Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hakikat Baik Dan Buruk Dari Sudut Pandang

Hakikat Baik Dan Buruk Dari Sudut Pandang

Ratings: (0)|Views: 1,002|Likes:
Published by fadelput

More info:

Published by: fadelput on Feb 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

 
HAKIKAT BAIK DAN BURUKDARI SUDUT PANDANG AKHLAK TASAWUF
Pendahuluan
Dalam setiap perbuatan manusia ada yang baik dan ada yang tidak baik. Kadang-kadang disuatu tempat, perbuatan itu dianggap salah atau buruk. Hati manusiamemiliki perasaan dan dapat mengenal, perbuatan itu benar atau salah dan baik atauburuk.Penilaian terhadap suatu perbuatan adalah relative, hal ini disebabkan adanyaperbedaan tolok ukur yang digunakan untuk penilaian tersebut. Perbuatan tolok ukurtersebut disebabkan karena adanya perbedaan agama, kepercayaan cara berfikir,ideology, lingkungan hidup dan sebagainya.Ada pendapat yang mengatakan bahwa setiap manusia mempunyai kekuataninsting. Hal ini berfungsi bagi manusia untuk membedakan mana yang benar danmana yang salah, yang berbeda-beda, karena pengaruh kondisi dan situasi lingkungan.Dan seandainya satu lingkungan pun belum tentu mempunyai kesamaan insting.Kemudian pada diri manusia juga mempunyai ilham yang dapat mengenal nilaisesuatu itu baik atau buruk 
1
.
Pembahasan
Pengertian “baik” menurut Ethik adalah suatu yang berharga untuk suatau tujuan.Sebaiknya yang tidak berharga, tidak berguna untuk tujuan, apabila merugikan, atauyang menyebabkan tidak tercapainya tujuan adalah “buruk”.Seperti halnya pengertian benar salah, maka pengertian baik dan buruk juga adaynag subyektif dan relative, baik bagi seseorang belum tentu baik bagi orang lain.Sesuatu itu baik bagi seseorang apabila hal ini sesuai dan berguna untuk tujuannya.Hal yang sama adalah mungkin buruk bagi orang lain, karena hal tersebut tidak 
 
akanberguna bagi tujuannya
.
Masing-masing orang mempunyai tujuannya uang berbeda-beda, bahkan ada yang bertentangan, sehingga yang berharga untuk seseorang atauuntuk sesuatu golongan berbeda dengan yang berharga untuk orang atau golonganlain
2
.
1
Mustofa, “
 AHLAK TASAWUF”
, Pustaka setia: Bandung 1997, hal 53.
2
Ibid, hal 56.
 
Para filosof dan teolog sering membahas tentang arti baik dan buruk, serta tentangpencipta kelakuan tersebut, yakni apakah kelakuan itu merupakan hasil pilihan atauperbuatan manusia sendiri, ataukah berada diluar kemampuannya? Hal ini tidak bisadipungkiri bahwa manusia memiliki dua potensi kelakuan yaitu kelakuan baik danburuk, seperti yang diuraikan dalam Al-Qur’an antara lain:
"  ) "  :(
“Maka kami telah memberi petunjuk (kepada)-nya (manusia) dua jalan mendaki(baik dan buruk)”
 
QS.
 
