Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
82Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisa Perilaku Auditor Terhadap Kinerja

Analisa Perilaku Auditor Terhadap Kinerja

Ratings: (0)|Views: 2,945 |Likes:
Published by maman_syarif

More info:

Published by: maman_syarif on Mar 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2013

pdf

text

original

 
ANALISIS VARIABEL ANTESEDEN PERILAKU AUDITOR INTERNAL DAN KONSEKUENSINYA TERHADAP KINERJA:Studi Empiris pada Auditor di Lingkungan Aparat Pengawasan InternPemerintah – Lembaga Pemerintah Non Departemen
Arywarti Marganingsih(Alumni Pascasarjana Ilmu Akuntansi Universitas Indonesia)Dwi Martani(Universitas Indonesia)
ABSTRACT
The purpose of this study is to empirically investigate whether organizational culture, leadership style, and monetary incentive as antecedents of organizational commitments, while time budget pressure, task complexity, and discussion of audit reviewas antecedents of motivation. This study is also to investigate the consequence of organizational commitment and motivation. The study uses 276 internal auditors of Non Departement Government Institutions as our respondents. The study
uses
Structural  Equation Modelling that is run by LISREL.This study gives evidence that organizational culture has positive effect onorganizational commitment while discussion of audit review and organizational commitment have positive effect on motivation. This study finds that organizational commitment and motivation have positive consequence on auditor’s performance. The studyalso find that time budget pressure and discussion of audit review have positiveconsequence on auditor’s performance, while organizational culture is found to havenegative consequence on auditor’s performance.
Keywords:
Motivation, Performance, Organizational Commitment, Organizational Culture, Leadership Style, Monetary Incentive, Time Budget Pressure, Task Complexity, Discussionof Audit Review.
I. PENDAHULUAN
Dalam rangka mewujudkan
 good governance
suatu organisasi, audit internalmerupakan suatu profesi yang cukup menantang daripada profesi lain pada umumnya yangdisebabkan oleh sifat pekerjaannya yang sensitif sebagai suatu bagian penting darikomponen monitoring struktur pengendalian internal dari suatu organisasi. Dalamlingkungan pemerintah fungsi monitoring struktur pengendalian internal dilakukan oleh
 
satuan kerja audit internal yang dinamakan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 2008 tentang SistemPengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menunjukkan bahwa salah satu peran APIP yangefektif adalah memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas danfungsi Instansi Pemerintah.Dalam menjalankan fungsi audit internal tersebut, maka APIP perlu didukung olehkinerja auditornya. Auditor internal memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi pengawasan, sebagai penilai kecukupan struktur pengendalian intern, penilai efektivitasstruktur pengendalian intern, dan penilai kualitas kerja. Oleh karena itu seorang auditor internal harus mampu menerapkan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman (Libby,1995; Meyer, 2003) disamping independensi yang dibutuhkan dalam menghasilkan audityang berkualitas. Fungsi audit internal akan efektif dan optimum apabila kinerja auditoditentukan oleh perilaku auditor tersebut. Perilaku auditor tersebut dapat terlihat darikomitmennya pada organisasi dan motivasinya untuk meningkatkan kinerjanya.Penelitian ini bertujuan menganalisa variabel-variabel anteseden dari perilakuauditor dan mengetahui konsekuensinya terhadap kinerja auditor tersebut. Variabel-variabelanteseden yang digunakan antara lain budaya organisasi (Boon dan Arumugam, 2006;Werner, 2007; Manetje dan Martins, 2009), gaya kepemimpinan (Kreitner dan Kinichi,2005), komitmen organisasi (Ketchand dan Strawser, 2001; Fernando
et al 
., 2005), tekanananggaran waktu (Waggoner dan Cashell, 1991; Ahituv dan Igbaria, 1998; Coram, 2003; danMargheim
et al 
., 2005; McNamara dan Liyanarachchi, 2007), kompleksitas tugas (Libbydan Lipe, 1992; Kennedy, 1993; Tan
et al 
., 2002), diskusi dalam reviu audit (Mille
et al 
.,2006), imbalan keuangan (Allen dan Helms, 2001; Sprinkle, 2000; Bonner dan Sprinkle,2002; Condly
et al 
., 2003; Chang, 2006).
2
 
Penelitian di Indonesia yang menggunakan variabel-variabel di atas pada umumnyamenggunakan sampel penelitian di Kantor Akuntan Publik (KAP) dan industri khususnyamanufaktur (Dwi Maryani dan Supomo, 2001; Darlis, 2002; Ratnawati, 2002; Cahyono danGhozali, 2002; Trisnaningsih, 2003 dan 2007; Lekatompessy, 2005; Prasita dan Adi, 2007),sehingga perlu dilakukan penelitian serupa dilingkungan Aparat Pengawasan InternPemerintah, khususnya Lembaga Pemerintah Non Departemen.
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS2.1.Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi
Budaya organisasi merupakan norma-norma, keyakinan, prinsip-prinsip, dan cara perilaku yang dikombinasikan untuk memberikan setiap organisasi karakter yang berbeda(Arnold, 2005). Sedangkan komitmen menunjukkan keyakinan dan dukungan yang kuatterhadap nilai dan sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi (Mowday
et al 
., 1979).Manetje dan Martins (2009) mengindikasikan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh terhadap komitmen organisasi. Beberapa penelitian sebelumnya memberikan bukti bahwa komitmen organisasi dipengaruhi oleh budaya organisasi (Odom
et al 
., 1990;Perry dan Porter, 1982). Sedangkan Boon dan Arumugam (2006) menunjukkan bahwa 4dimensi budaya organisasi seperti kerja tim, komunikasi, penghargaan dan pengakuan, dan pelatihan dan pengembangan memiliki hubungan positif dengan komitmen pegawai.Berdasarkan pembahasan tersebut, maka hipotesis penelitian adalah:
 H 
1
: Budaya organisasi mempunyai pengaruh positif terhadap komitmen organisasi
2.2.Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Komitmen Organisasi.
Dalam teori kepemimpinan perilaku mengatakan bahwa gaya kepemimpinanseorang manajer akan berpengaruh langsung terhadap efektivitas kelompok kerja (Kreitner dan Kinichi, 2005). Sedangkan, komitmen organisasi merupakan suatu kondisi dimanaanggota organisasi merasa terikat oleh tindakan dan keyakinan mereka yang
3

Activity (82)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
inembk liked this
Reni Verawati liked this
miftahol liked this
Liliez Trisna II liked this
Aurelia Lohan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->