Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bagaimana Menulis Esei

Bagaimana Menulis Esei

Ratings: (0)|Views: 328 |Likes:

More info:

Published by: Parlindungan Pardede on Mar 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
MENULIS ESEI
Parlin Pardede(FKIP-UKI Jakarta)
Kemahiran untuk membuat suatu alinea yang kompak (lengkap, koheren danterpadu) merupakan dasar untuk menulis esei. Sebuah esei adalah suatukarangan yang terdiri dari sekumpulan alinea yang membahas sebuah subyek(topik). Suatu esei terdiri dari tiga bagian, yakni pendahuluan, isi, danpenutup. Alinea yang digunakan untuk mengungkapkan bagian pendahuluandisebut alinea pengantar. Seluruh alinea yang menjelaskan, mengklarifikasi,mendiskusikan, membuktikan subyek disebut alinea isi. Sedangkan bagianakhir, yang biasanya berisikan kesimpulan dan saran, disebut alinea penutup.
Bagan 1:
Tampilan Bagian-Bagian Sebuah Esei
 Judul:
Berbentuk sebuah kata atau frasa yang berfungsi untukmerangsang minat pembaca atau memberikan gambaran tentangsubyek (topik) yang akan dibahas dalam esei.
Pendahuluan:
Bagian ini biasanya diawali dengan satu atau lebihkalimat pengantar, yang kemudian diakhiri dengan satu atau lebihkalimat tesis, atau kalimat yang mengungkapkan subyek yang akandibahas secara umum. Kalimat ini merupakan kalimat yang palingpenting karena memuat ide-ide pokok yang membatasi danmengarahkan bagian-bagian esei selanjutnya.
Bagian Isi:
Bagian ini sering disebut sebagai tubuh karangan/esei.Alinea-alinea yang membentuk bagian ini menjelaskan,menggambarkan, mengklarifikasi atau mendukung kalimat tesis.Setiap alinea isi mengandung minimal sebuah kalimat topik danbeberapa kalimat penjelas. Jumlah alinea isi sangat tergantungpada ide pokok yang dikandung kalimat tesis.
Penutup:
Bagian ini,secara umum, mengakhiri sebuat esei dengancara mengungkapkan satu atau lebih dari kelima hal berikut: (a)ringkasan dari materi yang dibahas di dalam alinea, (b) solusi bagipersoalan yang terungkap dalam alinea, (c) ramalan atau prediksipotensial dari situasi yang telah dibahas dalam alinea, (d)rekomendasi yang berhubungan dengan materi yang dibahas didalam alinea, atau (e) kesimpulan yang ditarik dari informasi yangtersaji dalam alinea
A.
Menentukan Judul dan Topik 
 Judul sebuah esei biasanya berbentuk sebuah kata atau frasa yangberfungsi untuk merangsang minat pembaca atau memberikan gambarantentang subyek yang akan dibahas dalam esei. Sebuah judul harus singkat,tepat dan padat. Oleh karena itu, kata-kata tambahan harus dihilangkan. Disamping itu, judul harus ditulis dengan menggunakan huruf kapital padaseluruh kata pada huruf pertama setiap kata utama (selain preposisi yangterletak di awal judul) tanpa tanda baca apapun dan diletakkan di bagiantengah-atas esei. Lihat contoh contoh berikut.Contoh 5-1:
Penulisan Judul Esei
AlineaDiskusi 1AlineaDiskusi 2
 
