Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
49Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB I PENDAHULUAN a. Pengertian Secara Umum

BAB I PENDAHULUAN a. Pengertian Secara Umum

Ratings: (0)|Views: 6,412 |Likes:
Published by purkasep

More info:

Published by: purkasep on Mar 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Pengertian
Secara umum kebudayaan banyak diartikan sebagai hasil karya manusia yanglahir dari cipta, rasa dan karsa. Seluruh penggambaran, apersepsi, persepsi, pengamatan, konsep, dan fantasi merupakan unsur pengetahuan yang secarasengaja dimiliki seorang individu. Namun semua itu bisa hilang dari akalnya yangsadar yang disebabkan oleh berbagai hal yang sampai saat ini masih dipelajarioleh ahli psikologi. Sejak dahulu para ahli biologi yang mempelajari perilaku danmembuat pelukisan tentang sistem organisme dari suatu spesies mulai dari prilakumencari makan, menghindari ancaman bahaya, menyerang musuh, beristirahat,mencari pasangan, kawin dan lain-lain. Berbeda dengan organism hewan,organisme manusiajuga dipelajari oleh para ahli sampai pada hal yang terkecil. Namun hal itu tidak dapat menentukan pola tingkah lakunya.
 
BAB IIHUBUNGAN KEBUDAYAAN DENGAN KEPRIBADIANA.Teori Kebudayaan
Secara umum kebudayaan banyak diartikan sebagai hasil karya manusia yang lahir daricipta, rasa dan karsa. Berikut ada empat teori dan pendekatan kebudayaan, yaitu:1.Memandang kebudayaan sebagai kata benda : Dalam arti lewat produk budaya kitamendenifisikan dan mengelola kebudayaan itu. Teori produk budaya ini juga pentingkarena semua hasil budaya yang ada di muka bumi merupakan produk budayakolektif manusia. Identitas budaya dapat dilihat dari pendekatan ini.2.Memandang kebudayaan sebagai kata kerja : Pendekatan ini dikemukakan oleh PlehVan Peursen. Pendekatan ini juga penting untuk dipahami, karena akan mampumenjelaskan kepada kita bagaimana proses-proses budaya itu terjadi di tengahkehidupan kita. Produk-produk budaya yang kita pahami lewat pendekatan pertama diatas ternyata juga menyiratkan adanya proses-proses budaya manusia yang oleh VanPeursen disebut ada tiga terminal proses budaya. Kehidupan mistis dimana mitos berkuasa, atau kuasa mitos mengemudikan arah kebudayaan suatu masyarakat,dilanjutkan dengan hadirnya kehidupan ontologis danyang terakhir adalah kehidupanfungsional yang hari-hari ini lebih mendominasi kehidupan budaya kita.3.Memandang kebudayaan sebagai kata sifat : Ini untuk membedakan mana kehidupanyang berbudaya dan tidak berbudaya, membedakan antara kehidupan manusia yang berbudaya dan makhluk lain seperti hewan dan benda-benda yang tidak memiliki potensi budaya. Dalam memandang kebudayaan sebagai kata sifat maka unsur nilai-nilai menjadi sangat penting. Kebudayaan dikonstruksi sebagai konfigurasi nilai-nilaiatau sebagai kompeksitas nilai-nilaiyang kemudian beroperasi pada berbagai-bagailevel kehidupan. Konfigurasi nilai yang dimiliki berbagai komunitas budaya yang berbeda kemudian melahirkan konstruksi budaya yang berbeda-beda pada komunitas budaya itu.4.Memandang kabudayaan sebagai kata keadaan : Kondisi-kondisi budaya tertentumenjadi menentukan wajah kebudayaan.
 
B.Gerak Kebudayaan
Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadiwadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh sebab hubungan-hubungan yangterjadi antar terjadi kelompok masyarakat. Kebudayaan suatu kelompok manusia jikadihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asingyang berbeda, lambat laun akanditerima dan di olah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnyakepribadian manusia itu sendiri. Proses itu dinamakan akulturasi. Dalam proses akulturasiada unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima seperti: unsur kebendaan (alattulis menulis), unsur-unsur yang membawa manfaat besar untuk mass media (radiotransistor) dan unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yangmenerima unsur-unsur tersebut (penggiling padi yang dengan biaya murah serta pengetahuan teknis yang sederhana. Sedangkan unsur-unsur kebudayaan yang sulitditerima misalnya: unsur yang menyangkut kepercayaan (ideologi, falsafah hidup) danunsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosiologi (contoh : nasi). Padaumumnya generasi muda adalah individu yang dapat dengan cepat menerina unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, lebihsukar. Hal ini disebabkan karena pada generasi tua, norma-norma yang tradisional sudahinternalized (mendarah daging, menjiwai) sehingga sukar untuk mengubahnya.
C.Definisi Kepribadian
Sejak dahulu para ahli biologi yang mempelajari perilaku dan membuat pelukisan tentangsistem organisme dari suatu spesies mulai dari prilaku mencari makan, menghindariancaman bahaya, menyerang musuh, beristirahat, mencari pasangan, kawin dan lain-lain.Berbeda dengan organism hewan, organisme manusiajuga dipelajari oleh para ahlisampai pada hal yang terkecil. Namun hal itu tidak dapat menentukan pola tingkahlakunya.Pola-pola tingkah laku tersebut hampir semua tidak sama bahkan bagi semua jenis rasyang ada di bumi. Hal tersebut tidak dapat diseragamkan karena seorang manusia yangdisebut homo sapiens bukan saja ditentukan oleh sistem organik biologinya saja, namun

Activity (49)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
andidhea liked this
Yura Vebliza liked this
Komang Nòva A A liked this
Eka Yanti liked this
Masita Almardi liked this
Naanaa D'pupkett liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->