Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kaidah DAkwah

Kaidah DAkwah

Ratings: (0)|Views: 947 |Likes:
Published by haikal_atqya

More info:

Published by: haikal_atqya on Mar 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2013

pdf

text

original

 
KAIDAH-KAIDAH DAKWAH(Upaya Mengkonstruksi Rambu-Rambu dalam Dakwah)Oleh: Dikdik M.Tasdik A.Pendahuluan
Dakwah adalah upaya merubah dan mentranformasi manusiadari
dzulumat (non Islam)
kepada
nur 
(Islam) agar mereka menjadihamba Allah dalam ranah kehidupan individual dan komunalnya(keluarga, masyarakat dan negara). Tentu hal ini merupakanpekerjaan yang cukup berat sehingga wajar jika pahala orang yangberdakwah di jalan Allah sangat istimewa
1
dibanding dengan amal-amal lain karena memang dakwah merupakan amal yangmemerlukan ilmu dan amal sekaligus ijtihad dalam menentukanarah dakwah agar tetap berada di atas jalan kebenaran. Terlebih tantangan dakwah dari masa ke masa semakinakseleratif, baik dari sisi kualitas ataupun kuantitasnya, masihkurang sepadan dengan para da’iyah yang terjun ke medan dakwahdengan segala kapasitas ilmu yang dimilikinya dimana jika sajadihadapkan dengan problematika dakwah maka sikap yang munculseringkali mengedepankan
tasahu
l dan
tathorruf 
, kurangmempertimbangkan
fiqh wahyi
(al-Qur’an dan al-Sunnah) dan atau
fiqh waqi’ 
(realitas dakwah mad’u)
2
.Sikap
tasahul
dalam dakwah artinya menganggap gampangsegala permasalahan dakwah tanpa mengindahkan niali-nilaikemaslahatan sebagai tujuan dari syari’at agama Islam, dilakukansambil lalu tanpa managemen sama sekali. Sementara
tathorruf 
artinya sikap berlebihan dalam melihat permasalahan dakwahsehingga kemaslahatan syari’atpun menjadi sempit maknanya. Halini terjadi karena para da’iyah tidak memahami
fiqh wahyi
atau
fiqhwaqi’ 
dengan baik. Upaya memadukan
fiqh wahyi
dan
fiqh waqi’ 
inilah sebenarnya yang dalam lapangan dakwah disebut
fiqhdakwah
3
dimana kaidah-kaidahnya dapat ditarik dari ushul fiqhsebagai kaidah yang menjadi rambu-rambu dalam fiqih sebagaiamaliah praktis.Bertolak dari hal inilah, penulis melihat bahwa para da’i perluuntuk mengembangkan kaidah-kaidah fiqh yang menjadi acuanpara ahli fiqh (fuqaha) dalam berijtihad dapat diselaraskan denganlapangan amal dakwah karena keduanya merupakan dua sisi yangekleptis satu dengan yang lainnya memiliki keterkaitan yang erat.
1
Hadis tersebut adalah “ seseorang diberi hidayah oleh Allah karenanmu (pahalanya)lebih baik dari unta merah (unta terbaik dan termahal)”H.R. Bukhari. Lihat MuhamadFu’ad Abd Al-Baqy, al-Lu’lu’ Wa al-Marjan, Beirut : Dar el-Fikr, 2001, Juz 1, hlm.757.Dalam riwayat lain disebutkan bahwa pahalanya adalah lebih baik dari dunia danseisinya, Lihat dalam ‘Ala al-din Faury, Kanz al-Umal Fi Sunan Al-al-Aqwal wa al-‘Af’al,Mu’asasah al-Risalah: Damascus, 1401/1981,juz 15, hlm. 344
2
Terkait fiqh al-Waqi (fiqih realitas) dapat dibaca dalam Dr.Nashir bin Sulaiman al-Umardengan judul Fiqh al-Waqi’ ; muqawwimatuh, atsaruh, mashadiruh.
3
Demikian Ust Anis Mata Lc mengemukakan dalam beberapa tausiyahnya
1
 
B.Pengertian Kaidah Dakwah
Kaidah dakwah terdiri dari dua kata yaitu
kaidah
dan
dakwah
.Menurut bahasa kaidah adalah serapan dari bahasa Arab yangartinya
al-asas
(dasar dan asal, baik bersifat materil ataupunimmateril)
4
. Ia adalah
ism mufrad 
(kata benda tunggal) dan bentuk jamaknya adalah
qawa’id 
. Pengertian ini dapat kita lihat dalamfirman Allah Swt :

