Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Candi Borobudur

Candi Borobudur

Ratings: (0)|Views: 323 |Likes:
Published by ilham6509
download informasi candi borobudur
download informasi candi borobudur

More info:

Published by: ilham6509 on Feb 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2011

pdf

text

original

 
Candi Borobudur, Satu dari Tujuh Keajaiban Dunia
Sumber:
Go Archipelago
Topik: 
 Tags:
,
,
,
, 
,
,
,
,
,
,
, 
,
,
,
,
,
,
,
Salah satu agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia adalah Buddha. Hal ini cukup beralasanmengingat ajaran yang satu ini dianut oleh penduduk Indonesia dalam jumlah yang cukup signifikan.Bahkan dalam sejarah perkembangannya di Indonesia, Buddha merupakan agama yang populer diJawa Tengah, yaitu antara tahun 750 – 850 Masehi. Waktu yang cukup singkat memang. Tetapiwalupun demikian, Buddha telah meninggalkan monumen-monumen besarnya di Indonesia, salahsatunya adalah Candi Borobudur, yang merupakan monumen Buddha paling besar dan spektakuler didunia.
Borobudur secara keseluruhanSalah Desain?
Lalu, dimanakah letak kesalahan desain Candi Borobudur? Menurut Dirjen Kebudayaan, I GustiNgurah Anom dalam “Simposium Rahasia di Balik Keagungan Borobudur” yang diselenggarakanDhammasena Universitas Trisakti di Jakarta, pertengahan Maret lalu, kesalahan desain itu diperbaikidengan membuat “kaki tambahan” dan menutupi kaki aslinya. Hal ini dilakukan pada tahap keduapembangunan Borobudur.Adanya dua kaki itu pertama kali diketahui oleh Yzerman (1885) ketika mengadakan penelitian untukpenyelamatan Candi Borobudur dari bahaya kerusakan. Kaki tambahan seperti yang terlihat sekarang,bentuknya sangat sederhana dan sering disebut teras lebar. Teras lebar ini menutupi relief di kaki asli,yang terdiri dari 160 pigura. Di beberapa pigura terdapat tulisan singkat sebagai petunjuk ringkas bagipemahatnya dalam huruf Jawa Kuna. Ternyata kata-kata yang dipergunakan itu juga terdapat dalamkitab Mahakarmavibhangga yang memuat cerita tentang cara kerja hukum karma dalam kehidupan.Mengapa relief di kaki asli Candi Borobudur ditutup memang masih menjadi polemik di kalangan paraarkeolog. Sebagian berpendapat bahwa penutupan ini sekedar masalah teknis agar candi itu tidaklongsor, mengingat kaki aslinya sangat curam. Sebagian lagi mengatakan bahwa penutupan ini karenaalasan keagamaan. Argumentasinya, karena relief di kaki asli menggambarkan kehidupan sehari-hariyang terkadang berkesan sadis, seronok, dan sebagainya. Hal ini dianggap tidak patut diketahui olehumat Buddha yang berkunjung ke Borobudur (Kompas, 7 April 2000)Pertanyaannya sekarang, benarkah pernah terjadi kesalahan desain pada Candi Borobudur? Mengapabisa terjadi? Dan untuk apa sebenarnya desain baru dibuat? Agaknya hanya sang pendiri yang bisamenjawabnya.
Patung Buddha
Pada Candi Borobudur, terdapat patung-patung Buddha dengan 6 macam image atau mudra yangberbeda. Kenam mudra Buddha tersebut adalah:1.
Bhumisparcamudra
atau “memanggil bumi untuk menyaksikan”. Posisi Buddha dimana tangankanan menyentuh bumi, diletakkan di atas lutut kanan, dengan jari-jari menunjuk ke bawah. Mudra
 
