Penelitian di Indonesia yang menggunakan variabel-variabel di atas pada umumnyamenggunakan sampel penelitian di Kantor Akuntan Publik (KAP) dan industri khususnyamanufaktur (Dwi Maryani dan Supomo, 2001; Darlis, 2002; Ratnawati, 2002; Cahyono danGhozali, 2002; Trisnaningsih, 2003 dan 2007; Lekatompessy, 2005; Prasita dan Adi, 2007),sehingga perlu dilakukan penelitian serupa dilingkungan Aparat Pengawasan InternPemerintah, khususnya Lembaga Pemerintah Non Departemen.
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS2.1.Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi
Budaya organisasi merupakan norma-norma, keyakinan, prinsip-prinsip, dan cara perilaku yang dikombinasikan untuk memberikan setiap organisasi karakter yang berbeda(Arnold, 2005). Sedangkan komitmen menunjukkan keyakinan dan dukungan yang kuatterhadap nilai dan sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi (Mowday
et al
., 1979).Manetje dan Martins (2009) mengindikasikan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh terhadap komitmen organisasi. Beberapa penelitian sebelumnya memberikan bukti bahwa komitmen organisasi dipengaruhi oleh budaya organisasi (Odom
et al
., 1990;Perry dan Porter, 1982). Sedangkan Boon dan Arumugam (2006) menunjukkan bahwa 4dimensi budaya organisasi seperti kerja tim, komunikasi, penghargaan dan pengakuan, dan pelatihan dan pengembangan memiliki hubungan positif dengan komitmen pegawai.Berdasarkan pembahasan tersebut, maka hipotesis penelitian adalah:
H
1
: Budaya organisasi mempunyai pengaruh positif terhadap komitmen organisasi
2.2.Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Komitmen Organisasi.
Dalam teori kepemimpinan perilaku mengatakan bahwa gaya kepemimpinanseorang manajer akan berpengaruh langsung terhadap efektivitas kelompok kerja (Kreitner dan Kinichi, 2005). Sedangkan, komitmen organisasi merupakan suatu kondisi dimanaanggota organisasi merasa terikat oleh tindakan dan keyakinan mereka yang
3