Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Implementasi Knowledge Management

Implementasi Knowledge Management

Ratings: (0)|Views: 629|Likes:
Published by kozokozi

More info:

Published by: kozokozi on Feb 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

 
Implementasi
 Knowledge Management
pada APTEKINDO, Pembentukan
SharingCulture
antar Pendidikan Teknologi dan Kejuruan di Indonesia
1)
 
Yuyun Estriyanto, MT
2)
, Taufiq Lilo Adi Sucipto, MT
3)
 
1)
Disampaikan dalam Konvensi Nasional IV APTEKINDO, 3-6 Juni 2008
2)
Dosen Pendidikan Teknik Mesin JPTK FKIP UNS
3)
Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan JPTK FKIP UNS
Abstrak
Tulisan ini merupakan gagasan untuk mengimplementasikan suatu sistemmanajemen pengetahuan sebagai tindakan nyata dalam upaya optimasipendidikan kejuruan dalam pengembangan SDM nasional.
Knowledgemanagement 
merupakan teknik mengorganisasi
knowledge
dalam sebuahoraganisasi. Tujuannya adalah mempercepat terjadinya inovasi denganmeningkatkan efektititas dan efisiensi penyerapan
knowledge
melalui proses
knowledge sharing
. Empat aktifitas yang mendasari
knowledge management system
adalah
using knowledge
,
 finding knowledge
,
creating knowledge
dan
 packaging knowledge.
Dalam proses ini dituntut kemampuan untuk mengkonversi
tacit knowledge
menjadi
explicit knowledge
sehingga bisaditransfer kepada orang lain. Mengingat latar belakang anggota APTEKINDOyang berasal dari seluruh pelosok nusantara maka
web based knowledgemanagement system
merupakan pilihan terbaik. Sistem ini terbangun atasbanyak aspek, namun bisa dilakukan berbagai penyederhanaan sehingga bisadiwujudkan dalam bentuk 
knowledge management portal
. Supaya sistem inidapat terbangun dengan baik, perlu dibudayakan sikap menciptakan,menangkap, menjaring, menyimpan, mengolah, dan menyebarluaskan
knowledge.
 Kata Kunci:
 APTEKINDO, knowledge management, OKMS, tacit knowledge,explicit knowledge
A.
 
Pendahuluan
APTEKINDO, akronim dari Asosiasi Pendidikan Teknik dan Kejuruan Indonesia,merupakan asosiasi institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan calon gurupendidikan teknologi dan kejuruan, Sekolah Menengah Kejuruan, Program Diploma,Politeknik dan Lembaga Diklat di Indonesia. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah 1)Turut aktif dalam upaya menyukseskan pembangunan nasional, khususnya dibidangpendidikan dengan jalan memberikan sumbangan pemikiran dan menunjang pelaksanaanprogram yang menjadi garis kebijaksanaan pemerintah, 2) Mengembangkan serta memajukanpendidikan kejuruan sebagai ilmu profesi dalam rangka ikut mempersiapkan sumberdayamanusia yang berkualitas tinggi di Indonesia, 3) Mengupayakan pengembangan dankemajuan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan(LPTK-PTK) Universitas dan institusi pendidikan kejuruan lainnya, 4) Mengupayakanpengembangan ketenagakerjaan dalam arti seluas-luasnya, dan 5) Mempertinggiprofessionalisme tenaga kependidikan kejuruan sesuai dengan tuntutan perkembanganmasyarakat
[1]
.Sedangkan Fungsi APTEKINDO yaitu: 1) Sebagai inovator dan inisiator dalamperumusan kebijakan pendidikan kejuruan, 2) Sebagai wadah persatuan, pembinaan danpengembangan anggota dalam upaya mencapai tujuan organisasi, 3) Sebagai wadah peranserta profesional pendidikan kejuruan dalam usaha menyukseskan pembangunan nasional, 4)Sebagai sarana penyalur aspirasi anggota serta sarana komunikasi sosial timbal balik antarorganisasi kemasyarakatan dan pemerintah, 5) Ikut serta berperan dalam proses pengawasan
 
