Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
psikologi industri

psikologi industri

Ratings: (0)|Views: 2,829|Likes:
Published by asssyifa
psikologi industri
psikologi industri

More info:

Published by: asssyifa on Mar 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/28/2012

pdf

text

original

 
injauan Mata Kuliah
MODUL 1: PENGERTIAN DAN WAWASAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASIKegiatan Belajar 1:
Psikologi sebagai ilmu
Perkembangan psikologi industri di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan psikologi di negara-negara barat terutamaAmerika Serikat. Psikologi sebagai ilmu dimulai dengan pendirian laboratorium pada tahun 1875 oleh Wilhelm Wundt, di LeipzigJerman. Dari titik awal inilah dimulai eksperimen-eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah yang mempelajari gejala-gejala psikis seperti proses pengenalan, pengamatan, ingatan, pikiran dan sebagainya. Bidang ini dinamakan PsikologiEksperimen.Gejala-gejala psikis dan perilaku manusia yang dipelajari oleh psikologi eksperimen merupakan dasar terbentuknya teori danunsur-unsur dari aturan serta prinsip-prinsip yang berlaku umum, kemudian dilakukan di bidang industri. Namun dalam hal inihasilnya kurang dapat diandalkan karena kajiannya di dalam suatu laboratorium yang menggunakan rancangan eksperimen.Sebagai kelengkapan dari cara penelitian laboratorium ini orang mengadakan penelitian lapangan, sehingga kedua penelitiantersebut saling melengkapi.Penerapan psikologi umum di bidang industri dimulai pada permulaan abad ke-20, yaitu di bidang periklanan. Berbagai bukuditerbitkan oleh para ahli yang membahas mengenai psikologi dengan suatu aspek dunia kerja, tentang efisiensi di dunia industri.Meskipun mulai permulaan abad ke-20 sudah dikenali kemungkinan penerapan psikologi umum dalam perusahaan, namun penerapan dan perkembangannya yang pesat baru dimulai dalam dekade 1920.1. Dengan dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor, mulailah kerja sama sarjana psikologi eksperimen dan sarjana teknik industri menggarap studi baru, yaitu mencari kesesuaian dan penyesuaian lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerjadengan keterbatasan kemampuan fisik dan psikis manusia sebagai tenaga kerja. Dari titik awal ini timbul apa yang disebutergonomi, atau psikologi perekayasaan, yaitu ilmu yang mempelajari dan mencari cara-cara bekerja secara efisien denganmenyesuaikan peralatan canggih dengan kemampuan atau keterampilan manusia yang harus mengoperasikan peralatan tersebut.2. Penelitian mengenai akibat dari aspek-aspek fisik dari lingkungan kerja terhadap efisiensi pekerja, dilakukan di HawthorneIllinois, di pabrik Western Electric Company.3. Mulai tahun 1960-an penerapan psikologi di bidang penjualan, dengan mengadakan penelitian perilaku konsumen. Sehubungandengan hal tersebut maka dimulai kegiatan promosi melalui berbagai media untuk menarik hati konsumenPara sarjana psikologi mendapati hubungan antarmanusia dalam industri, mempelajari organisasi sebagai suatu keseluruhan,struktur dan iklim berbagai macam organisasi, pola dan gaya komunikasi, struktur sosial formal dan informal yang ditimbulkan,untuk menentukan pengaruh dan akibatnya terhadap perilaku tenaga kerja.Istilah-istilah1. psikologi eksperimen2. persepsi hukum kedekatan3. ergonomi
Kegiatan Belajar 2:
Psikologi Diferensial
Berdasarkan temuan-temuan psikologi eksperimen, berkembang pula psikologi diferensial atau disebut juga psikologi khusus,dengan tokohnya William Stern, yang menerbitkan bukunya “Die Differentielle Psichologie" yang mengulas secara sistematik  bidang-bidang dan metode dari psikologi khusus.Kemudian dari psikologi diferensial ini, berkembanglah psychotechniek yang kemudian terkenal dengan psikometri, yangmempelajari dan mengukur gejala-gejala psikis yang khas dari seseorang, yaitu keunikan atau perbedaan antar manusia.Alat-alat ukur yang digunakan untuk keperluan tersebut, kemudian dikenal dengan tes psikologi.Tes psikologi pertama dikembangkan di Perancis oleh Binet dan Simon. Tes ini kemudian di adaptasi dan dikembangkan dinegara-negara lain Di Amerika Serikat dikenal sebagai Terman-Merrill Intelligence Test. Selain itu dikenal pula Army Alpha Tesyang digunakan khusus dalam seleksi tentara dan Army Beta Tes, khusus untuk mereka yang buta aksara.Selanjutnya tes psikologi berkembang dengan tes-tes inteligensi, tes kemampuan, tes kepribadian dan minat yang bisa digunakandalam seleksi, bimbingan, penyuluhan dan rehabilitasi. Selain itu juga digunakan untuk keperluan rotasi, pengembangan karier serta meningkatkan motivasi kerja.
 
