Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BELAJAR DENGAN KOMPETISI

BELAJAR DENGAN KOMPETISI

Ratings: (0)|Views: 27|Likes:
Published by wildana wargadinata

More info:

Published by: wildana wargadinata on Mar 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2010

pdf

text

original

 
BELAJAR DENGAN KOMPETISI
(UPAYA MENCIPTAKAN BELAJAR BAHASA YANG TIDAK MENJENUHKAN)
Prawacana
Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia pada umumnya dan di lingkunganPTAI-PTAIN pada khususnya mengalami nasib yang tidak menggembirakan
la yahyawala yamut, wujuduhu kaadamihi.
Tidak pernah berhasil istilah vulgarnya, karena itu perlu ada terobosan-terobosan dan revolusi-revolusi yang produktif kreatif yang berkesinambungan. Tapi tidak melupakan karya-karya lama yang pernah lahir danternyata sangat cemerlang. Nasib kampus kita ini tidak semalang namanya, bahkan sebaliknya adagebrakan-gebrakan yang cukup signifikan sehingga ada dinamika dalam pembelajaranBahasa Arab di kampus kita ini. Ada
harakah arabiyyah
yang dirintis oleh Bapak Rektor, gerakan ini cukup efektif untuk meletakkan dasar lafadh-lafadh Arab di lidahseluruh mahasiswa. Untuk sebuah gebrakan ini cukup luar biasa, tapi gebrakan inimembutuhkan
maintenance
pemeliharaan yang costnya tidak kecil. Mengelola seribulebih manusia, lebih dari seratus dosen dengan 30 kelas lebih, bukan pekerjaan mudahtapi kita cenderung mempermudah. Dan akhirnya kita terjebak dengan rutinitas, jangankan bicara kualitas, untuk menjaga agar kelas tidak kosong sampai saat inimasih sangat berat. Karena itu terobosan dan gebrakan baru terus dibutuhkan, kita butuh perhatian, patron, good father dan ruh al-Quds.Kita telah melakukan itu delapan tahun yang lalu, tapi kita tidak pernahmendengarnya kembali setelah lima tahun ulang tahun PKPBA. Hari ini saya berharap gairah itu kembali muncul, saya ingin menggunakan momen ini untuk membangkitkan dan menggairahkan kembali sebuah gebrakan, sebuah harakaharabiyyah.
Hakekat Belajar Bahasa
Belajar bahasa itu belajar membuka mulut, belajar 
mengo
(pen.) membukamulut lebar-lebar, belajar menyikat gigi, belajar untuk tidak malu meski malu itusebagian dari iman namun dalam konteks ini malu justru menurut saya
minas shaghair,
dosa kecil. Kita harus belajar olah vokal, belajar croak, karena itu yang berhasil adalah tipe-tipe itu. Kalau bergaya sok alim, sok ningrat, ahli kebatinan sayakira sulit berhasil, kalau toh berhasil paling tidak menarik. Belajar bahasa bukan di batin, ini bukan belajar kebatinan tapi justru ini adalah pagelaran, ekspo, dandemonstrasi.Belajar bahasa itu meniru bukan mengarang,
al-lughah hiya al-muhakat.
Kalau belajar bahasa tidak mau meniru itu artinya kita menciptakan bahasa baru.
 Al-lughah hiya tathbiq
. Harus praktek, bisa tidak bisa harus ngomong kapan saja dan dimana saja serta bersama siapa saja.
To be master of language we must listen, speak,read and write a language.
Belajar berbahasa yang tidak menjenuhkan
Secara usia kita tidak diuntungkan, usia mahasiswa adalah usia berfikir, berkreasi, ekspresi sementara bahasa memaksa mereka untuk meniru, mendengar,mengulang. Sungguh pemandangan yang mengerikan penjajahan atas nama pendidikan. Kalau anak itu tidak memiliki kesadaran dan motivasi yang tinggi makayang terjadi adalah kejenuhan dan lebih parah lagi adalah pemberontakan.Kita juga tidak diuntungkan lagi dengan waktu yang amat panjang dari jam 2sampai jam 8 malam sungguh mengerikan. Di tambah dengan bahan ajar yang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->