Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
92Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TINJAUAN ASPEK MUTU DALAM KEGIATAN INDUSTRI PANGAN

TINJAUAN ASPEK MUTU DALAM KEGIATAN INDUSTRI PANGAN

Ratings: (0)|Views: 3,663 |Likes:
Published by stedii

More info:

Published by: stedii on Mar 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

 
TUGAS JAMINAN MUTU PANGAN
TINJAUAN ASPEK MUTU DALAM KEGIATANINDUSTRI PANGAN
Oleh:Stella darmadi F24060717
DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGANFAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIANINSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010
 
PENDAHULUAN
Dari tahun ke tahun, industri pangan di Indonesia semakin berperan penting dalam pembangunan industri nasional maupun dalam perekonomiansecara keseluruhan. Industri pangan nasional telah menunjukkan perkembanganyang cukup berarti. Hal ini tampak dari semakin berkembangnya berbagai jenisindustri yang mengolah bahan baku yang berasal dari sektor pertanian. MenurutDepartemen Perindustrian dan Perdagangan (1995) dalam Hadiwihardjo (1998), jumlah industri pangan berskala menengah besar dengan jumlah investasi di atas600 juta berjumlah 1.343 unit usaha, yang meliputi 27 jenis industri. Totalkapasitas industri mencapai 33.85 juta ton pertahun dengan total investasi 20.17trilyun.Dengan semakin meningkatnya pengetahuan, perkembangan teknologi,dan kesadaran masyarakat akan pangan, inovasi produk olahan yang berkelanjutan sangatlah diperlukan. Inovasi ini berkaitan dengan jenis, bentuk,kemasan produk maupun teknik–teknik pemasaran secara terpadu. Industri jugadituntut agar mampu menyediakan produk–produk pangan olahan yang menarik dangan mutu yang baik, bergizi, aman serta memiliki harga jual yang terjangkauoleh daya beli masyarakat. Perubahan kebiasaan makan, meningkatnya jumlahkonsumen pangan khusus seperti penderita penyakit tertentu dan konsumenlanjut usia, serta kesadaran konsumen terhadap makanan sehat akan menjadi pendorong berkembangnya industri pangan.Salah satu progam penunjang dalam bidang pangan adalah pengawasanmakanan dan minuman. Progam pengawasan pangan ini bertujuan untumelindungi masyarakat sehingga masyarakat tidak mengkonsumsi pangan yangtidak memenuhi syarat kesehatan, mutu, gizi, dan bertentangan dengan keyakinanmasyarakat. Dalam progam ini tercakup pembinaan dan pengawasan penggunaan bahan tambahan pangan, pemberian label, pelaksanaan sistem pengawasanmakanan, serta penyusunan peraturan dan perundang-undangan(Wirakartakusumah, 1997).Pangan yang beredar di Indonesia haruslah sesuai dengan standar yangtelah ditetapkan sehingga tidak merugikan dan membahayakan kesehatankonsumen. Pada tahun 1996, telah ditetapkan Undang-undang mengenai Pangan.Tiga pertimbangan yang digunakan dalam pembuatan Undang–undang Pangantersebut adalah : (1) pangan merupakan kebutuhan dasar manusia, (2) panganyang aman, bermutu, bergizi, dan beragam sebagai prasyarat utama untuk kesehatan, dan (3) pangan sebagai komoditas dagang memerlukan sistem perdagangan yang jujur dan bertanggung jawab (Soehardjo, 1997).Dalam Undang-Undang Pangan Tahun 1996 dijelaskan bahwa standar mutu pangan adalah spesifikasi atau persyaratan teknis yang dilakukan tentangmutu pangan, misalnya, dari segi bentuk, warna, atau komposisi yang disusun berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta aspek lain yang terkait. Standar mutu pangantersebut mencakup baik pangan olahan, maupun pangan yang tidak diolah.Dalam pengertian yang lebih luas, standar yang berlaku bagi pangan mencakup
 
 berbagai persyaratan keamanan pangan, gizi, mutu, dan persyaratan lain dalamrangka menciptakan perdagangan pangan yang jujur, misalnya persyaratantentang label dan iklan.Perdagangan bebas yang jujur dan bertanggung jawab sangatlah pentinguntuk diterapkan, terutama apabila komoditi yang diperjualbelikan adalah produk  pangan. Untuk menjamin hal ini, maka telah dibentuk organisasi perdagangandunia (WTO).
 
WTO telah mengembangkan dua kesepakatan yang dibuat khususuntuk menjamin mutu dan keamanan pangan, yaitu SPS
(Sanitary and  Phytosanitary Measures)
untuk keamanan pangan, serta TBT
(Technical Barier To
 
Trade)
untuk mutu pangan. Berbagai progam manajemen, pedoman, danstandar untuk mewujudkan kedua kesepakatan tersebut dikembangkan antara lainmelalui ISO–9000, ISO–14000,
Good 
 
Manufacturing Practices
(GMP),
 Hazard  Analysis and Critical Control Point 
(HACCP), standar komoditas pangan dari
Codex Alimentarius
 
Commision
(CAC), serta
Total Quality Management 
(TQM)dalam pembinaan mutu dan keamanan pangan.Dengan semakin berkembangnya era globalisasi, industri pangan nasionalakan menghadapi tantangan pasar bebas berupa iklim persaingan yang semakinketat. Membanjirnya produk pangan impor adalah bukti bahwa fenomena pasar  bebas telah berlangsung saat ini. Untuk memenangkan persaingan ini, tantanganyang paling besar bagi industri pangan di Indonesia adalah kemampuan untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk pangan yang dikonsumsi bermutu dan aman, serta pada tingkat harga yang terjangkau. Sebagaikonsekuensi dari hal tersebut, industri pangan nasional harus mampu menerapkansistem jaminan mutu dan jaminan keamanan pangan sebagai fokus kegiatanutama dalam memproduksi pangan yang layak untuk dikonsumsi.
TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PANGAN
Teknologi pangan merupakan teknologi yang mendukung pengembanganindustri pangan dan berperan penting dalam upaya menerapkan tujuan industriuntuk memenuhi permintaan konsumen. Teknologi pangan diharapkan dapat berperan dalam perancangan produk, pengawasan bahan baku, pengolahan,tindak pengawetan yang diperlukan, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi produk sampai ke konsumen. Sementara itu, industri pangan merupakan industriyang mengolah hasil–hasil pertanian sampai menjadi produk yang siapdikonsumsi oleh masyarakat. Menurut Wirakartakusumah dan Syah (1990),fungsi utama suatu industri pangan adalah untuk menyelamatkan,menyebarluaskan, dan meningkatkan nilai tambah produk–produk hasil pertaniansecara efektif dan efisien.Tolak ukur kegiatan suatu usaha industri pangan haruslah didasarkan pada permintaan konsumen akan suatu produk pangan. Hal ini disebabkankonsumen selalu menuntut suatu produk yang aman, berkualitas atau bermutu, praktis dan mudah untuk disiapkan dan disajikan, serta rasa yang enak denganharga yang terjangkau. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan industri pangan,maka kebutuhan masyarakat terhadap produk–produk pangan dengan mutu

Activity (92)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dwi Yulisawati liked this
uni_fitri liked this
_eaurora_ liked this
Dudie Heran Dech liked this
Siti Maisyaroh liked this
Yogi Sugama liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->