Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
72Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sayuran Merupakan Komoditi

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sayuran Merupakan Komoditi

Ratings: (0)|Views: 5,597 |Likes:
Published by panji pandu sukma

More info:

Published by: panji pandu sukma on Mar 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

 
 1I.
PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Sayuran merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkansehari hari dan permintaannya cenderung terus meningkat Sebagaimana jenistanaman hortikultura lainnya, kebanyakan tanaman sayuran mempunyai nilaikomersial yang cukup tinggi. Kenyataan ini dapat dipahami sebab sayuransenantiasa dikonsumsi setiap saat.Sawi (
 Brassica chinensis
L) merupakan salah satu jenis sayur yangdigemari oleh masyarakat Indonesia. Konsumennya mulai dari golonganmasyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Di Indonesiasendiri banyak sekali jenis masakan atau penganan yang menggunakan daun sawi, baik sebagai bahan pokok maupun sebagai bahan pelengkapnya.Hal tersebutmenunjukkan bahwa dari aspek sosial, masyarakat sudah menerima kehadiransawi untuk konsumsi sehari-hari.Potensi hasil sawi dapat mencapai 40 ton ha-1 namun rata-rata hasil sawidi Indonesia hanya 9 ton ha-1 (Rukmana,1994). Jika bibitnya disemaikan dalam pot perkecambahan, hasilnya dapat mencapai 89,23 ton ha-1 (Kalisz and Cebula,2002). Salah satu kendala yang dihadapi adalah faktor tanah. Sawi menghendakikondisi tanah yang gembur, banyak mengandung humus dan subur baik secarafisik kimia maupun biologi. Untuk itu diperlukan pengelolaan tanah yang lebihintensif yang diikuti dengan usaha perbaikan kesuburan tanah, salah satunyaadalah dengan penambahan bahan organik berupa kompos. 
 
1
 
 2Pupuk organik dapat bersumber dari kotoran hewan, limbah rumah tanggaserta dari seresah tumbuhan. Namun kotoran hewan maupun limbah rumah tanggasebagai bahan baku pupuk organik tidak selamanya tersedia. Disisi lain, banyak  jenis gulma (tumbuhan pengganggu) yang berpotensi sebagai sumber pupuk organik, diantaranya adalah gulma tusuk konde dan kirinyu.Dengan demikian, gulma memiliki potensi yang besar sebagai sumber  bahan organik yang dapat menggantikan atau mensubstitusi pupuk kimia dalam budidaya tanaman pertanian.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, dapat diidentifikasi masalahsebagai berikut :1. Apakah dengan pemberian pupuk organik tusuk konde dan kirinyu berpengaruhterhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.2. Pada dosis berapakah pupuk organik tusuk konde dan kirinyu berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.
I.1 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh dosis pupuk organik tusuk konde dan kirinyu terhadap pertumbuhan dan hasil tanamansawi.Kegunaan penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai pengaruhdosis pupuk organik tusuk konde dan kirinyu terhadap pertumbuhan dan hasiltanaman sawi. 
 
 3
I.2 Kerangka Pemikiran
Dalam teknik budidaya tanaman sayuran, harus diperhatikan faktor-faktor yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhannya, salah satunya adalahfaktor tanah. Tanah merupakan media tumbuh bagi tanaman, juga merupakansuatu bentuk ekosistem dinamis yang tersusun atas berbagai komponen pentingseperti air, unsur mineral, bahan organik, mikroorganisme serta udara.Upaya yang dapat ditempuh untuk dapat meningkatkan kesuburan tanahdan hasil tanaman dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik. Pupuk organik yang biasa digunakan untuk budidaya tanaman sayuran adalah pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, bokashi, dan kascing.Kompos
Salvinia molesta
pada dosis 6 ton ha-1 dan
Chromolaena
dengankandungan N= 2,65% dan K = 1,90% terbukti dapat meningkatkan pertumbuhantanaman (Raju and Gangwar, 2004; Chandrashekar and Gajanana, 2006). Gulmalain, tusuk konde (
Wedelia trilobata
), mempunyai potensi sebagai sumber bahanorganik karena mengandung N yang tinggi (Handayani et al., 2002). Di sampingitu tusuk konde juga dapat memperbaiki agregat tanah, porositas tanah sertakandungan C-organik tanah (Dewi, 2003).Pemberian pupuk organik tusuk konde dan kirinyu secara bertahap akanmengembalikan kondisi kesuburan tanah, sehingga pupuk organik bukan sajasebagai penyubur tanaman tetapi juga sebagai soil condisioner. Penggunaan bahanorganik secara continue akan memperbaiki stuktur dan tekstur tanah , hal inikarena bahan organik akan diuraikan oleh organisme tanah dan mempunyai sifatsebagai pengikat butir tanah menjadi butir yang lebih besar. Bakteri decomposer 

Activity (72)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hanoy Pah Baow liked this
Gita Ai Mentari liked this
Ririn Oktarina liked this
Alvi Crew liked this
Endof Valey liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->