ini melambangkan permintaan Buddha kepada Dewa Bumi untuk menyaksikan prilakunya yang benarketika menyangkal tuduhan Mara. Mudra ini ciri khas bagi Dhyani Buddha Aksobhya.2.
 Abhayamudra
. Posisi Buddha dimana tangan kanan diletakkan di atas paha kanan, dengan telapaktangan menghadap ke atas, sebuah posisi yang melambangkan upaya penghalauan terhadap rasatakut. Mudra ini merupakan Dhyani Buddha Amoghasiddi, Buddha Utara.3.
Dhyanamudra
atau “meditasi”. Kedua tangan terbuka dan diletakkan di pangkuan, dimana tangankanan berada di atas tangan kiri, dan kedua ibu jari saling menyentuh satu sama lain. Mudra inidianggap berasal dari Amitabha, Dhyani Buddha Barat.4.
Varamudra
atau “amal”. Tangan kanan diputar ke atas dan jari-jari ke bawah dan diletakkan dilutut kanan. Dhyani Buddha tersebut adalah Ratnasambhava, Buddha Selatan.5.
Virtakamudra
atau posisi menimbang keputusan secara matang, digambarkan dengan posisimengangkat tangan kanan di atas lutut kanan, dengan telapak tangan menghadap ke atas, dan ujung jari telunjuk menyentuh ibu jari. Dhyani Buddha yang dimaksud di sini adalah Budha dari semuaarah.6.
Dharmacakramudra
, atau “perputaran roda Hukum”, yang melambangkan kotbah pertamaSakyamuni di Taman Kijang di Benares. Kedua tangan ditahan di dada, tangan kiri di bawah tangankanan, dan diputar ke atas dengan jari manis menyentuh ibu jari, sedangkan jari manis tangan kananmenyentuh jari kelingking kiri. Posisi tangan yang demikian memberi kesan perputaran roda, dandihubungkan dengan Vairocana, Dhyani Buddha Puncak.
Relief pada Candi Borobudur
Hal lain yang unik dan indah yang bisa kita temui di Candi Borobudur adalah relief yang terukir dipermukaan dinding-dindingnya, dan di sepanjang lorong atau jalan kecil yang terdapat di sini. Padatahap pertama pembangunan Borobudur, terdapat serangkaian relief pada kaki bangunan. Ilustrasiteksnya diambil dari Karmavibhangga (Hukum Sebab Akibat). Teks itu mencerminkan niat baik danimbalannya, tapi lebih menitikberatkan pada hukuman berat bagi mereka yang berniat jahat sepertimembunuh hewan, berkelahi atau penjagalan.Dinding dari galeri pertama didekorasi oleh 4 rangkaian relief: dua pada tembok serambi, dan duapada tembok utama. Kedua rangkaian relief yang terdapat di dinding serambi diambil dari teksJatakas, atau Kisah Kelahiran. Dongeng-dongeng ini menceritakan kehidupan Sakyamuni (BuddhaGautama) dalam berbagai inkarnasi sebelum kelahiran akhirnya sebagai manusia. Tema dari kisah-kisah ini adalah pengorbanan diri sebagai sarana memperoleh kebaikan dan kelahiran yang lebih baikpada kehidupan berikutnya, dengan mencapai nirwana sebagai tujuan akhir.Tingkat dinding utama yang lebih rendah dihias dengan kisah kelahiran yang lain, yang menceritakankehidupan orang-orang lain selain Sakyamuni yang juga memperoleh pencerahan. Berbeda denganajaran Buddha Theravada, dimana didalamnya diyakini bahwa hanya satu orang yang dapatmemperoleh pencerahan pada zaman ini, para pengikut Buddha Mahayana yakin banyak makhlukyang telah mencapai tahap ini. Teks ini disebut Avadanas.Pada tingkat dinding utama yang lebih tinggi, galeri pertamanya mempertunjukkan relief-relief yangmenceritakan kehidupan Sakyamuni (Siddharta Gautama) sepanjang kehidupannya sebagai pangeran
 
yang menjadi guru bertapa. Relief-relief ini dimulai dengan Buddha ketika berada di surga sebelumreinkarnasi terakhirnya, dan berakhir dengan upacara pertamanya di Taman Kijang di Benares. Teksini dinamakan Lalitavista.Rangkaian kelima dan terakhir menempati 3 galeri Borobudur sebelah atas. Teks digunakan sebagaisumber inspirasi yang disebut Gandavyuha. Ukiran ini mengandung cerita seorang pemuda, anakpedagang, bernama Sudhana, yang berguru dari satu guru ke guru lain dalam upaya mencaripencerahan. Sebagian besar relief memperlihatkan adegan pemuda itu bepergian dengan berbagaitransportasi termasuk kereta kuda dan gajah, serta adegan ketika dia berlutut di hadapan paragurunya (kalayanamitra, atau “teman baik”), baik laki-laki, perempuan, anak-anak dan Bodhisattvas.Penjelajahan Sudhana berakhir di Istana Maitreya, Buddha di masa depan, di puncak gunung Sumeru,dimana dia diberi pelajaran dan memiliki berbagai pandangan.Rangkaian terakhir relief yang terdapat di teras bagian atas diambil dari lanjutan teks ini, yangdisebut Bhadracari, dimana Sudhana bersumpah untuk menjadi Bodhisattva, dan mengikuti contohBodhisattva tertentu bernama Samantabhadra.Bhadracari; “Dan kemudian selanjutnya, Raja Buddha akan datang, yang akan menerima pencerahandi masa depan, seperti Raja Maitreya yang mulia dan seterusnya, dan akhirnya Samantabhadra, SangBuddha Masa Depan” Penempatan rangkaian relief pada tingkat paling tinggi dari candi menunjukkan bahwa ini merupakanteks yang paling dihormati oleh pendiri Borobudur. Adegan-adegan relief kelihatannya didesain untukmendorong para pejiarah agar mengikuti contoh Sudhana ketika memanjat gunung, yangmelambangkan tujuan dan sumber kebijaksanaan tertinggi.Secara keseluruhan, tepatlah kiranya kalau kita menyebut candi yang satu ini sangat ajaib (itulahkenapa ia menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia bukan?). Mungkin sebelumnya kita tidak pernahmembayangkan, bahwa di zaman dahulu ada seorang manusia yang mampu merancang danmembangun monumen serumit, sespektaluker, sekaligus seindah Borobudur. Bayangkan saja, batuditumpuk satu per satu hingga membentuk sebuah bangunan tinggi nan indah. Setiap bagiannya punmemilki makna, tidak asal desain. Well, apakah saat ini ada arsitek kita yang mampu membuatbangunan bermutu seperti Candi Borobudur?
Sumber:
1. “Antiquities of Central Java”, Insight Guides Indonesia, APA City Guide Publishing Company Ltd.,1993, hal. 77-782. “Borobudur and The Rise of Buddhism”, Indonesian Heritage: Ancient History, ed. John Miksic,Singapura: Archipelago Press, hal.66-673. “Borobudur: A Prayer in Stone”, Singapura: Archipelago Press, 19904. “Borobudur: Form and Symbolism”, Indonesian Heritage: Ancient History, ed. John Miksic,Singapura: Archipelago Press, hal.68-695. “Borobudur Pernah Salah Desain”, Kompas, 7 April 2000

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
blackstone12 liked this
adebattousai liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->