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan Kamiterimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulahyang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui"
5
.Sedangkan menurut istilah al-Jurjani menjelaskan bahwakaidah adalah hukum-hukum umum yang berlaku pada bagian-bagiannya
6
. Hukum umum tersebut diletakan untuk membatasihukum-hukum pada bagian-bagian khususnya agar tidak terlepasdan keluar darinya. Batasan ini hampir sama seperti yangdisebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yangmendefinisikan kaidah sebagai rumusan asas yg menjadi hukumatau aturan, patokan dan dalil yg sudah pasti
7
.Sementara dakwah, menurut bahasa adalah
masdar marroh
dari kata
da’a yad’u
 
da’watan
yang artinya berkutat seputarpermohonan, ajakan, seruan serta anjuran terhadap suatu perkara
8
.Dalam al-Qur’an kata “dakwah” disebutkan untuk ajakan kepadakebaikan (
haq
) dan keburukan
(batil
). Dakwah yang digunakanuntuk ajakan kepada kebaikan kita dapatkan dalam ayat al-Qur’annberikut ini :

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

“ Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. danberhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapatmemperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan sepertiorang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air
4
Al-Raghib al-Asfahani, al-
Mufrodat fi Gharib al-Qur’an
, hlm 406 dalam MaktabahSyamilah, versi 3.2
5
Q.S. al-Baqarah : 127. Kata “qawa’id” dalam bentuk jamak juga dapat dilihat dalamQ.S.al-Nahl : 26
6
Lihat Ali al-Jurjani,
“al-Ta’rifat” 
, Beirut : Dar al-Kitab al-Araby, cet. Ke-1, hlm 171
7
Lihat KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA dalamhttp://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php
8
Lihat Muhamad Al-Razi,
“Mukhtar al-Shihah” 
, Maktabah Libnan : Beirut, 1415/1995,hlm.218
2
 
supaya sampai air ke mulutnya, Padahal air itu tidak dapat sampaike mulutnya dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-siabelaka”
9
.Sedangkan kata dakwah yang digunakan untuk ajakan kepadakeburukan adalah :

 

 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

“ Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripadamemenuhi ajakan mereka kepadaku. dan jika tidak Engkauhindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderunguntuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku Termasukorang-orang yang bodoh
."Penggunaan kata dakwah dalam dua pengertian ini juga kitadapatkan dalam sabda Rasulullah Saw berikut ini:م ْ هرِ وججُأ ن ْ ججِك َ ججلِذ ص ُ ججق ُ ْ يََ، ججع َ ب ِ تَن ْ َرِ وُأ  ُ ث ْ ِ ِ ْ َا ن َ ِ ُ لَََ، ىًد َ هُلَإِََن ْ َن ْ جِك َ ججلِذ ص ُ ججق ُ ْ يََ،  ُ جع َ ب ِ تَن ْ جَِج  جَ آ  ُ ث ْ ِم ِ ْا ن َ ِ ِ  َ َََ،ة ٍ لَ َ ضَلَإِََن ْ َ َ، ً ئشَ ً ئشَم ْ  ِ ِَ آ “ Barang siapa menyeru kepada petunjuk (Allah), maka baginyapahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, pahalatersebut sedikitpun tidak mengurangi pahala mereka, dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka baginya dosa seperti dosaorang-orang yang mengikutinya, dosanya tersebut sedikitpun tidakmengurangi dosa-dosa mereka “
.Sedangkan menurut istilah, dakwah adalah upaya seorangda’iyah atau beberapa da’iyah dalam mengajak manusia kepadaIslam dengan cara-cara tertentu sehingga mereka mengingkarithagut dan beriman kepada Allah
.Merujuk kepada dua pengertian di atas, dapat didefinisikan bahwakaidah dakwah adalah hukum atau aturan yang menjadi pedomanbagi da’i dalam mengajak manusia melakukan kebaikan danmenjauhkan dari keburukan.
C.Urgensi kaidah Dakwah
Karena objek dakwah itu manusia, tentu selaiknya ia dipahamisecara utuh dikarenakan dakwah adalah aktifitas mengajak manusiabaik
umat istijabah
(umat seagama) ataupun
umat dakwah
(umatbeda agama)
. Dengan dakwah diharapkan
umat istijabah
dapatberubah dari kondisi buruk kepada baik atau dari baik kepada yang
9
Q.S.al-Ra’d : 14. Lihat juga firman-Nya dalam Q.S.al-Hajj : 67
10
Q.S. Yusuf : 33. Lihat juga dalam Q.S.al-Baqarah : 221
11
H.R.Muslim dari Abu Hurairah. Lihat dalam al-Nawawi,
Riyad al-Shalihin
dalam Bab fi al-Dalalah ala khoir wa al-Du’a ila Hudan au al-Dholalah, Cairo : Dar al-Taqwa, 2001
12
Miswan Thahadi, Quantum Dakwah dan Tarbiyah, Jakarta: Al-I’Tishom, 2008, hlm 12.
13
Drs.H. Misbach Malim,Lc.Msc,
Shibghah Dakwah
, Jakarta: Dewan Dakwah IslamiyahIndoensia,2008, hlm 4
3

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Azraai Ahmad liked this
Rica Wulandari liked this
Herly Zam liked this
Ahmad Hidayat liked this
Hakim Nasnan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->