Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fraktur Ganda Tulang Wajah

Fraktur Ganda Tulang Wajah

Ratings: (0)|Views: 1,185 |Likes:
makalah tutorial DSP 7 angkatan 2007 FKG Unpad
makalah tutorial DSP 7 angkatan 2007 FKG Unpad

More info:

Published by: nisa milati biyantini on Mar 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2013

pdf

text

original

 
Fraktur ganda tulang wajah.Pada fraktur ini, fiksasi terbuka pada segmen maksila membuat basis yang stabil untuk restorasi.Fraktur pertengahan wajah dan fraktur pergeseran kondiler bilateral.Dengan fraktur ini, salah satu fraktur kondiler sebaiknya dibuka untuk mengembalikandimensi vertikal wajah. Jika prosedur ini tidak dilakukan, berbagai jenis
wiring 
suspensi,seperti dari area sutura frontozygomaticus hingga mandibula, akan cenderung kolaps,menghasilkan penampilan wajah yang
 foreshortened 
.Fraktur mandibula tak bergigi dengan pergeseran parah pada fragmen fraktur Reduksi terbuka sebaiknya dipertimbangkan untuk mengembalikan lagi kontinuitasmandibula. Teknik ini terutama membantu pada mandibula nonatrofik di mana tidak adagelgi tiruan, jadi oklusi tidak menjadi hal yang harus diperhatikan. Bone graftsuplemental harus dipertimbangkan pada fraktur mandibula yang atrofik ekstrem.Maksila tak bergigi yang berhadapan dengan fraktur mandibula.Jika maksila yang berlawanan dengan mandibula yang fraktur adalah mandibula tak  bergigi atau tanpa gigi-gigi yang sufisien, sebaiknya dilakukan reduksi terbuka. Reduksiterbuka dengan fiksasi kaku pada fraktur mandibula akan menghilangkan kebutuhanfiksasi intermaksiler. Kalaupun kondisi pasien memungkinkan untuk reduksi tertutup,harus dibuat protesa dulu untuk maksila.Penundaan perawatan dan interposisi jaringan lunak antara fragmen fraktur yang bergeser.Ketika perawatan ditunda dan jaringan lunak menjadi
interposed 
antara fragmen fraktur yang tidak terhubung, reduksi terbuka sebaiknya dilakukan. Seiring waktu, jaringan ikattumbuh di antara fragmen tulang, menghambat osteogenesis. Jika perawatan selesaidilakukan, jaringan parut harus dibuang dan perawatan dilengkapi dengan pendekatanterbuka.MalunionJika hasil perawatan fraktur mandibula kurang baik, berbagai macam osteotomi harusdilakukan melalui pendekatan bedah terbuka.Kondisi sistemik spesial yang kontraindikasi dengan fiksasi intermaksiler Ada situasi yang mana pergerakan mandibular fungsional menjadi penting, dan teknik fiksasi kaku terbuka dapat menjadi pilihan. Sebagai contoh, pasien dengan kesulitanmengontrol tindakan, masalah neurologis atau psikiatris, fungsi pulmonaris yang kurang baik, dan kelainan makan gastrointestinal.Perawatan fraktur mandibulaTeknik untuk reduksi tertutup dan fiksasi maksila dan mandibula bergigi
 Bridle Wire
. Hippocrates adalah orang pertama yang memperkenalkan fungsi kawat ini pada reduksi fraktur mandibula. Tekniknya untuk memakaikan kawat tunggal di
 
sekeliling gigi di sekitar fraktur masih dipakai dalam bedah mulut. Sebuah
bridle wire
sederhana yang dipakaikan mengelilingi gigi sekitar fraktur mandibula dapatmenstabilkan segmen mandibula. Ini membantu mencegah kerusakan jaringan yang lebih jauh, membantu jalan udara, membantu mengurangi sakit dari kedua segmen yang bergerak, dan membantu mencegah
muscle cramping 
.ArmamentariumAnestesi lokalKepala jarum atau
needle holder 
.Kawat
 stainless steel 
ukuran 24 atau 26Setelah anestesi lokal, kedua segmen direduksi manual. Kawat dilingkarkan pada serviks,dan fraktur dirapatkan perlahan. Ketika menstabilkan fraktur secara manual, operator bisamendapatkan reduksi yang lebih baik dengan mengencangkan kawat searah jarum jam.
 Ivy Loops
Ini adalah metode cepat dan mudah untuk mendapatkan fiksasi mandibuler. Loopterbentuk dari kawat ukuran 24 dan dilewatkan di interproksimal dari 2 gigi yang stabil.Ujung-ujung kawat harus mengenai ujung mesial dan distal gigi. Bagian distal kemudianditeruskan ke bawah loop dan dikencangkan ke kawat mesial di arah apikal.
 Arch Bar 
Ada bermacam
arch bar 
yang tersedia untuk mendapatkan fiksasimaksilomandibulerpenempatan
arch bar 
bisa menjadi tugas yang sulit, tergantungkeberadaan gigi geligi dan stabilitasnya pada mandibula yang trauma.ArmamentariumAnestesi lokal
 Arch bar 
Kawat ukuran 24 dan 26Kepala jarumLangkah pertama adalah penyesuaian ukuran
arch bar 
. Bar biasanya dipakaikan di duagigi yang proksimal terhadap fraktur. Adaptasi arch bar terhadap ruang interdentalmembantu memaksimalkan kontak gigi dan bar dan juga mencegah lepasnya bar darigigi.Sekrup fiksasi intermaksiler Aplikasi arch bar dan insersi kawat pada ruang interdental meningkatkan kemungkinan puncture kulit secara tidak sengaja, juga peningkatan penyebaran virus HIV dan hepatitis.Keuntungan dari penggunaan alat ini adalah penggunaan yang mudah, waktu operasionalyang sedikit, dan resiko penularan yang kecil.ArmamentariumAnestesi lokalKawat ukuran 24Sekrup IMFObengKepala jarumProsedur ini bisa dilakukan dengan anestesi lokal jika pasien tidak bisa menerima sedasiintravena atau anestesi umum. Mukosa yang terletak medial dari regio kaninusdisuntikkan anestesi lokal ini pada rahang atas dan bawah.
 
