berbagai persyaratan keamanan pangan, gizi, mutu, dan persyaratan lain dalamrangka menciptakan perdagangan pangan yang jujur, misalnya persyaratantentang label dan iklan.Perdagangan bebas yang jujur dan bertanggung jawab sangatlah pentinguntuk diterapkan, terutama apabila komoditi yang diperjualbelikan adalah produk pangan. Untuk menjamin hal ini, maka telah dibentuk organisasi perdagangandunia (WTO).
WTO telah mengembangkan dua kesepakatan yang dibuat khususuntuk menjamin mutu dan keamanan pangan, yaitu SPS
(Sanitary and Phytosanitary Measures)
untuk keamanan pangan, serta TBT
(Technical Barier To
Trade)
untuk mutu pangan. Berbagai progam manajemen, pedoman, danstandar untuk mewujudkan kedua kesepakatan tersebut dikembangkan antara lainmelalui ISO–9000, ISO–14000,
Good
Manufacturing Practices
(GMP),
Hazard Analysis and Critical Control Point
(HACCP), standar komoditas pangan dari
Codex Alimentarius
Commision
(CAC), serta
Total Quality Management
(TQM)dalam pembinaan mutu dan keamanan pangan.Dengan semakin berkembangnya era globalisasi, industri pangan nasionalakan menghadapi tantangan pasar bebas berupa iklim persaingan yang semakinketat. Membanjirnya produk pangan impor adalah bukti bahwa fenomena pasar bebas telah berlangsung saat ini. Untuk memenangkan persaingan ini, tantanganyang paling besar bagi industri pangan di Indonesia adalah kemampuan untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk pangan yang dikonsumsi bermutu dan aman, serta pada tingkat harga yang terjangkau. Sebagaikonsekuensi dari hal tersebut, industri pangan nasional harus mampu menerapkansistem jaminan mutu dan jaminan keamanan pangan sebagai fokus kegiatanutama dalam memproduksi pangan yang layak untuk dikonsumsi.
TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PANGAN
Teknologi pangan merupakan teknologi yang mendukung pengembanganindustri pangan dan berperan penting dalam upaya menerapkan tujuan industriuntuk memenuhi permintaan konsumen. Teknologi pangan diharapkan dapat berperan dalam perancangan produk, pengawasan bahan baku, pengolahan,tindak pengawetan yang diperlukan, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi produk sampai ke konsumen. Sementara itu, industri pangan merupakan industriyang mengolah hasil–hasil pertanian sampai menjadi produk yang siapdikonsumsi oleh masyarakat. Menurut Wirakartakusumah dan Syah (1990),fungsi utama suatu industri pangan adalah untuk menyelamatkan,menyebarluaskan, dan meningkatkan nilai tambah produk–produk hasil pertaniansecara efektif dan efisien.Tolak ukur kegiatan suatu usaha industri pangan haruslah didasarkan pada permintaan konsumen akan suatu produk pangan. Hal ini disebabkankonsumen selalu menuntut suatu produk yang aman, berkualitas atau bermutu, praktis dan mudah untuk disiapkan dan disajikan, serta rasa yang enak denganharga yang terjangkau. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan industri pangan,maka kebutuhan masyarakat terhadap produk–produk pangan dengan mutu