manajemen, menjadi sistem manajemen ilmiah rasional Taylor yang dikenal di industridan dunia birokrasi sampai saat ini.
1. Perkembangan Manajemen Industri Amerika sebelum 1970-an
Pengembangan dasar pemikiran manajemen itu lebih didasari oleh budaya Baratyang berciri menonjol dalam kompetisi, sifat individu dan peran rasional otak kirimanusia. Perkembangan itu demikian sukses sehingga industri-industri Barat majucepat, makin canggih dan membesar skalanya. Puncak industri mobil di Amerikamisalnya, ditandai dengan penerapan konsep
assembly line
atau lini perakitan dariFord. Dalam hal ini ciri-ciri pengembangan atas dasar karakter individual-rasional otak kiri dalam industri manufaktur sangat menonjol.
a). Teori X dan Teori Y
Teori X beranggapan bahwa sikap manusia terhadap pekerjaan sangat pasif, olehkarena itu perlu penerapan standarisasi pekerjaan, pengawasan, serta sistem penggajianberdasarkan prestasi. Sedangkan teori Y beranggapan bahwa jika manusia diberimotivasi yang cukup, mereka cenderung menikmati pekerjaan mereka secara aktif dankreatif. Oleh karena itu manajer cukup memberi motivasi dan menciptakan suasanalingkungan kerja yang baik serta otonomi kepada karyawan maka produktivitas akanmeningkat. Teori Y merupakan motor pendorong dalam perencanaan program ruangangkasa pada tahun 1970 dan komunikasi komputer pada tahun 1980 di Amerika.
b). Design Based Industry
Menjadi ciri industri Barat, sebelum suatu industri didirikan, perancangan danperencanaan telah dilakukan secara rinci,
layout
pabrik, fasilitas, mesin, aliran produk dan bahan, hubungan aktivitas, serta prosedur kerja standar telah ditulis dandidokumentasikan dengan lengkap. Tidak mengherankan bila 25 tahun kemudianindustri tersebut cenderung tidak mengalami perubahan yang berarti. Memangmanajemen industri Barat ini terstruktur rapi dan rinci sehingga pengelolaannyaterkesan sistematis, akan tetapi struktur ini cenderung kaku, karena memang tidak dirancang untuk mengadaptasi dan mengakomodasi perubahan lingkungan yangmungkin akan timbul.
c). Dari MRP hingga CIM
Dalam merancang sistem produksi, suplai komponen dan bahan memerlukankecanggihan teknologi, yang mencakup sebagian besar hingga keseluruhan aspek industri. Dengan sesedikit mungkin intervensi manusia, kecanggihan komputerdiperlukan untuk perancangan ini, mulai dari MRP (Material Requirement Planning),MRP II (Manufacturing Resource Planning) hingga CIM (Computer IntegratedManufacturing).Biaya investasi yang cukup besar diperlukan untuk mendirikan perusahaan yangakan menuntut komitmen jangka panjang ini.
d). Assembly Line dari Ford
Sistem Ford adalah suatu sistem produksi masal yang didasarkan pada alirankerja, yang kadang-kadang disebut sistem otomasi. Ini adalah sistern produksi masalsejati di mana bahan mentah diolah dengan mesin dan dibawa di sepanjang banberjalan untuk diubah menjadi suku cadang rakitan. Dengan lini rakit yang bergerak dengan kecepatan tetap, komponen dari berbagai jenis kemudian dipasok ke setiapproses perakitan akhir, sehingga akhirnya menjadi mobil rakitan lengkap yang keluarsatu persatu dari lini.Metode produksi ini mencerminkan falsafah manajemen bisnis, individualitasorang yang memimpin pabrik dan membentuk budaya hidup karyawan industri. Sistemassembly line ini sekarang sudah diadopsi di berbagai sistem produksi pada umumnya.
e). Spesialisasi
Spesialisasi merupakan inti pembagian kerja manajemen industri Barat.Keunggulan spesialisasi antara lain bahwa tenaga kerja yang memenuhi syarat mudahdidapatkan karena hanya dipersyaratkan memiliki ketrampilan terbatas saja, untuk itukeperluan training yang dibutuhkan bisa lebih cepat. Upah karyawan tentunya bisalebih rendah dan untuk instruksi maupun kendalinya lebih sederhana. Dengan demikiantingkat mekanisasi dan otomatisasinya bisa menjadi tinggi.
f). Manajemen Birokrasi dan Kebangkrutan Birokrasi Amerika.
Dalam penyusunan organisasi yang makin lama makin membesar diperlukanpemikiran rasional untuk pengelolaannya, diperlukan manajemen. Muncul strukturorganisasi dengan garis-garis komando, lengkap dengan peraturan-peraturan dan
jobdescription
. Dengan konsep birokrasi inilah negara-negara Barat berkembang pesat.Meskipun sistem manajemen birokrasi telah sedemikian tua, kebangkrutanbirokrasi Amerika Serikat pada tahun 1990 masih merupakan peristiwa yangmengejutkan. Tiap negara bagian defisit anggaran besar-besaran dan banyak pemutusanhubungan kerja, sedangkan pemerintah Federal menderita defisit anggaran sampai US$350 milyar (Osborne & Gaebler, 1999). Krisis manajemen ini kemudian diikuti Rusia,Eropa Timur dan Jerman.Memang tugas manajemen birokrasi lembaga pemerintah adalah untuk menopangmisi kebaikan, demokrasi terbuka, adil tanpa perbedaan, tetapi karena konsep inidikendalikan secara terpusat, terikat erat pada ketentuan & peraturan yang kaku, danrantai panjang hierarki komando yang harus diikuti, maka timbul kelambanan (
time-delay
),
operation cost
yang mahal dan pemborosan. Bahkan tidak ada perbedaan
reward
bagi mereka yang rajin dan kreatif dari mereka yang malas. Dengan demikiansulit sekali bagi manajemen mencapai efisiensi pasar.Problem yang sama dihadapi oleh industri-industri manufaktur pada tahun 1980-an, ketika mereka harus menghadapi persaingan ketat dengan perusahaan-perusahaanAsia Timur.2