Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Atmosfer bumi mengandung molekul gas kecil dan partikel (butiran) debu.Sinarmatahari yang memasuki atmosfer tersebut bertemu dengan molekul gas danpartikel debu tadi.Warna sinar yang memiliki gelombang sinar yang lebih panjangseperti merah dan kuning dapat melewati dan menembus molekul gas dan debutadi.Tetapi warna biru yang memiliki gelombang sinar lebih pendek dipantulkankembali keatas atmosfir.Itulah mengapa langit terlihat berwarna biru.Prinsip yangsama berlaku juga dengan air di laut atau danau yang terlihat berwarna biru.
Mengapa Matahari Berwarna Merah Saat Terbit DanTerbenam ?
Saat matahari terbit dan terbenam, sinar matahari melakukan perjalanan yanglebih panjang dibandingkan dengan diwaktu lain seperti siang karena jarak antarakita dan matahari di waktu terbit dan terbenam lebih jauh dibandingkan diwaktusiang.Warna sinar yang mampu mencapai kita adalah warna yang mempunyaigelombang sinar lebih panjang yaitu merah.Inilah sebabnya mengapa matahariterlihat merah diwaktu tersebut.
PenemuanSabun di Dunia Islam
Salah satu penemuan pen ting yang dicapai umat Is lam di era keemasan ada lah sabun.Sejak abad ke- 7 M, umat Muslim te lah mengembangkan se bu ah gaya hidup higienisyang mu takhir. Menurut Ahmad Y Al-Hassan da lam bukunya berjudul, Tech nologyTransfer in the Chemical Industries, kota-kota Islam seperti Nablus (Palestina), Kufah(Irak), dan Basrah (Irak) telah menjadi sentra industri sabun.‘’Sabun yang kita kenal hariini adalah warisan dari peradaban Is lam,’’ papar Al-Hassan. Menurut Al-Hassan, sabunyang terbuat da ri minyak sayuran, seperti minyak zaitun serta minyak aroma, perta ma
 
kali diproduksi para kimiawan Muslim di era kekhalifahan. Salah seorang sarjana Muslimyang telah mampu menciptakan formula sa bun adalah Al-Razikimiawan legendaris dariPersia.‘’Hingga kini, formula untuk mem buat sabun tak pernah ber ubah,’’ cetus Al-Hassan.Sabun yang dibuat umat Muslim di zaman ke jayaan sudah menggunakan pe warna dan pewangi. Selain itu, ada sabun cair dan ada pula sabun ba tangan. Bahkan, pada masa itusudah tercipta sabun khusus untuk mencukur kumis dan janggut. Harga sabun pada 981M berki sar tiga Dirham (koin perak) atau setara 0,3 Dinar (koin emas). Resep pembuatansabun di dunia Islam juga telah ditulis seorang dokter terkemuka dari AndalusiaSpa nyolIslambernama Abu Al-Qa sim Al-Zahrawi alias Abulcassis (936-1013 M).Ahli kosmetik ini me maparkan tata cara membuat sa bun dalam kitabnya yang monumental bertajuk, Al-Tasreef. Al-Tasreef merupakan ensiklopedia kedokteran yang terdiri atas30 volume. Kitab itu telah diterje mah kan ke dalam bahasa Latin dan digunakan sebagai buku refe r ensi utama di sejumlah universitas Eropa terkemuka. Sang dokter memaparkan resep-resep pembuatan beragam alat kosmetik pada volu me ke-19 dalam kitabAl-Tasreef. Selain itu, resep pembuatan sabun yang lengkap tercatat dalam sebuah risalah bertarikh abad 13 M. Manuskrip itu memaparkan se cara jelas dan detail tata cara pembuatan sabun. Fakta ini menunjukkan betapa dunia Islam telah jauh lebih majudibandingkan peradaban Barat. Masyarakat Barat, khususnya Eropa, diperkirakan barumengenal pembuatan sabun pada abad ke-16 M. Namun, Sherwood Tay lor (1957) dalam bukunya berjudul, A History of IndustrialChemistry, menyatakan, peradaban Barat baru menguasai pembuatan sabun pada abadke-18 M. Sejatinya, menurut RJ Forbes (1965) dalam bukunya bertajuk, Studies inAncient Techno logy, campuran yang mengandung sabun telah digunakan diMesopotamia.‘’Mereka belum mengenal sabun, tapi beberapa deterjen telah digunakan,’’ ungkapForbes. Menurut dia, dunia klasik belum memiliki deterjen yang lebih baik. Penemuansabun yang tergolong modern memang baru diciptakan pada masa kejayaan Islam.Sejarah pembuatan sabun di dunia Islam dicatat secara baik oleh Raja Al- Muzaffar Yusuf ibn `Umar ibn `Ali ibn Rasul ( wafat 1294 M). Dia adalah seorang Raja Yamanyang berasal dari Dinasti Bani Rasul yang kedua.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more