 Al-Balad 90:10.
"  .  " 
“Dan (demi) jiwa serta penyempurnaan ciptaanya, maka Allah mengilhami (jiwamanusia) kedurhakaan dan ketakwaan” QS. As-Syams 91:7-8.
Walaupun kedua potensi ini terdapat dalam diri manusia, namun ditemukanisyarat-isyarat dalam Al-Qur’an bahwa kebajikan lebih dahulu menghiasi diri manusiadaripada kejahatan, dan bahwa manusia pada dasarnya cenderung kepada kebajikan
3
.Kemudian pada dasarnya seorang sufi berupaya menghias diri dengan apa yangbaik menurut lingkungan
(al-ma’ruf)
, maupun menurut agama yang bersifat
(al-khair)
 seperti yang di katakan oleh Abu Muhammad Al-Jarisi bahwa tasauf ialah:
"         " 
“Masuk dalam akhlak yang mulia dan keluar dari semua akhlak yang hina”(dalam al-Qusyairi, 1940: 138)
Senada dalam pengertian tersebut, Al-Kanay menyatakan bahwa tasawuf adalah:
"          "
“Tasawuf adalah, akhlak mulia. Barang siapa yang bertambah baik akhlaknya,maka bertambah pula kejernihan hatinya”
(dalam al-Qusyairi: 1940:139).Dari kedua ungkapan ini dapat diungkapkan secara sederhana bahwa tasawuf ialah kesadaran adanya komunikasi dan dialog langsung antara seorang muslimdengan Tuhan. Tasawuf merupakan suatu system latihan dengan penuh kesungguhan
(riyadhah - Mujahadah)
untuk membersihkan, mempertinggi dan memperdalamseseorang hanya tertuju kepada-Nya oleh karena itu untuk Al-
Suhrawardi mengatakanbahwa semua tindakan
(al-amal)
yang mulia adalah tasawuf 
(Al-Suhar wardi, 1358).
Dengan pengertian semacam ini, maka dapat dikatakan bahwa tasawuf adalahbagian dari ajaran Islam, karena ia membina akhlak manusia (sebagaimana Islam juga
3
M. Quraish Shihab, “
WAWASAN AL-QUR’AN”
, Mizan : Jakarta 2003, hal 254.
 
diturunkan dalam rangka membina akhlak manusia) diatas bumi ini, agar tercapaikebahagiaan dan kesempurnaan kehidupan lahir batin, dunia dan akhirat
4
.Dari berbagai ajaran-ajaran telah jelas bahwa Islam datang untuk membawamanusia dengan langkah-langkah yang besar pindah kealam kehidupan yang cerahdan penuh dengan keutamaan serta adab kesopanan. Islam memandang tahap-tahapperjalanan yang membawa manusia kepada tujuan mulia itu sebagai tugas pokoknya.Melepaskan diri dari tujuan hidup mulia itu dipandang sebagai tindakan keluar relIslam dan menjauhinya.Islam telah menghitung beberapa jenis keutamaan, dan menganjurkan parapengikutnya supaya berpegang teguh pada jenis-jenis keutamaan itu satu demi satu.Apabila kita hendak menghimpun sabda Rasul Allah saw yang berkenaan denganperlunya seseorang muslim menghias diri dengan budi pekerti luhur, dengan sifat-sifatterpuji, seperti dalam sabdanya:
"           " 
“Kekejian dan perbuatan keji, sama sekali bukan ajran Islam. Sesungguhnyaorang yang terbaik keislamannya ialah yang terbaik budi pekertinya”.
Beliau saw juga pernah bersabda:
"            ,    ,        ) "   ( 
“Tiada suatu yang lebih berat bagi timbangan seorang mukmin pada kiamat,dari pada budi pekerti yang baik. Sesungguhnya Allah sangat tidak menyukaikekejian yang nista. Bahwasannya orang yang berbudi pekerti luhur mencapaimartabat orang yang berpuasa dan bersembahyang” (Ahmad bin Hambali).
Nabi Muhammad saw menyerukan manusia supaya melakukan berbagai macamibadah, dan telah mendirikan sebuah negara melalui perjuangan yang panjangmelawan musuh yang banyak jumlahnya, sekalipun ajaran agamanya sedemikiam luasdan segi-segi amal peribadatannya bercabang-cabang namun beliau saw tetapmemberi tahu ummatnya, bahwa timbangan amal kebajiakan yang paling berbobotpada hari perhitungan (kiamat) adalah budi epkerti yang baik.Dan sesungguhnya agama menciptakan hubungan baik antara sesama manusiaberdasarkan budi pekerti luhur, pada hakekatnya yang luhur adalah pembinaan
4
HM.Amin Syukur, “
 Menggugat Tasawuf 
”, Pustaka Pelajar : Yogyakarta 1999, hal 18.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->