Σ
Ad Durru Al Mantsur Fi Tafsir Bi Al Ma’tsur: Jalaluddin As Suyuthi (W. 911H)
2.Metode tafsir bi al Ra’yi / bi al Dirayah / bi al Ma’qul
Ialah cara menafsirkan ayat-ayat al Qur’an yang didasarkan atas sumber ijtihaddan pemikiran mufasir terhadap tuntunan kaidah bahasa Arab dan kesusastraannya, teoriilmu pengetahuan setelah dia menguasai sumber-sumber tadi. Nama-nama kitab tafsir yang tergolong bi al Ra’yi:
•
Mafatihu Al Ghaib: Fahruddin Ar Razi (W. 606 H).
•
Anwarul Al Tanzil Wa Haqaiqu Al Ta’wil: Imam Al Baidhawi (W. 692 H).
•
Madariku Al Tanzil Wa Haqaiqut Ta’wil: Abdul Barakat An Nasafi (W. 710).
•
Lubabual Ta’wil Fi Ma’anit Tanzil: Imam Al Khazin (W. 741 H).
3.Metode tafsir bi al Iqtirani (perpaduan antara bi al Manqul dan bi al Ma’qul)
Adalah cara menafdirkan al Qur’an yang didasarkan atas perpaduan antarasumber tafsir riwayah yang kuat dan dan shahih dengan sumber hasil ijtihad pikiran yangsehat. Nama-nama kitab tafsir yang tergolong bi al Iqtirani:
•
Tafdir Al Manar: Syaikh Muhammad Abduh dan Syaikh Rasyid Ridlo (W.1354 H / 1935 M).
•
Al Jawahirul Fi Tafsir Al Qur’an: Tanhawi Al Jauhari (W. 1358 H).
•
Tafsir Al Maraghi: Ahmad Musthafa Al Maraghi (W. 1371 H / 1952 M).IIMetode tafsir al Qur’an bila ditinjau dari segi cara penjelasannya terhadaptafsiran ayat-ayat al Qur’an, maka metode tafsir ada dua macam:
a.Metode Bayani / Metode Deskripsi
Ialah penafsiran dengan cara menafsirkan ayat-ayat al Qur’an hanyadengan memberikan keterangan secara deskripsi tanpa membandingkan riwayat / pendapat dan tanpa menilai (tarjih) antar sumber. Nama kitab tafsir yang tergolong metode ini:
Ρ
Ma’alim Al Tanzil: Imam Al Husain Ibnu Mas’ud Al Baghawi (W. 516 H).
b.Metode tafsir Muqarin / komperasi
Yaitu membandingkan ayat dengan ayat yang berbicara dalam masalahyang sama, ayat dengan hadits (isi dan matan), antara pendapat mufasir dengan mufasir lain dengan menonjolkan segi-segi perbedaan.
Nama kitab tafsir yang tergolong metode ini:
Ρ
Al Jami’ Li Ahkam Al Qur’an: Imam Al Qurthubi (W. 671 H).IIIMetode tafsir bila ditinjau dari segi keluasan penjelasantafsirannya, maka ada dua macam:
1)Metode tafsir Ijmaly
Adalah penafsiran dengan cara menafsirkan ayat al Qur’an hanya secaraglobal saja yakni tidak mendalam dan tidak pula panjang lebar, sehinnga bagi orangawam akan lebih mudah untuk memahami. Nama kitab tafsir yang tergolong metode ini:
Ρ
Tafsir Al Qur’an Al Karim: M. Farid Wajdi.
Ρ
Tafsir Wasith: Majma’ul Bukhtusil Islamiyah.
12 Kutipan (al Farmawi: t.t.: 20)
3