mutu pendidikan kejuruan di Indonesia, dan 6) Memberikan advokasi kepada anggotaAPTEKINDO
[1]
. Tujuan dan fungsi APTEKINDO ini tidak akan tercapai jika tidak ada
resource sharing
yang meliputi kepakaran, fasilitas, dan pengetahuan antar sesama anggotaAPTEKINDO.Anggota APTEKINDO terdiri dari Institusi Pendidikan Tinggi, Politeknik, SMK danLemdiklat dengan lokasi masing-masing anggota tersebar di seluruh nusantara, yangberjauhan secara geografis. Dengan kondisi seperti itu maka
sharing
fasilitas sepertiperalatan praktek, workshop, dan laboratorium hanya dapat dilakukan antar sesama anggotayang lokasinya berdekatan, sedangkan untuk 
sharing knowledge
dan kepakaran masih relatif  jarang dilakukan.Acara
sharing
semacam ini masih terbatas pada acara rutin pertemuan dalam bentuk konvensi dua tahunan anggota APTEKINDO sehingga bisa dikatakan
sharing resources
pada jaringan APTEKINDO belum berfungsi maksimal, mengingat:a.
 
Acara konvensi rutin dua tahunan tersebut umumnya tidak dapat dihadiri oleh seluruhdosen (peneliti) dari seluruh perguruan tinggi anggota karena keterbatasan waktuserta anggaran. Oleh karena itu, dosen yang tidak hadir dalam pertemuan tersebutsering kali tidak mengetahui hal-hal yang dibahas pada pertemuan tersebut.b.
 
Pembicaraan yang disampaikan dalam acara tersebut seringkali hanya seputarkebijakan dan manajemen organisasi, sedangkan presentasi kepakaran masih sangatminim.c.
 
Dokumentasi database hasil tiap-tiap pertemuan masih dilakukan secara manual, yaituberbentuk CD, prosiding, maupun tersimpan dalam
hardisk 
panitia penyelenggara.Kondisi ini mencerminkan bahwa kondisi manajemen
knowledge
dalamAPTEKINDO belum terkonsep dengan baik sehingga belum saling memberikan manfaatpositif antar sesama anggotanya. Dengan manajemen yang baik, banyak manfaat yang bisadipetik misalnya mengenai manajemen pembelajaran, kurikulum, kepakaran bidang tertentu,pengembangan karir, dan sebagainya. Untuk mewujudkan hal tersebut harus dibudayakankebiasaan menulis dan mem-
 publish
tulisan. Selain itu diperlukan juga sistem manajemen
knowledge
yang secara nasional tidak hanya dapat diakses oleh seluruh anggotaAPTEKINDO, namun juga menuntut para anggotanya untuk mem-
 publish
ide, gagasan, atauhasil penelitiannya. Selain itu, wadah untuk menanggapi (diskusi) topik yang telah dipostingoleh member juga harus tersedia. Sistem manajemen
knowledge
organisasi semacam inidikenal dengan istilah OKMS (
Organisation Knowledge Management System)
. Padadasarnya proses manajemen knowledge meliputi 4 fungsi pokok, yaitu
using knowledge
 (penggunaan
knowledge
)
 
,
 finding knowledge
(
 penemuan knowledge
),
creating knowledge
(pembuatan
knowledge
) serta
 packaging knowledge
(pengemasan
knowledge
).DIKTI sebagai induk seluruh perguruan tinggi di Indonesia telah melaksanakanprogram INHERENT yang tujuannya adalah memfasilitasi terjadinya
resource
 
sharing
antarperguruan tinggi di Indonesia dengan menyediakan jaringan dengan kapasitas yang memadai(155 Mbps). Oleh karena itu, jaringan yang telah dibangun atas program INHERENT ini akansemakin berarti jika dipergunakan untuk melaksanakan program
knowledge management 
 secara lebih terkonsep. Gagasan pembangunan
knowledge infrastructure
berbasis
knowledgemanagement 
di Indonesia yang pertama kali dipromotori oleh KMRG ITB (
Knowledge Management Research Group
) yang diketuai oleh Ismail Fahmi
[5]
. Infrastruktur dibangunberbasis
web
dengan tujuan supaya terjadi tolong-menolong (
sharing
) antar sesama insitutusipendidikan di Indonesia dalam usaha mencerdaskan bangsa.
B.
 
