ini melambangkan permintaan Buddha kepada Dewa Bumi untuk menyaksikan prilakunya yang benarketika menyangkal tuduhan Mara. Mudra ini ciri khas bagi Dhyani Buddha Aksobhya.2.
Abhayamudra
. Posisi Buddha dimana tangan kanan diletakkan di atas paha kanan, dengan telapaktangan menghadap ke atas, sebuah posisi yang melambangkan upaya penghalauan terhadap rasatakut. Mudra ini merupakan Dhyani Buddha Amoghasiddi, Buddha Utara.3.
Dhyanamudra
atau “meditasi”. Kedua tangan terbuka dan diletakkan di pangkuan, dimana tangankanan berada di atas tangan kiri, dan kedua ibu jari saling menyentuh satu sama lain. Mudra inidianggap berasal dari Amitabha, Dhyani Buddha Barat.4.
Varamudra
atau “amal”. Tangan kanan diputar ke atas dan jari-jari ke bawah dan diletakkan dilutut kanan. Dhyani Buddha tersebut adalah Ratnasambhava, Buddha Selatan.5.
Virtakamudra
atau posisi menimbang keputusan secara matang, digambarkan dengan posisimengangkat tangan kanan di atas lutut kanan, dengan telapak tangan menghadap ke atas, dan ujung jari telunjuk menyentuh ibu jari. Dhyani Buddha yang dimaksud di sini adalah Budha dari semuaarah.6.
Dharmacakramudra
, atau “perputaran roda Hukum”, yang melambangkan kotbah pertamaSakyamuni di Taman Kijang di Benares. Kedua tangan ditahan di dada, tangan kiri di bawah tangankanan, dan diputar ke atas dengan jari manis menyentuh ibu jari, sedangkan jari manis tangan kananmenyentuh jari kelingking kiri. Posisi tangan yang demikian memberi kesan perputaran roda, dandihubungkan dengan Vairocana, Dhyani Buddha Puncak.
Relief pada Candi Borobudur
Hal lain yang unik dan indah yang bisa kita temui di Candi Borobudur adalah relief yang terukir dipermukaan dinding-dindingnya, dan di sepanjang lorong atau jalan kecil yang terdapat di sini. Padatahap pertama pembangunan Borobudur, terdapat serangkaian relief pada kaki bangunan. Ilustrasiteksnya diambil dari Karmavibhangga (Hukum Sebab Akibat). Teks itu mencerminkan niat baik danimbalannya, tapi lebih menitikberatkan pada hukuman berat bagi mereka yang berniat jahat sepertimembunuh hewan, berkelahi atau penjagalan.Dinding dari galeri pertama didekorasi oleh 4 rangkaian relief: dua pada tembok serambi, dan duapada tembok utama. Kedua rangkaian relief yang terdapat di dinding serambi diambil dari teksJatakas, atau Kisah Kelahiran. Dongeng-dongeng ini menceritakan kehidupan Sakyamuni (BuddhaGautama) dalam berbagai inkarnasi sebelum kelahiran akhirnya sebagai manusia. Tema dari kisah-kisah ini adalah pengorbanan diri sebagai sarana memperoleh kebaikan dan kelahiran yang lebih baikpada kehidupan berikutnya, dengan mencapai nirwana sebagai tujuan akhir.Tingkat dinding utama yang lebih rendah dihias dengan kisah kelahiran yang lain, yang menceritakankehidupan orang-orang lain selain Sakyamuni yang juga memperoleh pencerahan. Berbeda denganajaran Buddha Theravada, dimana didalamnya diyakini bahwa hanya satu orang yang dapatmemperoleh pencerahan pada zaman ini, para pengikut Buddha Mahayana yakin banyak makhlukyang telah mencapai tahap ini. Teks ini disebut Avadanas.Pada tingkat dinding utama yang lebih tinggi, galeri pertamanya mempertunjukkan relief-relief yangmenceritakan kehidupan Sakyamuni (Siddharta Gautama) sepanjang kehidupannya sebagai pangeran