Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
17Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SILOGISME KATEGORIK

SILOGISME KATEGORIK

Ratings: (0)|Views: 4,106|Likes:
Published by annezamaris

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: annezamaris on Mar 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/01/2012

pdf

text

original

 
Annezamaris Dara KhadiztyaD0209007Ilmu Komunikasi Kelas ASILOGISME KATEGORIKPrinsip-prinsip PenyimpulanPenyimpulan tidak langsung, struktur penalarannya diwujudkan dalam bentuksilogisme, yaitu yang secara umum diartikan dengan susunan pikir. Silogismemerupakan salah satu bentuk penyimpulan deduktif yang sering digunakan, baikdalam kehidupan sehari-hari dalam suatu perbincangan maupun dalam bentukpenelitian-penelitian ilmiah. Khusus silogisme kategorik sebagai salah satu bentukpenyimpulan tidak langsung dirumuskan sebagai “Suatu bentuk penyimpulanberdasarkan perbandingan dua proposisi yang di dalamnya terkandung adanya termpembanding dan yang dapat melahirkan proposisi lain sebagai kesimpulannya.Dalam penyimpulan bentuk silogisme kategorik ada tujuh prinsip yang harusdiikuti, 3 prinsip atas dasar konotasi term, dan 4 prinsip atas dasar denotasi term,yaitu berikut ini.1. Hukum pertama. Dua hal yang sama, apabila yang satu diketahui sama denganhal ketiga maka yang lain pun pasti sama.2. Hukum kedua. Dua hal yang sama, apabila sebagian yang satu termasuk dalamhal ketiga maka sebagian yang lain pun termasuk di dalamnya.3. Hukum ketiga. Antara 2 hal, apabila yang satu sama dan yang lain berbedadengan hal ketiga maka dua hal itu berbeda.4. Hukum keempat: Jika sesuatu diakui sebagai sifat sama dengan keseluruhanmaka diakui pula sebagai sifat oleh bagian-bagian dalam keseluruhan itu.5. Hukum kelima. Jika sesuatu diakui sebagai sifat sama dengan bagian dari suatukeseluruhan maka diakui pula sebagai bagian dari keseluruhan itu.6. Hukum keenam. Apabila sesuatu hal diakui sebagai sifat yang meliputikeseluruhan maka diakui pula sebagai bagian dari keseluruhan itu.7. Hukum ketujuh. Apabila sesuatu hal yang tidak diakui oleh keseluruhan makatidak diakui pula oleh bagian-bagian dalam keseluruhan itu.Metode lain untuk menentukan sah tidaknya kesimpulan dalam silogisme,selain menggunakan tujuh prinsip tersebut dapat dirumuskan suatu cara untukmenentukan kepastian kesimpulan dari suatu silogisme dalam diagram himpunanhanya satu bentuk”. Satu bentuk yang dimaksudkan di sini adalah satu bentuk logik.Prinsip penyimpulan praktis ini dapat juga dinyatakan bentuk kontrapositifnyasebagai berikut: “Suatu silogisme jika dilukiskan dalam diagram himpunan lebih satubentuk maka kesimpulannya tidak pasti”.Silogisme BeraturanSilogisme kategorik adalah suatu bentuk penyimpulan berdasarkanperbandingan dua proposisi yang di dalamnya terkandung adanya term pembandingdan yang dapat melahirkan proposisi lain sebagai kesimpulannya. Dirumuskan juga:penalaran berbentuk hubungan 2 proposisi kategorik yagn terdiri atas tiga term
 
sehingga melahirkan proposisi ketiga sebagai kesimpulannya. Dalam definisi di atas jelaslah bahwa silogisme kategorik harus terdiri atas 3 term, hal ini merupakan suatuprinsip sehingga silogismenya disebut dengan silogisme beraturan. Jadi silogismeberaturan adalah hanya terdiri atas tiga term.Dengan memperhatikan kedudukan term pembanding, dalam premis pertamamaupun dalam premis kedua maka silogisme kategorik dapat dibedakan antaraempat bentuk atau empat pola, yaitu berikut ini.1. Silogisme Sub-Pre: Suatu bentuk silogisme yang term pembandingnya dalampremis pertama sebagai subjek dan dalam premis kedua sebagai predikat.2. Silogisme Bis-Pre: Suatu bentuk silogisme yang term pembandingnya menjadipredikat dalam kedua premis.3. Silogisme Bis-Sub: Suatu bentuk silogisme yang term pembandingnya menjadisubjek dalam kedua premis.4. Silogisme Pre-Sub: Suatu bentuk silogisme yang term pembandingnya dalampremis pertama sebagai predikat dan dalam premis kedua sebagai subjek.Dalam membandingkan 2 proposisi kategorik yang sebagai premis silogisme,proposisi pertama dapat bergantian antara 5 macam sebagaimana yang telahdibicarakan di atas, dibandingkan dengan proposisi kedua yang bergantian jugaantara lima macam maka tiap satu bentuk silogisme kategorik ada 5 ´ 5 macam,yaitu ada 25 macam silogisme, tetapi secara terperinci sebenarnya ada 7 ´ 7 berartitiap bentuk ada 49 macam. Berdasarkan hasil pembuktian dengan diagramhimpunan, dari 25 macam tiap bentuk silogisme, hanya 13 mempunyai kesimpulantepat dan pasti, adapun yang lainnya tidak dapat dipastikan kesimpulannya. Semuasilogisme yang pasti ini merupakan penerapan 7 hukum dasar penyimpulan kebentuk-bentuk silogisme dengan mengikuti sistem konversi.Silogisme Tidak BeraturanSilogisme tidak beraturan yang merupakan kumpulan berbagai ragamsilogisme, yaitu silogisme kategorik yang proposisinya ada yang tidak dinyatakanatau berkait-kaitan atau juga bentuk silogisme yang terdiri atas beberapa silogismeyang berkaitan. Silogisme tidak beraturan semuanya dapat dikembalikan ke bentuksilogisme yang beraturan, adapun yang berkaitan dapat juga diuraikan secarabertahap. Silogisme tidak beraturan ada empat macam, yaitu entimema, epikirema,sorites, dan ada juga yang disebut dengan polisilogisme. Semua ini akandibicarakan satu per satu secara jelas.Penalaran bentuk entimema hanya menyebutkan premisnya saja tanpa adakesimpulan karena dianggap sudah langsung dimengerti kesimpulannya atau sudahdisebutkan terlebih dahulu. Dan sering juga menyebutkan premis pertama dengankesimpulan atau premis kedua dengan kesimpulan. Semua ini menunjukkan bahwadalam penalarannya itu ada proposisi yang diperkirakan atau tidak dinyatakan.Entimema didefinisikan sebagai berikut. Entimema adalah suatu bentuk silogismeyang hanya menyebutkan premis atau kesimpulan saja atau keduanya, tetapi adasatu premis yang tidak dinyatakan. Penalaran dalam bentuk entimema proposisiyang tidak dinyatakan ada 4 kemungkinan, yaitu entimema dari silogisme yangpremis pertamanya ditiadakan, entimema dari silogisme yang premis keduanyaditiadakan, entimema dari silogisme yang kesimpulannya diperkirakan karenalangsung dapat diketahui, entimema dari silogisme yang kedua premisnya

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Resky liked this
Donny Simbolon liked this
Iman Mukhaimin liked this
wasitamanuaba liked this
Octa H. Wilfred liked this
steffiavissa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->