Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus

Ratings: (0)|Views: 306 |Likes:
Published by menk_

More info:

Published by: menk_ on Mar 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

 
Posted on 7 December 2008 by eds89r A. PengertianDiabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai olehkenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yangdisebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibatkekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).B. KlasifikasiKlasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut :1. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM)2. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (NIDDM)3. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya4. Diabetes mellitus gestasional (GDM)C. Etiologi1. Diabetes tipe I:a. Faktor genetik Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri; tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah terjadinya DM tipe I. Kecenderungangenetik ini ditemukan pada individu yang memiliki tipe antigen HLA. b. Faktor-faktor imunologiAdanya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yangdianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing. Yaitu otoantibodi terhadap sel-sel pulauLangerhans dan insulin endogen.c. Faktor lingkunganVirus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksiselbeta.2. Diabetes Tipe IIMekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui. Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin.Faktor-faktor resiko :a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 th) b. Obesitasc. Riwayat keluargaD. Patofisiologi/Pathways
 
E. Tanda dan GejalaKeluhan umum pasien DM seperti poliuria, polidipsia, polifagia pada DM umumnyatidak ada. Sebaliknya yang sering mengganggu pasien adalah keluhan akibat komplikasidegeneratif kronik pada pembuluh darah dan saraf. Pada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua, sehingga gambaran klinisnya bervariasi dari kasustanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi yang luas. Keluhan yang sering munculadalah adanya gangguan penglihatan karena katarak, rasa kesemutan pada tungkai sertakelemahan otot (neuropati perifer) dan luka pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan lazim.Menurut Supartondo, gejala-gejala akibat DM pada usia lanjut yang sering ditemukanadalah :1. Katarak 2. Glaukoma
 
3. Retinopati4. Gatal seluruh badan5. Pruritus Vulvae6. Infeksi bakteri kulit7. Infeksi jamur di kulit8. Dermatopati9. Neuropati perifer 10. Neuropati viseral11. Amiotropi12. Ulkus Neurotropik 13. Penyakit ginjal14. Penyakit pembuluh darah perifer 15. Penyakit koroner 16. Penyakit pembuluh darah otak 17. HipertensiOsmotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal yang tinggi, dandapat muncul keluhan nokturia disertai gangguan tidur, atau bahkan inkontinensia urin.Perasaan haus pada pasien DM lansia kurang dirasakan, akibatnya mereka tidak bereaksiadekuat terhadap dehidrasi. Karena itu tidak terjadi polidipsia atau baru terjadi padastadium lanjut.Penyakit yang mula-mula ringan dan sedang saja yang biasa terdapat pada pasien DMusia lanjut dapat berubah tiba-tiba, apabila pasien mengalami infeksi akut. Defisiensiinsulin yang tadinya bersifat relatif sekarang menjadi absolut dan timbul keadaanketoasidosis dengan gejala khas hiperventilasi dan dehidrasi, kesadaran menurun denganhiperglikemia, dehidrasi dan ketonemia. Gejala yang biasa terjadi pada hipoglikemiaseperti rasa lapar, menguap dan berkeringat banyak umumnya tidak ada pada DM usialanjut. Biasanya tampak bermanifestasi sebagai sakit kepala dan kebingungan mendadak.Pada usia lanjut reaksi vegetatif dapat menghilang. Sedangkan gejala kebingungan dankoma yang merupakan gangguan metabolisme serebral tampak lebih jelas.F. Pemeriksaan Penunjang1. Glukosa darah sewaktu2. Kadar glukosa darah puasa3. Tes toleransi glukosaKadar darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring diagnosis DM (mg/dl)Bukan DM Belum pasti DM DMKadar glukosa darah sewaktu- Plasma vena- Darah kapiler Kadar glukosa darah puasa- Plasma vena- Darah kapiler < 100<80

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dina Afritasari liked this
Andhika Ratu liked this
HoeRulli liked this
Rofik Adnan liked this
nonawita liked this
dr_andri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->