Sebagai seorang calon perencana, seorang mhasiswa teknik sipil diharapkandapat memahami dan memiliki wawasan hukum yang luas. Hal ini diperlukan karena pada saat terjun ke lapangan nanti, seorang perencana maupun kontraktor kemungkinan besar akan banyak menemui masalah-masalah hukum seperti pembebasan lahan, perijinan (IMB), penyimpangan yang berpotensi mengakibatkan kegagalan bangunan,dan sebagainya. Untuk itu, tugas ini akan banyak memberikan wawasan kepadamahasiswa tentang kaitan antara hukum dan pembangunan.Berikut ini akan sedikit dibahas beberapa artikel yang berkaitan dengan hukum perencanaan, hukum penataan ruang, hukum perencana jasa konstruksi, hukum agrariahukum lingkungan, dan hukum perumahan/permukiman/gedung.
A.Administrasi hukum proyek konstruksi
BAB IPENDAHULUANI.Pengertian Manajemen Proyek
Proyek adalah merupakan suatu rangkaian kegiatan dan kejadian yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu dan membuahkan hasil dalam suatu jangkatertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Manajemen adalahmerupakan proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasidilibatkan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan dan berlangsung terus menerussering dengan waktu. Sedangkan fungsi pokok dari manajemen yaitu merencanakan,mengorganisasikan dan mengendalikan disamping fungsi-fungsi manajerial pentinglainnya yaitu memimpin, mengarahkan, mengaktifkan, memberi contoh, membangunmotivasi, mengkoordinasikan, mengkomunikasikan serta mengambil keputusan.Dalam pengertian lain, proyek adalah suatu kegiatan yang mempunyai jangka waktu tertentu dengan sumber daya tertentu pula, seperti menurut Seutji Lestari(1990) bahwa sistem manajemen proyek adalah bagaimana menghimpun danmengelola masukan (input) yang bersumberdaya ( tenaga, manusia, dana, waktu,teknologi, bahan, peralatan dan manajemen) untuk menghasilkan keluaran/hasil proyek (output) yang telah ditentukan untuk mencapai suatu tujuan proyek yang mendukungsuatu program dalam suatu jangka waktu batas tertentu/terbatas.Sedangkan menurut Istimawan Dipohusodo (1996) Konsep ManajemenProyek dapat diartikan sebagai penataan serta pengorganisasian atas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan manajemen proyek. Sistem manajemen proyek disusun dan di jabarkan menjadi seperangkat pengertian, pedoman, alat-alat dan petunjuk tata cara pelaksanaan sehingga mampu menghubungkan kesenjangan persepsi,
2