iv
KATA PENGANTAR
Tulisan yang berjudul
Penanggulangan Erosi Secara Struktural Pada Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo
ini disusun sebagai bagian dari syaratuntuk memperoleh gelar sarjana di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang. Judul ini dipilih berdasarkan penelitian yang telahdilakukan oleh penulis di daerah Bojonegoro dan sekitarnya yang seringmengalami erosi ketika musim penghujan.Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, khususnya daerahBojonegoro sering mengalami erosi ketika musim penghujan. Hal ini disebabkanlabilnya lereng-lereng yang berdekatan dengan DAS. Kondisi ini akan bertambahburuk jika terjadi luapan sungai. Untuk itu, diperlukan suatu upayapenanggulangan yang tepat agar tidak terjadi gerusan dan longsoran yang lebihbesar demi menjaga debit dan kedalaman sungai. Upaya yang dibahas dalamtulisan ini adalah penanggulangan secara struktual, yakni dengan perkuatan lerengdan tebing di sekitar DAS. Perkuatan yang dapat dilakukan misalnya, denganpengaturan kemiringan lereng, pembuatan
lining,
perkuatan tanggul dansebagainya. Penanggulangan secara struktural erat kaitannya dengan beban yangbekerja pada tanggul, bibir sungai dan tebing-tebing di DAS. Untuk itu, selaindiperlukan data tentang debit normal sungai, juga diperlukan data curah hujan dandebit banjir. Sehingga, analisis dari aspek hidrologis memegang peranan yangbesar.Curah hujan yang tidak menentu dan besarnya perbedaan debit sungainormal dengan debit banjir, menjadi masalah utama yang dihadapi oleh penulis