Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TARIKH TASYRI

TARIKH TASYRI

Ratings: (0)|Views: 530 |Likes:
Published by Qu Quw

More info:

Published by: Qu Quw on Feb 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2011

pdf

text

original

 
 
A. Sejarah Timbulnya Madzhab
Dari fragmentasi sejarah, bahwa munculnya madzhab-madzhab fiqih pada periodeini merupakan puncak Dari perjalanan kesejarahan tasyri’. Bahwa munculnya madzhab-madzhab fiqih itu lahir dari perkembangan sejarah sendiri, bukan karena pengaruh hokumromawi sebagaimana yang dituduhkan oleh para orientalis.Fenomena perkembangan tadyrik pada periode ini, seperti tumbuh suburnyakajian-kajian ilmiah, kebebasan berpendapat, banyaknya fatwa-fatwa dan kodifikasi ilmu, bahwa tasyrimemiliki keterkaitan sejarah yang panjangdan tidak dapat dipisahkanantara satu dengan lainnya.Munculnya madzhab dalam sejarah terlihat adanya pemikirah fiqih dari zamansahabat, tabi’in hingga muncul madzhab-madzhabfiqih pada periode ini. Seperti contohhokum yang dipertentangkan oleh Umar bin Khattab dengan Ali bin Abi Thalib ialahmasa ‘iddah wanita hamil yang ditinggalk mati oleh suaminya. Golongan sahabat berbeda pendapat dan mengikuti salah satu pendapat tersebut, sehingga munculnya madzhab-madzhab yang dianut.Di samping itu, adanya pengaruh turun temurun dari ulama-ulama yang hidupsebelumnya tentang timbulnya madzhab tasyri’, ada beberapa faktor yang mendorong,diantaranya :1.Karena semakin meluasnya wilayah kekuasaan Islam sehingga hukumislampun menghadapi berbagai macam masyarakat yang berbeda-beda tradisinya.2.Muncunya ulama-ulama besar pendiri madzhab-madzhab fiqih berusahamenyebarluaskan pemahamannya dengan mendirikanpusat-pusat study tentangfiqih, yang diberi nama
 Al-Madzhab
atau
 Al-Madrasah
yang diterjemahkan oleh bangsa barat menjadi school, kemudian usaha tersebut dijadikan oleh murid-muridnya.3.Adanya kecenderungan masyarakat islam ketika memilih salah satu pendapat dari ulama-ulama madzhab ketika menghadapi masalah hokum.Sehingga pemerintah (kholifah) merasa perlu menegakkan hokum islam dalam pemerintahannya.4.Permasalahan politik, perbedaan pendapat di kalangan muslim awaltrntang masalah politik seperti pengangkatan kholifah-kholifah dari suku apa, ikutmemberikan saham bagi munculnya berbagai madzhab hukum islam. 
B. Dasar Pemikiran dan perkembangan Madzhab hukum islam
Berkembangnya dua aliran ijtihad rasionalisme dan tradisinalisme telahmelahirkan madzhab-madzhab fiqih islam yang mempunyai metodologi kajian hukum
 
serta fatwa-fatwa fiqih tersendiri, dan mempunyai pengikut dari berbagai laposanmasyarakat. Dalam sejarah pengkajian hukum islam dikenal beberapa madzhab fiqihyang secara umum terbagi dua, yaitu madzhab
 sunni
dan madzhab
 syi’i
. Di kalanganSunni terdapat beberapa madzhab, yaitu
hanafi, maliki, syafi’i
dan
hambali
. Sedangkan dikalangan syiah terdapat dua madzhab fiqih, yaitu
 Zaidiyah
dan
 Ja’fariah.
 Namun yangmasih berkembang kini hanyalah madzhab
 Ja’fariah
dan
Syi’ah Imamiyah.
a.
 
Madzhab-madzhab fiqih dari golongan Sunni1.
 
