Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
67Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
METODOLOGI ILMU TAFSIR

METODOLOGI ILMU TAFSIR

Ratings: (0)|Views: 4,990 |Likes:
Published by JeansAmericea
tafsir sebagai lgkh dalam memahami al qur an
tafsir sebagai lgkh dalam memahami al qur an

More info:

Published by: JeansAmericea on Mar 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2012

pdf

text

original

 
DEFINISI METODE, METODOLOGI,DAN TAFSIR Zen AmrullahPendahuluan
Kajian tentang metodologi tafsir bisa dikatakan baru lahir dalam pemikiran paraintelektual Islam. Buktinya, setelah tafsir mengalami perkembangan pesat sementarametodologi baru bisa dipakai sebagai objek kajian. Itu menunjukkan bahwa kajian tafsir ini lebih awal dari pada metodologinya.
1
Dalam perspektif historisnya semua penafsiran itu pasti menggunakan metode-metode yang ada dalam menafsirkan al-Qur’an. Akan tetapi metode-metode tersebutdisesuaikan dengan sudut pandang para mufasir, tentu tidak akan keluar dari ruanglingkup keilmuannya. Para mufasir menggunakan metode tersebut hanya secara aplikatif saja, belum dijelaskan secara eksplisit. Lambat laun setelah ilmu pengetahuan Islammengalami perkembangan kemudian mulai mengkaji metode ini dan akan melahirkanyang namanya metodologi tafsir.Metodologi dapat didefinisikan sebagai pengetahuan mengenai cara-cara untuk menelaah lebih jauh dari kandungan al-Qur’an. Disamping itu ia juga merupakan alatuntuk menggali pesan-pesan yang terkandung dalam al-Qur’an. Oleh karena itu, paramufasir akan menghasilkan kitab tafsir yang sesuai metodologi yang mereka gunakan.
 Metode dan metodologi tafsir 
Metode
adalah cara yang teratur yang sistimatis untuk pelaksanaan sesuatu; carakerja.
2
 
Metode dalam bahasa Arab biasanya disebut dengan “al-manhaj” atau “al-thariqatal-tanawih.” Menurut Dr. Ibrahim Syarif definisi metode adalah suatu cara atau alat untuk menganalisasikan tujuan aliran-aliran tafsir .
3
 
Metodologi
adalah ilmu metode; ilmu cara-cara dan langkah-langkah yang tepat(untuk menganalisa sesuatu); penjelasan serta menerapkan cara.
4
Metode
adalah carayang telah diatur dan terpikir baik-baik.
5
 
Metodologi
berasal dari dua kata;
method 
dan
logos.
Dalam bahasa Indonesia
method 
dikenal dengan
metode
yang artinya cara yangteratur dan terpikirkan baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan dansebagainya); cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanan sesuatu kegiatanguna mencapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan
logos
diartikan ilmu pengetahuan.
Dalam bahasa Arab istilah metode dikenal dengan
manhaj.
 
1 Said Aqil Husain al-Munawwar (kata pengantar-Ali Hasan al-aridl),
Sejarah dan Metodologi tafsir,
tarj.Ahmad Akrom (Jakarta: Rajawali Press, 1992), hlm v2 Pius A Partanto, M. Dahlan al Barry,
 Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Terbaru
,
hlm 461
3 Prof. Dr. H.M. Ridlwan Nasir, MA,
Memahami Al-Qur’an,
(Surabaya: Indra Media, 2003), hlm 144
ibid hlm 461
5 Drs. M. Kasir Ibrahim,
 Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Terbaru
,
hlm 251
6 Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka 1989 hlm 580-5817 Elias Modern Dictionary Arabic-English Beirut ; Dar al Jail 1979 hlm 736
1
 
Metode tafsir secara klasik dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
Bi al-Ma’tsur 
Bi al-Ra’yi.
8
Prof. Dr. Quraish Shihab memaparkan tentang cakupan metode-metode tafsir yang dikemukakan oleh ulama’ mutaqaddim dengan ketiga coraknya:
al-Ra’yu
al-ma’tsur 
al-IsyariKetiga corak tersebut disertai penjelasan tentang syarat-syarat diterimanya suatu penafsiran serta metode pengembangannya; dan mencakup juga metode-metodemutaakhir yang ada empat macam:
Tahliliy
Ijmaliy
Muqarin
Mawdlu’iy.
9
Berbeda dengan Prof. Dr. H. Abd. Djalal, HA yang membagi metode tafsir menjadiempat antara lain:
Tinjauan dari segi sumber penafsiran
Cara penjelasan
Keluasan penjelasan
Sasaran dan tertib ayat yang sitafsirkan.
Sedangkan Abdurrahman membagi metode menjadi tiga:
Metode naqli (bi al ma’tsur)
Metode lughawi
Metode aqli (ijtihadi).
Untuk lebih praktisnya mempelajari al-Qur’an dengan keanekaragaman penafsiran, maka berikut ini dipaparkan tentang pengelompokan macam-macam metodesesuai dengan titik tekan dan sisi sudut pandangnya masing-masing.IMetode tafsir al Quran bila ditinjau dari segi sumbe penafsirannya, ada tiga macam:1.
Metode tafsir al Ma’tsur / bi al Riwayah / bi al Manqul 
 Yaitu tata cara menafsirkan ayat-ayat al Qur’an yang didasarkan atas sumber  penafsiran al Qur’an, al Hadits, Dari riwayat sahabat dan tabi’in. Nama-nama kitab tafsir yang tergolong bi al Ma’tsur:
Σ
Jami’ Al Bayan Fi Tafsiri Al Qur’an: Ibnu Jarir Ath Thabari (W. 310 H).
Σ
Al Kasyfu Wa Al Bayan Fi Tafsiri Al Qur’an: Ahmad Ibnu Ibrahim (W. 427 H).
Σ
Ma’alimu Al Tanzil: Imam Al Husain Ibnu Mas’ud Al Baghawi (W. 516 H).
Σ
Al Jami’ Li Ahkam Al Qur’an: Al Qurthubi (W. 671 H).
Σ
Tafsir Al Qur’an Al Adhim: Imam Abul Fida’ Ismail Ibnu Katsir (W. 774 H).
8 Kutipan (Subhi as-Shallih, 1977: 290-291)9 Kutipan (Quraish Shihab, 1992: 155), (Al Farmawi 1977: 64)10 Kutipan (Abd. Djalal, HA, 1990: 64)11 Kutipan (Abdurrahman, t.t: 107)
 
