Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
15Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mengatasi Masalah ANAK

Mengatasi Masalah ANAK

Ratings: (0)|Views: 5,333|Likes:
Published by uzie_dewa

More info:

Published by: uzie_dewa on Feb 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/21/2013

pdf

text

original

 
Kecantikan, Kesehatan, Keluarga, Fashion, Karir dan Cinta
MainSkip to contentSep 19, 2008Browse »Home»Keluarga» Faktor anak malas belajar 
 
Melihat perkembangan jaman akhir-akhir ini dibidang teknologiyang semain canggih membuat beberapa ana
kehilangan minat dalam belajar
.Seringkali orang tua mengeluhkan akan hal ini, memang tidak bisa kita hindari perkembangan IPTEK yang terus maju di Indonesia, meskipun beberapa factor penyebabnya dikarenakan budaya luar yang mulai masuk di Indonesia.Ada baik nya bagi para orang tua mulai mengawasi aktivitas anak, yang mungkin nantinya akan berdampak besar terhadap anak tersebut, maka dari itu inilah pentingnya peranan orang tua didalam keluarga.Beberapa contoh penyebab anak malas belajar, salah satu nya yang paling sering terjadiadalah game, mungkin bukan hal yang aneh lagi jika anak mulai malas belajadikarenakan terlalu asik bermain
play station
atau lain nya. Disini lah para orang tuamulai meng-antisipasi anak-anak nya agar tidak membebaskan dalam bermain.Ada beberapa kemungkinan dari anak yang sering bermain game selain
malas belajar
,diantara nya adalah kurang nya jam istirahat dan lupa segala mulai dari makan, mandidan masih banyak lagi, anda setuju dengan saya..? Jadi mulai sekarang kurangi jam anak dalam bermain.http://www.harianku.com/2008/09/faktor-anak-malas-belajar.html
 
ANAK 
malas belajar sudah menjadi salah satu keluhan umum para orang tua. Kasusyang banyak terjadi di masyarakat adalah anak lebih suka bermain dari pada belajar.Demikian yang diungkapkan psikolog anak Hermin R.Seviana, Psi.Wanita yang akarab disapa Hermin ini menjelaskan, perbuatan malas dijabarkan sebagaitindakan yang tidak mau berbuat sesuatu, segan, tak suka, tak bernafsu. Malas belajar,katanya, memiliki pengertian yang artinya si anak tidak mau, enggan, tak suka, tak  bernafsu untuk melakukan aktivitas belajar.“Jika anak-anak tidak suka belajar dan lebih suka bermain, itu berarti belajar dianggapsebagai kegiatan yang tidak menarik buat mereka, dan mungkin tanpa disadari belajar dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya karena hasilnya tidak secara langsungdapat dinikmati. Bertolak belakang dengan kegiatan bermain yang keuntungannya dapatmereka rasakan secara langsung,” terangnya.Dikatakan, anak yang malas belajar disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor intinsik (dalam diri anak sendiri) dan faktor ekstrintik (dari lingkungan sekitar anak). Faktor intinsik, papar Hermin, terjadi karena kurangnya waktu yang tersedia untuk bermain,kelelahan dalam beraktivitas, misalnya, terlalu banyak bermain atau membantu orang tua,sedang sakit dan masalah IQ/EQ anak. Sedangkan faktor ekstrinsik, biasanya dikarenakansikap orang tua yang tidak memperhatikan anak dalam belajar atau sebaliknya, misalnyamemaksakan anak untuk les ini itu dan sebagainya.“Faktor ekstrinsik juga bisa terjadi kurangnya sarana penunjang belajar anak seperti, meja belajar, buku penunjang , dan penerangan yang bagus dan sebagainya. Atau bisa jugadikarenakan suasana rumah yang tidak nyaman, seperti misalnya rumah penuh dengankegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap,” sebutHermin.Bagaimana mengatasi anak yang malas belajar ini? Hermin mengatakan, langkah pertamayang dilakukan adalah mencari sebab musababnya anak menjadi malas. Langkah berikutnya adalah dengan menanamkan pengertian yang benar tentang seluk-beluk  belajar pada anak sejak dini.“Terangkan makna belajar dengan bahasa yang dimengerti anak. Menumbuhkan inisiatif  belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar  pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang,” bebernya.Ditambahkan, langkah penting lainnya yang harus dilakukan orang tua adalah denganmemberikan contoh “belajar” yang pada anak. Misalnya, ketika menyuruh dan
 
mengawasi anak belajar, orang tua juga perlu untuk terlihat belajar misalnya denganmembaca buku-buku dan sebagainya.Orang tua, tutur Hermin, juga harus menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman pada saat anak belajar. Setidaknya dengan memenuhi kebutuhan sarana belajar,memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar.“Sebagai selingan, orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yangmendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian,” tandasnya.
(dha)

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Feri Susanda liked this
Adellia Regasza liked this
Edy Jembel liked this
Winda Rahayu liked this
Liawati Ito liked this
Mrosdi Yusof liked this
Mrosdi Yusof liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->