Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Serial Toriqoh Berdakwah n Berjuang Melalui Dzikir

Serial Toriqoh Berdakwah n Berjuang Melalui Dzikir

Ratings: (0)|Views: 2,297|Likes:
Published by pudjijati

More info:

Published by: pudjijati on Mar 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/12/2010

pdf

text

original

 
Saturday, August 15, 2009
Sejarah Perkembangan Thariqah Di Indonesia
Berdakwah Dan Berjuang Melalui Dzikir 
Dengan semangat dzikir kaum thariqah berjuang mengislamkan nusantara danmempertahankannya dari upaya penjajahan bangsa-bangsa Eropa. Dan kini,melalui Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah kaum tarekat Indonesia berhimpun untuk memajukan bangsa.
Dalam hal nasionalisme dan pengabdian terhadap tanah air, kaum thariqahmemang bisa diacungi jempol. Betapa tidak. Perjalananan penjang sejarahkebangsaan negeri ini telah mencatat dengan tinta emas kiprah kaum thariqah.Tak hanya sibuk mendidik umat dengan dzikir dan kluhuran akhlak, mereka jugaberada di barisan terdepan pejuang yang berjibaku mempertahankan tanah air tercinta dari upaya penjajahan bangsa asing.Tak hanya di Indonesia, di berbagai belahan dunia kaum thariqah juga diakuisebagai kelompok yang paling mampu membawa dan menyebarkan nilai-nilaisejati Islam yang tercermin dalam idiom rahmatan lil ‘alamin. Tak mengherankan jika kemudian thariqah atau tarekat berkembang pesat dan menjadi salah satukhazanah umat Islam yang mendunia.Tengok saja fenomena Thariqah Naqshabandiyyah Haqqaniyyah di AmerikaSerikat yang dibawa oleh Syaikh Muhammad Hisham Kabbani Al-Hasani asalCyprus dan Thariqah Syadziliyyah di Eropa yang perkenalkan oleh SyaikhMuhammad bin Ibrahim Al-Ya’qubi Al-Hasani asal Damaskus, Suriah. Meskiperlahan, pertumbuhan kedua tarekat itu sangat signifikan di berbagai negeri-negeri barat, seiring pertumbuhan jumlah umat Islam di negeri-negeri yang sejaklama telah kehilangan rasa dengan agama nenek moyangnya.Di Indonesia sendiri aktivitas thariqah telah dikenal sejak awal mula masuknyaIslam ke Nusantara. Berbagai riset dan penelitian kesejarahan yang di lakukanoleh para sejarawan, baik lokal maupun mancanegara, membuktikan, para parapenganut thariqahlah yang telah membawa agama tauhid ini masuk kenusantara. Menilik sejarahnya yang panjang, tak mengherankan jika saat iniJam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah mengklaim bahwa jumlah pengikut thariqah saat ini berkisar antara 35 -40 jutaan orang.Rentang waktu yang telah dilalui kaum thariqah yang membentang melintasipuluhan generasi tentu merupakan obyek yang menarik untuk dikaji. Sebabdipastikan, kaum thariqah pasti terlibat dan mempunyai andil besar dalam
 
dinamika pertumbuhan Islam di Nusantara. Berikut sekelumit kisah masuk danberkembangnya thariqah ke Indonesia, berikut keterlibatannya dalam jatuhbangunnya bangsa ini.
Serat Banten
Islamisasi nusantara secara besar-besaran terjadi pada awal abad 14,bersamaan dengan masa keemasan perkembangan tasawuf akhlaqi yangditandai dengan munculnya aliran-aliran thariqah di Timur Tengah. Fase itusendiri telah dimulai sejak Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (wafat 1111M) merumuskan konsep tasawuf yang moderat yang memadukan keseimbanganunsur akhlaq, syariat, dan filsafat.Konsep itu diterima secara terbuka oleh kaum fuqaha yang sebelumnyamenentang habis-habisan ajaran tasawuf falsafi yang kontroversial. Tasawufalsafi adalah ajaran tasawuf yang mencampur adukan antara konsep tauhid,akhlaq dengan filsafat Yunani. Di antara doktrin kontroversialnya adalah hululdan ittihad, yakni penyatuan ragawi antara Allah dan makhluk yang juga dikenalsebagai paham wahdatul wujud.Karena bertentangan dengan doktrin umum syariat, pertumbuhan tasawuf falsafisangat berdarah-darah. Aksi-aksi kontroversial para sufi falsafi kontan menyulutkemarahan jumhur ulama dan penguasa masa itu. Beberapa tokohnya, sepertiAl-Hallaj dan Abu Yazid Al-Busthami, kemudian dibawa ke meja hijau dandihukum mati.Setelah Al-Ghazali sukses dengan konsep tasawuf moderatnya yang dianggapselaras dengan syariat, berturut-turut muncul tokoh-tokoh sufi yang mendirikanzawiyyah pengajaran tasawuf akhlaqi di berbagai tempat. Sebut saja SyaikhAbdul Qadir Al-Jilani (wafat 1166 M), yang ajaran tasawufnya menjadi dasar Thariqah Qadiriyyah. Ada juga Syaikh Najmudin Kubra (wafat 1221 M), sufi AsiaTengah pendiri Thariqah Kubrawiyyah; Syaikh Abul Hasan Ali Asy-Syadzili(wafat 1258), pendiri Thariqah Syadziliyyah asal Maghribi, Afrika Utara; AhmadAr-Rifai (wafat 1320) yang mendirikan Thariqah Rifaiyyah.Selain itu, awal abad keempat belas juga menjadi fase pertumbuhan ThariqahNaqsyabandiyyah yang didirikan oleh Syaikh Muhammad Bahauddin An-Naqsyabandi (wafat 1389) dan Thariqah Syathariyyah yang didirikan SyaikhAbdullah Asy-Syaththari (wafat 1428 M). Kedua thariqah tersebut belakanganmenjadi yang thariqah besar yang memiliki banyak pengikut di tanah air.Para sejarawan barat meyakini, sebagaimana dikuti Martin Van Bruinessendalam bukunya Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat, Islam bercorak sufistikitulah yang membuat penduduk nusantara yang semula beragama Hindu danBuddha menjadi sangat tertarik. Tradisi dua agama asal India yang kaya dengandimensi metafisik dan spiritualitas itu dianggap lebih dekat dan lebih mudahberadaptasi dengan tradisi thariqah yang dibawa para wali.
 