Σ
Ad Durru Al Mantsur Fi Tafsir Bi Al Ma’tsur: Jalaluddin As Suyuthi (W. 911H)
2.Metode tafsir bi al Ra’yi / bi al Dirayah / bi al Ma’qu
Ialah cara menafsirkan ayat-ayat al Qur’an yang didasarkan atas sumber ijtihaddan pemikiran mufasir terhadap tuntunan kaidah bahasa Arab dan kesusastraannya, teoriilmu pengetahuan setelah dia menguasai sumber-sumber tadi. Nama-nama kitab tafsir yang tergolong bi al Ra’yi:
Mafatihu Al Ghaib: Fahruddin Ar Razi (W. 606 H).
Anwarul Al Tanzil Wa Haqaiqu Al Ta’wil: Imam Al Baidhawi (W. 692 H).
Madariku Al Tanzil Wa Haqaiqut Ta’wil: Abdul Barakat An Nasafi (W. 710).
Lubabual Ta’wil Fi Ma’anit Tanzil: Imam Al Khazin (W. 741 H).
3.Metode tafsir bi al Iqtirani (perpaduan antara bi al Manqul dan bi al Ma’qul)
Adalah cara menafdirkan al Qur’an yang didasarkan atas perpaduan antarasumber tafsir riwayah yang kuat dan dan shahih dengan sumber hasil ijtihad pikiran yangsehat. Nama-nama kitab tafsir yang tergolong bi al Iqtirani:
Tafdir Al Manar: Syaikh Muhammad Abduh dan Syaikh Rasyid Ridlo (W.1354 H / 1935 M).
Al Jawahirul Fi Tafsir Al Qur’an: Tanhawi Al Jauhari (W. 1358 H).
Tafsir Al Maraghi: Ahmad Musthafa Al Maraghi (W. 1371 H / 1952 M).IIMetode tafsir al Qur’an bila ditinjau dari segi cara penjelasannya terhadaptafsiran ayat-ayat al Qur’an, maka metode tafsir ada dua macam:
a.Metode Bayani / Metode Deskripsi
Ialah penafsiran dengan cara menafsirkan ayat-ayat al Qur’an hanyadengan memberikan keterangan secara deskripsi tanpa membandingkan riwayat / pendapat dan tanpa menilai (tarjih) antar sumber. Nama kitab tafsir yang tergolong metode ini:
Ρ 
Ma’alim Al Tanzil: Imam Al Husain Ibnu Mas’ud Al Baghawi (W. 516 H).
b.Metode tafsir Muqarin / komperasi
Yaitu membandingkan ayat dengan ayat yang berbicara dalam masalahyang sama, ayat dengan hadits (isi dan matan), antara pendapat mufasir dengan mufasir lain dengan menonjolkan segi-segi perbedaan.
 Nama kitab tafsir yang tergolong metode ini:
Ρ 
Al Jami’ Li Ahkam Al Qur’an: Imam Al Qurthubi (W. 671 H).IIIMetode tafsir bila ditinjau dari segi keluasan penjelasantafsirannya, maka ada dua macam:
1)Metode tafsir Ijmaly
Adalah penafsiran dengan cara menafsirkan ayat al Qur’an hanya secaraglobal saja yakni tidak mendalam dan tidak pula panjang lebar, sehinnga bagi orangawam akan lebih mudah untuk memahami. Nama kitab tafsir yang tergolong metode ini:
Ρ 
Tafsir Al Qur’an Al Karim: M. Farid Wajdi.
Ρ 
Tafsir Wasith: Majma’ul Bukhtusil Islamiyah.
12 Kutipan (al Farmawi: t.t.: 20)
3

Activity (67)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sirojul Munir liked this
Luha El Nafish liked this
Arul Kemodz liked this
Aisyah Yulianing liked this
Abu Nu'man liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->