Istilah-istilaha. psikologi diferensial b. psychotechniek c. psikometri
Kegiatan Belajar 3:
Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia
Perkembangan psikologi di Indonesia dimulai akhir tahun 1949 atau awal tahun 1950 dengan adanya penggunaan tes-tes psikologiyang dilakukan oleh Balai Psychotechniek dan Pusat Psikologi Angkatan Darat yang menggunakannya untuk seleksi dan penjurusan berdasarkan pengukuran psikometris.Baru pada tahun 1953, Prof. Slamet Iman Santoso, mendirikan Lembaga Pendidikan Asisten Psikologi dan Balai Psychotechniek.Kedua lembaga tersebut kemudian disebut menjadi bagian Psikologi Kejuruan dan Perusahaan.Lembaga Pendidikan Psikologi, berkembang menjadi Jurusan Psikologi Kejuruan Fakultas Kedokteran U.I. Tahun 1960 jurusanPsikologi Kejuruan dan Perusahaan sebagai salah satu bagiannya.Bagian ini kemudian menjadi Jurusan Psikologi Industri dan Organisasi. Pengembangan jurusan ini dipelopori oleh FakultasPsikologi U.I. dan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran (1963), kemudian disusul oleh Fakultas Psikologi UGM (1965).Masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangan Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia antara lain bahwa untuk mengadaptasikan hasil penelitian, teori yang berkembang, metodologi dan peralatan canggih dari dunia barat agar sesuai dengankondisi di Indonesia, kita menghadapi kesulitan dengan kurang atau terbatasnya dana, tenaga peneliti yang ada, serta kesiapanuntuk menerapkan psikologi di bidang tenaga kerja, organisasi di perusahaan.Sehubungan dengan itu maka psikologi industri dan organisasi di Indonesia dewasa ini masih merupakan ilmu terapan, dalam arti bahwa kegiatannya masih pada bidang pelaksanaan pemeriksaan untuk seleksi dan penempatan, penyuluhan, bimbingan kejuruan, pengembangan karier serta pelaksanaan program latihan di perusahaan. Sedang di bidang organisasi, perekayasaan manusia dan penelitian perilaku konsumen belum banyak dilakukan.
Kegiatan Belajar 4:
Pengertian Psikologi Industri dan Organisasi
Psikologi industri dan organisasi merupakan hasil perkembangan psikologi umum, psikologi eksperimen dan psikologi khusus dimana penerapannya secara luas di bidang industri berlangsung sekitar tahun 1930-an. Sampai Perang Dunia ke-2 psikologiindustri (belum ada tambahan organisasi) kegiatan utamanya menerapkan metode, fakta dan prinsip-prinsip psikologi padamanusia sebagai tenaga kerja. Baru sejak perang dunia ke-2 psikologi industri dan organisasi menjadi ilmu mandiri dengankegiatannya.1. melaksanakan penelitian ilmiah dalam kaitannya dengan peran atau perilaku manusia dalam organisasi dan organisasi itusendiri;2. mengembangkan teori-teori dan menguji kebenarannya;3. menerapkan penemuan-penemuan baru.Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, psikologi industri dan organisasi merupakan keseluruhan pengetahuan yang berisi fakta,aturan, dan prinsip-prinsip tentang perilaku manusia di bidang pekerjaan.Sehubungan dengan kegiatan-kegiatan tersebut maka psikologi industri dan organisasi perlu diupayakan penggunaannya untuk kepentingan dan kemanfaatan semua pihak yang terkait dan harus diupayakan agar dalam penerapannya tidak terjadi penafsiranyang keliru.Psikologi industri dan organisasi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam perannya sebagai tenaga kerja dankonsumen baik secara perorangan maupun secara kelompok.Yang dimaksud dengan perilaku adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia, baik yang dapat diamati secara langsung(perilaku terbuka) seperti berjalan, berbicara, dan lain-lain maupun yang tidak dapat diamati secara langsung (perilaku tertutup)seperti berpikir, motivasi, dan lain-lain.Di Indonesia sendiri, psikologi industri dan organisasi perkembangannya masih terbatas pada kegiatan, terutama yang menerapkantemuan-temuan dari psikologi pada umumnya, psikologi industri dan organisasi pada khususnya, dan dalam industri danorganisasi.Sebagaimana dikemukakan dalam psikologi industri dan organisasi perilaku manusia dipelajari dalam perannya sebagai tenagakerja dan sebagai konsumen.Sebagai tenaga kerja, perilaku dipelajari di dalam lingkungan kerja, di dalam melaksanakan tugas pekerjaannya, saling pengaruhdalam hubungan tersebut, sejauhmana tenaga kerja sesuai dengan pekerjaannya.Sebagai tenaga kerja manusia menjadi anggota organisasi industrinya, sebaliknya sebagai konsumen manusia menjadi pemakai(user) dari produk jasa dari organisasi industri.
 
