 tahun 2005 tentang PengendalianPencemaran Udara, Pemprov DKI Jakarta mempunyai kewajiban untuk melaksanakan HariBebas Kendaraan Bermotor (HBKB), sebulan sekali di kawasan-kawasan tertentu di 5 wilayahDKI Jakarta. Untuk melaksanakannya, Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan IntruksiGubernur No. 3 Tahun 2007 tentang pelaksanaan HBKB.
5
Suksesnya HBKB memicu Gubernur DKI Jakarta menjadi semakin gencar mengadakannya, sejak pertengahan tahun 2009 HBKBsudah bisa diberlakukan setiap seminggu sekali, dengan demikian Ibukota Jakarta mendapatapresiasi dari dunia. Sehingga sekarang ini HBKB sudah meluas sampai jalan Pemuda JakartaTimur.
Sejarah Car Free Day International
Telah dimulai sejak jaman krisis minyak di tahun 70an di Amerika dan dilaksanakan di beberapa kota eropa pada awal 90an. Acara Car Free Day International mulai diselenggarakandi kota-kota Eropa pada tahun 1999 yang merupakan proyek percontohan kampanye Uni Eropa”Kota tanpa Mobil” (”In Town Without My Car”) kampanye ini terus berlanjut hingga kinidalam ventuk Minggu Mobilitas Eropa (European Mobility Week). CFD telah dilaksanakan dilebih dari 1500 kota di 40 negara melalui penutupan sebuah penggal jalan untuk kemudianmengisinya dengan berbagai kegiatan seperti festival jalanan, bazar, parade sepeda, dankegiatan lainnya. Penutupan jalan akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali berjalan kaki di jalan-jalan yang biasanya dijejali oleh kendaraan pribadi. Untuk mengetahui hasil yang lebih nyata, kegiatan ini perlu di lengkapi dengan pengukuran kualitasudara dan kualitas suara serta lalu lintas kendaraan selama dan sesudah pelaksanaan CFD. Hasil pengukuran akan menjadikan advokasi kebijakan dan kampanye pentingnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
6
Potret Arena Jalan M.H Thamrin
Jalan M.H Thamrin salah satu yang terpilih sebagai kawasan CFD, jalan ini merupakansuperblok dari Jakarta Pusat dengan gedung-gedung pencakar langit yang mewah, hotelmewah, supermarket yang mahal, kantor-kantor pemerintah, bank-bank ternama dan lainsebagainya. Dari mulai Bunderan Hotel Indonesia (Bunderan HI) sampai Patung Arjunaterdapat bangunan-bangunan perkantoran, pada jalan ini sangat jarang sekali ditemuinya perumahan-perumahan penduduk. Plaza Indonesia, Grand Indonesia dan Sarinah
The Departement Store
banyak di kunjungi oleh masyarkat lokal maupun interlokal. Belum lagihotel-hotel mewah seperti Hotel Grand Hyatt Indonesia, Hotel Nikko Jakarta dan Hotel Sari
5
Ibid.,
6
 
 Ibid.,
- 3 -

Activity (30)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Saputra Zamri liked this
dewil_30 liked this
Dina Yuliana liked this
Dina Yuliana liked this
Sharon Angellina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->