Permasalahan
Makalah ini mengemukakan gagasan mengenai implementasi
knowledgemanagement 
pada APTEKINDO untuk mengelola
knowledge
yang dimiliki oleh anggotaAPTEKINDO sehingga terwujud budaya
sharing
antar sesame anggota APTEKINDO.Terbentuknya konsep APTEKINDO
Organizational Knowledge Management 
 
Systems
yang merupakan implementasi manajemen
knowledge
dengan memberdayakanke empat fungsi yaitu :
using knowledge
,
 finding knowledge
,
creating knowledge
dan
 packaging knowledge
yang dapat diimplementasikan di organisasi APTEKINDO, sertamembangun budaya
knowledge sharing
di kalangan dosen, peneliti, dan praktisi padanstitusi anggota APTEKINDO sehingga diharapkan dapat mendorong untuk berinovasibaik secara kelompok ataupun individu.Permasalahan dirumuskan sebagai berikut:a.
 
Bagaimanakah membangun budaya
knowledge sharing
antar sesama anggotaAPTEKINDO untuk percepatan pengembangan institusi anggota?b.
 
Bagaimanakah konsep
Knowledge Management System
untuk APTEKINDO(selanjutnya disebut dengan APTEKINDO
Knowledge Management System
) dalamrangka optimasi pendidikan kejuruan dalam rangka pengembangan SDM nasional?
C.
 
Kajian Teori
1.
 
Pengertian
Knowledge
 Davenport dan Prusak membedakan pengertian antara data, informasi danpengetahuan
[3]
yaitu : “
knowledge is neither data nor information, though it related to both,and the differences between these terms are often a matter of degree
”. Pengetahuan bukansekedar data atau informasi, akan tetapi berhubungan dengan keduanya, dan perbedaan antaraistilah-istilah ini sering kali adalah derajat kemateriannya.Kebanyakan organisasi belum atau tidak mengetahui potensi
knowledge
 tersembunyi yang dimiliki oleh anggotanya. Hal ini juga terjadi di lingkungan perguruantinggi, termasuk asosiasi semacam APTEKINDO. Riset Delphi Group menunjukkanbahwa
knowledge
dalam organisasi tersimpan dalam struktur
[2]
:-
 
42 % dipikiran (otak) karyawan;-
 
26 % dokumen kertas;-
 
20 % dokumen elektronik;-
 
12%
knowledge
base elektronik.Data ini menceritakan bahwa porsi
knowledge
yang paling besar (42%) tersimpandalam otak saja. Knowledge semacam ini disebut dengan
tacit knowledge
, yaitu pengetahuanyang tersembunyi. Sedangkan materialisasi
knowledge
berbentuk dokumen kertas (26%),dokumen elektronik (20%) dan benda elektronik berbasis
knowledge
(12%). Potensi
tacit knowledge
tersebut harus digali untuk kemudian dieksplisitkan untuk kemudian diorganisirbersama komponen
knowledge
yang lain supaya bisa di-
trasfer 
kepada orang lain.2.
 
Pengertian
Knowledge Management System
 Skyrme mengemukakan definisi
[5]
:
Knowledge Management is the explicit and systematic management of vital knowledge and its associated processes of creation,organisation, diffusion, use and exploitation”
.
Knowledge management 
merupakanmanajemen pengetahuan vital secara eksplisit dan sistematis dan proses yang berasosiasi padapembentukan, pengorganisasian, difusi, penggunaan dan eksploitasi.Definisi tersebut bukanlah satu-satunya definisi yang benar secara mutlak karenatidak ada definisi yang universal mengenai
knowledge management 
. Defini tersebutmerupakan definisi rumusan Skyrme yang paling merepresentasikan pengertian
knowledgemanagement 
berdasarkan pengalaman dan kepakarannya. Definisi yang lain menyebutkan
[2]
 
KM is the ‘process through which organizations generate value from intellectual and knowledge based assets
”, maksudnya,
knowledge management 
adalah proses bagaimanasebuah organisasi mengambil keuntungan dari aset berbasis intelektual dan pengetahuan.3.
 
Penciptaan dan Pengembangan
Knowledge
 Penciptaan pengetahuan melibatkan lima langkah utama, Von Krogh, Ichiyo sertaNonaka mengemukakan bahwa penciptaan pengetahuan organisasional terdiri dari limalangkah utama yaitu
[3]
:

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fajar Hamid liked this
Ika Risdiana liked this
Yasaefa Asra liked this
Shantii Maulanii liked this
'Alfiyan 'exe liked this
Fajar Muhammad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->