Selain daripada itu manusia dipelajari secara perorangan dan kelompok. Dalam hubungan unit-unit organisasi, struktur, pola dan jenis organisasi dipelajari bagaimana dampaknya terhadap perilaku seorang tenaga kerja, dan sebaliknya.Dari temuan-temuan yang ada maka didapat data-data antara lain:1. adanya teori-teori, aturan-aturan dan prinsip-prinsip yang dapat diterapkan kembali ke dalam kegiatan-kegiatan industri danorganisasi untuk kepentingan tenaga kerja, konsumen dan organisasinya.2. terkumpul data bahwa tidak setiap manajer berhasil dalam pelaksanaan tugas pekerjaannya.3. beda utama antara manajer yang berhasil dengan manajer yang kurang berhasil terletak pada kecepatan dan ketepatanmemecahkan masalah dan mengambil keputusan.Temuan-temuan yang didapat ini dapat digunakan untuk mengembangkan tes-tes, latihan-latihan bagi calon-calon manajer danseleksi para calon manajer.
Kegiatan Belajar 5:
Wawasan Psikologi Industri dan Organisasi
Dengan berkembangnya psikologi menjadi ilmu yang mandiri di mana wawasannya semakin luas, maka kegiatannya tidak hanyamenerapkan metode, fakta dan prinsip-prinsip dari psikologi pada manusia sebagai tenaga kerja, melainkan melaksanakan juga penelitian dalam upaya menjawab pertanyaan dasar tentang manusia dalam organisasi serta organisasi itu sendiri. Denganmeluasnya wawasan tersebut maka namanya menjadi Psikologi Industri dan Organisasi.Yang dimaksud dengan organisasi adalah:organisasi formal yang tujuan utamanya- mencari keuntungan dari hasil produksi dan jasa;- bukan mencari keuntungan, misalnya lembaga pendidikan, Rumah Sakit, dan sebagainya.Organisasi sebagai Suatu SistemSistem merupakan suatu tata tingkat: artinya sistem berinteraksi dengan sistem lainnya dan membentuk suatu supra sistem. Suatusistem terdiri dari dua atau lebih subsistem yang saling berinteraksi dan masing-masing subsistem terdiri dari sistem yang lebihkecil yang saling berinteraksi; demikian seterusnya. Dalam hal organisasi (industri), juga merupakan suatu sistem yang terdiri darisubsistem, yaitu satuan kerja yang besar (misalnya divisi atau urusan).- Satuan kerja yang besar ini terdiri dari satuan-satuan kerja yang lebih kecil, misalnya bagian,- Bagian terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi misalnya seksi dan seterusnya, sampai ke satuan kerja yang terkecil, yaitu tenagakerja.
MODUL 2: SELEKSI DAN PENEMPATANKegiatan Belajar 1:
Pengertian Seleksi dan Penempatan
Organisasi industri secara terus menerus berada dalam suatu proses interaksi. Sebagai suatu sistem organisasi industri dipengaruhisistem lain yang disaring oleh batas atau komponen rentang batas dari sistem. Komponen rentang batas ini dapat ditemukan padatingkat-tingkat manajemen puncak, madya, dan bawah dalam hubungannya dengan lingkungannya atau dengan sistem lain.Seleksi dan penempatan merupakan fungsi batas atau fungsi komponen rentang batas dari sistem. Sasaran seleksi adalah suaturekomendasi atau suatu keputusan menerima atau menolak seorang calon berdasar dugaan tentang kemungkinan-kemungkinankeberhasilan dari calon.Sasaran penempatan adalah rekomendasi untuk mendistribusikan calon pada pekerjaan yang berbeda-beda berdasar dugaantentang kemungkinan keberhasilan dari calon.
Kegiatan Belajar 2:Perbedaan Individual
Terbentuknya suatu organisasi (termasuk organisasi industri) melalui usaha perorangan atau sekelompok orang. Sedang perkembangannya bisa dimulai secara kecil-kecilan kemudian berkembang menjadi besar.Organisasi yang terbentuk langsung sedang “besar atau besar” dinamakan terbentuk melalui “cetak” biru usaha.Dalam berkembangnya organisasi maka terjadilah diferensiasi atau “pecah”nya suatu pekerjaan menjadi beberapa macam pekerjaan. Terlebih dengan penerapan teknologi dalam industri maka berbagai macam pekerjaan tersebut menuntut pulakekhususan (spesialisasi) pengetahuan dan keterampilan.Akibatnya tidak setiap orang dapat mengerjakan segala macam pekerjaan. Dari satu jenis pekerjaan pun menuntut kemampuan

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mira Susanti K liked this
Livany Leonardo liked this
Livany Leonardo liked this
Livany Leonardo liked this
Novi Tri Arianty liked this
su1cide liked this
su1cide liked this
Ipur Dikissparty liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->