Salah satu referensi keterkaitan para wali dengan dunia thariqah adalah SeratBanten Rante-rante, sejarah Banten kuno. Dalam karya sastra yang ditulis diawal berdirinya kesultanan Banten itu disebutkan, pada fase belajarnya SunanGunung Jati pernah melakukan perjalanan ke tanah Suci dan berjumpa denganSyaikh Najmuddin Kubra dan Syaikh Abu Hasan Asy-Syadzili. Dari kedua tokohberlainan masa itu sang sunan konon memperoleh ijazah kemursyidan ThariqahKubrawiyyah dan Syadziliyyah.Untuk menguatkan cerita tersebut, Serat Banten Rante-rante jugamencantumkan 27 tokoh ulama yang pada masa yang sama juga belajar kepadaSyaikh Najmuddin Kubra, dan belakangan menjadi tokoh penyebar ThariqahKubrawiyyah ke seluruh dunia. Mereka antara lain Syaikh JamaluddinMuhammad Al-Khalwati, Qadhi Zakariyya Al-Anshari dan Syaikh Abdul WahhabAsy-Sya’rani.Terlepas dari kebenaran fakta cerita dalam Serat Banten Rante-rante, pendiriKesultanan Cirebon itu diyakini sebagai orang pertama yang membawa ThariqahKubrawiyyah ke tanah Jawa.
Faham Wahdatul Wujud
Thariqah lain yang masuk nusantara pada periode awal adalah ThariqahQadiriyyah, Syaththariyyah dan Rifa’iyyah. Ketiga thariqah tersebut masuk keSumatra sepanjang abad 16 dan 17 secara susul menyusul. Thariqah yangpertama kali masuk adalah Qadiriyyah yang dibawa oleh Hamzah Fansuri,sastrawan sufi kontroversial dari Aceh. Meski meninggalkan banyak karya tulis,namun sang sufi yang sempat berkelana ke negeri-negeri di Asia Selatan danTenggara itu diyakini tidak menyebarkan thariqahnya kepada khalayak umatIslam.Jejaknya hanya diikuti oleh murid utamanya, Syamsudin As-Sumatrani, yangbelakangan justru menyebarkan Thariqah Syaththariyyah. Ijazah kemursidanSyaththariyyahnya diperoleh dari sufi asal Gujarat, Syaikh Muhammad binFadhlullah Burhanpuri.Meski berbeda thariqah, guru dan murid itu mempunyai kesamaankecenderungan, yakni mengajarkan paham wahdatul wujud. Ajaran itulah yangkemudian memicu konflik tajam dengan sufi lain yang menjadi mufti kerajaanAceh, yakni Syaikh Nuruddin Ar-Raniri.Usaha kelompok Ar-Raniri dalam memerangi ajaran panteisme ala Syamsudinitu tak main-main. Selain pembakaran kitab pegangan dan zawiyyah-zawiyyahnya, Ar-Raniri juga berhasil meyakinkan pemerintah untuk menghukumbakar Syamsudin beserta para pengikutnya.Sepeninggal Ar-Raniri, jejaknya diteruskan oleh Syaikh Abdul Rauf As-Singkili

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->