Madzhab HanafiMadzhab ini didirikan oleh Abu Hanifah yang nama lengkapnya al- Nu’man ibn Tsabit ibn Zuthi (80-150 H). Ia dilahirkan di kufah, ia lahir padazaman dinasti Umayyah tepatnya pada zamankekuasaan Abdul malik ibnMarwan.Pada awalnya Abu hanifah adalah seorang pedagang, atas anjuran al-Syabiia kemudian menjadi pengembang ilmu. Abu Hanifah belajar fiqih kepada ulamaaliran irak (ra’yu). Imam Abu Hanifah mengajak kepada kebebasan berfikir dalammemecahkan masalah-masalah baru yang belum terdapat dalam al-Qur’an dan al-Sunnah. Ia banyak mengandalkan qiyas (analogi) dalam menentukan hukum.Di bawah ini akan dipaparkan beberapa contoh ijtijad Abu Hanifah,diantaranya :
o
 
Bahwa perempuan boleh jadi hakim di pengadilan yang tugas khususnyamenangani perkara perdata, bukan perkara pidana. Alasannya karena perempuan tidak boleh menjadi saksi pidana. Dengan demikian, metodeijtihad yang digunakan adalah qiyas dengan menjadikan kesaksian sebagai al-ashl dan menjadikan hukum perempuan senagai far’.
o
 
Abu hanifah dan ulama kufah berpendapat bahwa sholat gerhana dilakukandua rakaat sebagai mana sholat ’id tidak dilakukan dua kali ruku’ dalam saturakaat.Imam Abu Hanifah dikenal sebagai ulama yang luas ilmunya dan sempat pula menambah pengalaman dalam masalah politik, karena di masa hidupnya iamengalami situasi perpindahan kekuasaan dari khlifah Bani Umayyah kepadakhalifah Bani Abbasiyah, yang tentunya mengalami perubahan situasi yang sangat berbeda antarta kedua masa tersebut.Madzhab hanafi berkembang karena kegigihan murid-muridnyamenyebarkan ke masyarakat luas, namun kadang-kadang ada pendapat muridyang bertentangan dengfan pendapat gurunya, maka itulah salah satu ciri khas
 
fiqih Hanafiyah yang terkadang memuat bantahan gurunya terhadap ulama fiqihyang hidup di masanya.Ulama Hanafiyah menyusun kitab-kitab fiqih, diantaranya
 Jami’ al- Fushulai, Dlarar al-Hukkam, kitab al-Fiqh dan qawaid al-Fiqh
, dan lain-lain.Dasar-dasar Madzhab Hanafi adalah :
o
 
Al-Qur’anul Karim
o
 
Sunnah Rosu dan atsar yang shahih lagi masyhur 
o
 
Fatwa sahabat
o
 
Qiyas
o
 
Istihsan
o
 
Adat dan uruf masyarakatMurid imam Abu Hanifah yang terkenal dan yang meneruskan pemikiran- pemikirannya adalah : Imam Abu Yusuf al-An sharg, Imam Muhammad bin al-Hasan al-Syaibani, dll. 2.
 
Madzhab MalikiMadzhab ini dibangun oleh Maliki bin Annas. Ia dilahirkan di madinah pada tahun 93 H. Imam Malik belajar qira’ah kepada Nafi’ bin Abi Ha’im. Ia belajar hadits kepada ulama madinah seperti Ibn Syihab al-Zuhri.Karyanya yang terkenal adalah kitab al-Muwatta’, sebuah kitab hadits bergaya fiqh. Inilah kitab tertua hadits dan fiqh tertua yang masih kita jumpai. Diaseorang Imam dalam ilmu hadits dan fiqih sekaligus. Orang sudah setuju ataskeutamaan dan kepemimpinannya dalam dua ilmu ini. Dalam fatwqa hukumnya ia bersandar pada kitab Allah kemudian pada as-Sunnah. Tetapi beliaumendahulukan amalan penduduk madinah dari pada hadits ahad, dalam inidisebabkan karena beliau berpendirian pada penduduk madinah itu mewarisi darisahabat.Setelah as-Sunnah, Malik kembali ke qiyas. Satu hal yang tidak diragukanlagi bahwa persoalan-persoalan dibina atas dasar mashutih mursalah.As-Ayafi’i menerima hadits darinya dan mahir ilmu fiqih kepadanya.Penduduk mesir, maghribi dan andalas banyak mendatangi kuliah-kuliahnya danmemperoleh manfaat besar darinya, serta menyebar luaskan di negeri mereka.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wanda Pratama liked this
Nasihin Amin liked this
kharijadhi liked this
yp_danxxer liked this
hoiriyah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->