Kerugian sekrup IMF ini adalah kurangnya efek tekanan band dan interferensi dengan piringan fiksasi internal. Pembuangan sekrup dapat dilakukan dalam anestesi lokal diklinik.Perawatan mandibula tak bergigi sebagianJika pasien tidak bergigi sebagian, geligi tiruan sebagian yang sudah ada dapatdikawatkan juga pada rahang menggunakan teknik circummandibular ataucircumzygomaticus. Jika tidak ada protesa, bisa dibuat cetakan untuk membentuk blok akrilik yang dikombinasikan dengan
arch wire
, dan dipergunakan pada gigi geligi yangtersisa. Protesa akrilik dikawatkan ke mandibula dengan kawat circumandibular.Perawatan Mandibula tak bergigiPada pasien ini, gigi tiruan bisa dikawatkan juga pada rahang menggunakan teknik circummandibular atau circumzygomaticus. Metode lain fiksasi termasuk menempatkansekrup fiksasi intermaksiler melewati geligi tiruan yang sudah ada untuk menstabilkannya dan menempatkannya pada fiksasi intermaksiler. Jika tidak ada protesa, bisa dibuat cetakan untuk membentuk gigi tiruannya dulu dan dilekatkan pada
arch wire
.Teknik yang sebaiknya dilakukan secara semi terbuka adalah teknik fiksasi pin bifasik.Walaupun teknik ini bisa dilakukan pada rahang bergigi ataupun tidak, prioritasnya yaitu pada kondisi ini : (1) pada kasus edentulous, untuk mempertahankan ruang di manatulang hilang karena trauma parah atau reseksi; (2) pada fraktur 
comminuted 
yang parah(3) ketika fiksasi kaku atau intermaksiler tidak bisa dilakukan.Pemasangan pelat tulangJika pasien memiliki gangguan mental/inkompeten, gangguan konvulsif yang kurangterkontrol, atau seorang pemabuk atau pecandu obat bius, jika mobilisasi awal darimandibula diinginkan agar mengurangi ankilosis dan untuk fraktur mandibular tak  bergigi tertentu, reduksi dan imobilisasi kaku dengan pelat tulang akan sangat bermanfaat. Teknik ini tidak dipilih untuk fraktur kominusi yang luas, kasus kontaminasiyang luas, dan jika penutupan dermal/mukosal tidak tercapai. Pembedahan biasanyadilakukan di klinik dengan anestesi umum. Fraktur dibuka secara peroral atau darimandibula atau submental. Sering digunakan pelat kompresi di mana bidang insersi darisekrup ditempatkan sedemikian rupa sehingga mengakibatkan penutupan fraktur secaraaktif dan bukan pasif. Pelat kemudian dikunci dengan memasukkan sekrup setelahdilakukan reduksi dan diperiksa dengan mengamati oklusinya. Periosteum kemudiandidekatkan satu sama lain dan dilakukan penutupan.Reduksi terbuka pada fraktur subkondilar Banyak fraktur subkondilarmandibular bilateral dan kebanyakan fraktur kondilar padaorang dewasa membutuhkan reduksi terbuka. Pada kasus fraktur subkondilar bilateral, baik segmen yang pergeserannya paling besar, maupun yang tidak terlalu besar, bisadireduksi sendiri-sendiri atau bersama-sama. Fraktur parah yang dislokasi seringmenimbulkan cacat permanen. Pendekatan pembedahan yang biasanya dilakukan padaregoi subkondilar adalah preaurikuler. Insisi vertikal sepanjang 4-5 cm dibuat di sebelahanterior dari kartilago telinga dengan diseksi umpul dan tajam yang dilakukan hati-hatiuntuk melindungi cabang-cabang nervus facialis. Stabilisasi dilakukan dengan

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Putra Agina liked this
Hendro Purnomo liked this
Muchlis Fauzi E liked this
Sekti Anggara liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->