Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
111Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lampiran i Juknis Dak 2010

Lampiran i Juknis Dak 2010

Ratings: (0)|Views: 14,937|Likes:
Published by bonnsay

More info:

Published by: bonnsay on Mar 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/03/2012

pdf

text

original

 
 
SALINANLAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONALNOMOR 5 TAHUN 2010 TANGGAL 1 FEBRUARI 2010PETUNJUK TEKNISPENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2010I. KETENTUAN UMUMDalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini yang dimaksud dengan danaalokasi khusus bidang pendidikan yang selanjutnya disebut DAK bidang pendidikanadalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai kegiatan khususyang merupakan bagian dari program yang menjadi prioritas Nasional, khususnyauntuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar 9(sembilan) tahun yang belum mencapai standar tertentu atau percepatanpembangunan daerah di bidang pendidikan dasar.Alokasi DAK bidang pendidikan per daerah dan pedoman umum DAK ditetapkanoleh Menteri Keuangan. Berdasarkan penetapan alokasi dan pedoman umum DAKtersebut, Menteri Pendidikan Nasional menyusun petunjuk teknis penggunaan DAKbidang pendidikan yang berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri.Alokasi DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010 sebesar Rp.9.334.882.000.000,- (sembilan triliun tiga ratus tiga puluh empat milyar delapanratus delapan puluh dua juta rupiah) dengan proporsi alokasi nasional 60% untuk jenjang SD/SDLB dan 40% untuk jenjang SMP.Setiap kabupaten/kota penerima DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2010wajib menyediakan dana pendamping dari APBD minimal sebesar 10% (sepuluhpersen) dari alokasi dana yang diterima.II. KEBIJAKAN PENGGUNAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN MELALUI PEMBERIANHIBAH/ 
BLOCKGRANT 
KE SEKOLAHA. Landasan Hukum
1.
 
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional :a. Pasal 49 ayat (3), menentukan: “Dana pendidikan dari Pemerintahdan Pemerintah Daerah untuk satuan pendidikan diberikandalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undanganyang berlaku”;b. Pasal 51 ayat (1) menentukan: “Pengelolaan satuan pendidikan anakusia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakanberdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemenberbasis sekolah/madrasah”;
 
 
2
c. Pasal 53 ayat (3) menyatakan bahwa penyelenggara dan/atau satuanpendidikan formal yang berbentuk badan hukum pendidikan berprinsipnirlaba dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukansatuan pendidikan”.
2.
 
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan HukumPendidikan:a. Pasal 4 ayat (1), menentukan: ”Pengelolaan dana secara mandiri olehbadan hukum pendidikan didasarkan pada prinsip nirlaba, yaitu prinsipkegiatan yang tujuan utamanya tidak mencari laba, sehingga seluruhsisa hasil usaha dari kegiatan badan hukum pendidikan, harusditanamkan kembali ke dalam badan hukum pendidikan untukmeningkatkan kapasitas dan/atau mutu layanan pendidikan”;b. Pasal 4 ayat (2) huruf a menentukan: “Pengelolaan pendidikan formalsecara keseluruhan oleh badan hukum pendidikan didasarkan padaprinsip otonomi, yaitu kewenangan dan kemampuan untukmenjalankan kegiatan secara mandiri baik dalam bidang akademikmaupun non-akademik”;c. Pasal 40 ayat (5), menentukan: ”Dana pendidikan sebagaimanadimaksud pada ayat (4) yang disalurkan dalam bentuk hibah sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk BadanHukum Pendidikan diterima dan dikelola oleh pemimpin organpengelola pendidikan”;
3.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang PendanaanPendidikan :a. Pasal 83 ayat (1) menentukan: “Dana pendidikan dari Pemerintahdan/atau pemerintah daerah diberikan kepada satuan pendidikandalam bentuk hibah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.b. Pasal 83 ayat (2) menentukan: “Dalam proses penyaluran danapendidikan dari Pemerintah dan/atau pemerintah daerah ke satuanpendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), petugas dan/ataulembaga yang terlibat dalam penyaluran dana harus sudahmenyalurkan dana tersebut secara langsung kepada satuan pendidikandalam waktu paling lama 5 (lima) hari kerja setelah terbitnya suratperintah membayar dari kantor pelayanan perbendaharaan negaraatau kantor pelayanan perbendaharaan daerah”.c. Pasal 83 ayat (3) menentukan: “Biaya penyaluran dana sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak boleh dibebankan kepadasatuan pendidikan”.
4.
 
Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang PedomanPelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang telah beberapakali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007:
a.
 
Pasal 6 huruf b, menentukan: “Pelaksanaan pengadaan barang/jasapemerintah dilakukan dengan cara swakelola”.
 
 
3
b.
 
Pasal 39 ayat (1), menentukan: “Swakelola adalah pelaksanaanpekerjaan yang direncanakan, dikerjakan, dan diawasi sendiri”.
c.
 
Penjelasan Pasal 1 angka 1, menyatakan: ”Yang dimaksud dengandilaksanakan secara swakelola adalah:
1).
 
Dilaksanakan sendiri secara langsung oleh instansi penanggung jawab anggaran;
2).
 
Institusi pemerintah penerima kuasa dari penanggung jawabanggaran, misalnya: perguruan tinggi negeri atau lembagapenelitian/ilmiah pemerintah;
3).
 
Kelompok masyarakat penerima hibah dari penanggung jawabanggaran”.
d.
 
Lampiran I Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003, Bab IIIPelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan Swakelola, A.Ketentuan Umum, angka 2.c menyatakan: ”Swakelola oleh penerimahibah adalah pekerjaan yang perencanaan, pelaksanaan, danpengawasannya dilakukan oleh penerima hibah (kelompokmasyarakat, LSM, komite sekolah/pendidikan, lembagapendidikan swasta/lembaga penelitian/ilmiah non badanusaha dan lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah) dengansasaran ditentukan oleh instansi pemberi hibah.”
5.
 
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentangPedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokasi Khusus di Daerah :a. Pasal 33 ayat (1), menentukan: ”DAK Bidang Pendidikan dialokasikanmelalui mekanisme belanja hibah pada sekolah berdasarkanpertimbangan:1) mewujudkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitaspengelolaan keuangan DAK;2) melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif dalam rangkapengendalian dan pengawasan keuangan DAK;3) mengatasi rentang kendali pelaksanaan pengelolaan DAK;4) menggerakkan roda perekonomian melalui pelibatan masyarakatdalam kegiatan DAK.b. Pasal 33 ayat (6), menentukan: ”Kepala Sekolah selaku penerimahibah bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan DAK BidangPendidikan dan realisasi keuangan di satuan sekolah yangdipimpinnya”.c. Pasal 33 ayat (7), menentukan: ”Pelaksanaan program kegiatansebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilakukan secara swakelola olehsekolah selaku penerima hibah dengan melibatkan komite sekolah”.

Activity (111)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Untung Wibowo added this note|
mas tolong saya dikirimi lampiran lampiran yang lain yang berhubungan dengan juknis DAK 2010
Untung Wibowo liked this
suryapratama liked this
Fryda Ayudhia liked this
Nina Artanty liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->