Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Demokrasi Yang Meredup

Demokrasi Yang Meredup

Ratings: (0)|Views: 20 |Likes:
Published by dinoroy aritonang

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: dinoroy aritonang on Mar 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2010

pdf

text

original

 
Demokrasi yang Meredup
Dinoroy AritonangDosen di STIA LAN Bandung dan Mahasiswa Pascasarjana Hukum Kenegaraan UGM.Setelah beberapa lama bekerja, tampaknya sikap kritis anggota Pansus HakAngket Century mulai terlihat kendur. Kendurnya sikap tersebut terlihat darimulai tidak kompaknya anggota Pansus dalam memberikan pendapat kepadapublik.Padahal, sebelumnya beberapa anggota Pansus dengan tegas menyatakan akanterusmengiringi proses pemeriksaan tanpa memusingkan wacana reshuffle maupunpecahkoalisi. Namun, akhirnya mulai terbaca bahwa lobi politik sangat mungkin terjadidalam Pansus. Mungkinkah ini memang sudah seperti yang diramalkan sebelumnyabahwa Pansus tidak lebih dari dagelan politik dan penghamburan energi, hanyauntuk menampilkan politik pencitraan.
Dilema Pansus
Dipandang secara politis, kedudukan anggota Pansus memang bukan merupakanpemegang kunci dalam partai maupun fraksinya masing-masing. Lagi pula,kalaupunmereka mempunyai posisi kunci di kedua tempat tersebut, mereka tetap harustunduk pada garis kebijakan partai, yang tidak lebih dari sekadartimbang-menimbang kepentingan. Sikap kritis yang sudah terbangun sejak awalsangat memungkinkan untuk berubah 180 derajat dalam waktu sesaat. Tidakmengherankan bila pada akhirnya suara-suara untuk membuka pintu lobi muncul,seperti yang ramai diramalkan.Peran kunci sebuah partai memang bukan berada di pundak anggota pansus,melainkan pada sekelompok elite partai. Golongan inilah yang pada akhirnyamenentukan arah dan pilihan kebijakan partainya. Oleh karena itu, wajar saja jika posisi anggota Pansus menjadi dilematis. Di satu sisi, mereka harus memberipertanggungjawaban kepada rakyat yang sudah kadung melihat dengan jelasmerebaknya kasus bailout Bank Century. Namun, di sisi lain, mereka juga terlihattidak digdaya jika berhadapan dengan kepentingan tertinggi partai. Bagai buahsimalakama, memilih atau tidak memilih salah satunya, sama saja, toh, akan tetap"menanggung malu" juga.
Kegamangan Pansus
Sikap anggota Pansus yang mulai terlihat meragukan sebenarnya sudah dapatdibaca. Pertama, dari adanya keraguan dari anggota Pansus mengenai aliran danayang diduga mengalir ke partai tertentu terkait dengan Pilpres 2009. Padahal,ini adalah pintu awal mengapa kasus Century menjadi hangat dibicarakan.Kedua, pertanyaan besar dan substansial yang sejak awal mengemuka belum juga terjawab dengan tegas. Apakah Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyaniterlibat dalam dugaan penyalahgunaan dana talangan Bank Century?Ketiga, jalan pikiran Pansus terhadap dugaan pelanggaran dan pihak yang
 
harus bertanggung jawab masih abu-abu. Parahnya, dikhawatirkan hal ini malahakan sengaja dibiarkan tetap menjadi bola liar. Sebab, anggota Pansus masih"takut" untuk menyebut nama pihak tertentu. Keempat, anggota Pansus mulai tidakkompak dan kritis seperti awal mulai Pansus dibentuk.Kelima, munculnya manuver dan lobi politik yang disinyalir berujung padakesepakatan untuk membuat Pansus menjadi mandul. Alhasil, mungkin bisadiramalkan, Pansus Century akan menyatakan tidak menemukan benang merah kemanadana talangan dialirkan dan hanya memberikan pendapat bahwa prosespenyelamatanBank Century mengandung masalah, tapi tidak berani menjustifikasi terjadinyapelanggaran hukum di dalamnya.
Esensi Demokrasi
Berkaca pada prinsip demokrasi, anggota Pansus sebagai representasi rakyatpada dasarnya mempunyai hak prinsipil. Sebagaimana diungkapkan oleh MargaretReid, presiden senat Australia yang sekaligus menjabat sebagai presiden CPA
(Commonwealth Parliamentary Association).
Pada 2001 dia pernah menuliskan pandangannya mengenai keuntungan demokrasi
(benefits of democracy).
Pandangan tersebut menjadi pembuka dalam sebuah bukuyang berjudul
Parliamentary Democracy: Is There a Perfect Model
(2001) yangdirangkai oleh Nicholas Hopkinson. Reid melukiskan keuntungan demokrasi dalamtiga hal.Pertama,
The first great benefit of democracy is the right to oppose.
Menurut Reid, keuntungan pertama adalah tersedianya hak untuk menentang,bahwatidak ada satu negara pun yang dipandang benar-benar demokratis kecuali oposisidan suara-suara yang kritis diizinkan untuk mengkritisi pemerintahan.Keuntungan kedua adalah
the enjoyment of individual freedom
, bahwa dalamalam demokrasi semua orang haruslah menikmati kebebasan individual. Dalamkonteks ini, anggota pansus mempunyai kebebasan pribadi untuk menyatakanpendapat dan sikap kritisnya terkait dengan dugaan pelanggaran hukum dalamkebijakan Century tersebut meskipun berseberangan dengan garis kebijakan partai. Tapi, pertanyaan besarnya, beranikah anggota Pansus?Keuntungan ketiga dari demokrasi adalah
that government is seen to betransparent 
. Artinya, mau tidak mau pemerintah harus terbuka terhadap warganya. Tanpa keterbukaan, pemerintah hanya akan menjadi entitas yang berjalan dengankeinginannya sendiri dan melupakan rakyat yang seharusnya dilayani. Sikap danpandangan elitis dari segelintir golongan elite dalam pemerintahanlah yangmenjadi justifikasi. Hal ini berlaku dalam "dunia" partai politik. Kepentingandan pandangan sekelompok elitelah yang pada akhirnya menjustifikasi bagaimanaanggota Pansus harus bersikap. Akhirnya, Pansus pun hanya menjadi dagelan dancorong kepentingan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->