AlineaDiskusi 3
 
Binatang
 
Melatih anjing sebagai penuntun kaum tunanetra
 
Ikan lumba-lumba: mamalia yang bersahabat
 
Pelestarian harimau Sumatera
 
BahasaInggris
 
Situasi pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia
 
Peranan bahasa inggris dalam pergaulan internasional
 
Pembelajaran bahasa inggris sebagai sebuah bahasa asing
 
Mahasiswadi Amerika
 
Mahasiswa di Amerika sebagai agen perubahan
 
Perbedaan mahasiswa tradisional dan kontemporer di Amerika
 
Gaya hidup mahasiswa di Amerika
Bab 5: Menulis Esei
Krisis Energi
Analisis Penokohan Dalam Tiga Novel Karya William Golding
Masalah-Masalah Sosial di Lima Kota Besar di Indonesia
Manfaat Program Keluarga Berencana di Indonesia
Dampak Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat di Vietnam
KRISIS ENERGI
ANALISIS PENOKOHAN DALAM TIGA NOVEL KARYA WILLIAM GOLDING
MASALAH-MASALAH SOSIAL DI LIMA KOTA BESAR DI INDONESIA
MANFAAT PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA
DAMPAK KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT DI VIETNAMPenentuan judul suatu esei biasanya sangat berhubungan dengansubyek/topik, atau pokok pembicaraan, yang penentuannya tidak berbedadengan penentuan topik suatu alinea. Ruang lingkup topik sebuah esei tentusaja jauh lebih luas. Jika penentuan topik diibaratkan dengan pengambilansebuah potret, maka sebuah alinea ekuivalen dengan sebuah gambarsetengah badan (pas-foto), sedangkan sebuah esei bisa ekuivalen dengansebuah potret yang memuat gambar seseorang atau sebuah keluarga secarautuh.Pembatasan topik sebuah esei harus mengikuti paling tidak dua tahapan,yaitu mengumpulkan informasi yang diketahui tentang topik, menentukanaspek-aspek topik yang diperkirakan menarik bagi pembaca, dan memutuskanaspek-aspek mana saja yang akan diikutsertakan dalam esai. Hasilpembatasan topik yang telah dilakukan biasanya dapat langsung digunakansebagai judul. Gambar berikut dapat dijadikan sebagai sebuah pedomanpraktis untuk membatasi topik sebuah esei.
Bagan 2:
Pembatasan
Dua faktor lainyang perludipertimbangkandalam menentukansebuah subyek atautopik atau pokokpembicaraan dalamsuatu esei adalahmetodepengembangan yangakan digunakan dantingkat keabstrakan.Penentuan metodepengembangan yangakan digunakan yangakan digunakan tentusaja sangattergantung padasubstansi subyek atautopik yang akandibahas dan pembaca
Parlin Pardede: Menulis Karya Ilmiah
20
 
Bab 5: Menulis Esei
sasaran. Topik “Ikan Lumba-Lumba: Mamalia Yang Bersahabatdiatas,misalnya sangat sesuai dikembangkan dengan menggunakan metode ‘definisi’dan ‘sebab-akibat’. Sedangkan topik “Melatih Anjing Sebagai Penuntun Kaum Tunanetra” dapat dikembangkan dengan metode ‘proses’; dan topik “PerananBahasa Inggris Dalam Pergaulan Internasional” dapat dikembangkan denganmetode ‘definisi’ dan ‘sebab-akibat’.Pentingnya mempertimbangkan tingkat keabstrakan sebuah topikdidasarkan pada kenyataan bahwa semakin abstrak sebuah topik, semakinsulit hal itu dijelaskan atau didukung. Akibatnya, semakin sulitmempertahankan minat pembaca. Oleh karena itu, topik suatu esei hendaknyadibuat sekonkrit (senyata) mungkin. Bandingkan kedua kelompok topikberikut. Kelompok pertama bersifat abstrak, sehingga sulit dideukung ataudijelaskan. Sebaliknya, kelompok kedua bersifat lebih konkrit sehingga lebihmudah untuk dijelaskan. Masing-masing topik disertai dengan metodepengembangan yang paling sesuai.
Contoh 2:
Topik yang Abstrak dan Konkrit
Topik yang abstrak:
1.
Kasih Tanpa Pamrih: Kebajikan Yang Paling Luhur (Definisi dan Sebab-Akibat)
2.
Bagaimana Menilai Mutu Sebuah Karya Seni (Proses)
3.
Hakikat Kasih Sayang dan Benci (Definisi dan Perbandingan)Topik yang konkrit:
1.
Empat Kriteria Kasih Tanpa Pamrih (Definisi dan Klasisifikasi)
2.
Merakit Sebuah Pesawat Mainan (Proses)
3.
Keuntungan dan Kerugian Menikah dan Tidak Menikah (Definisi dan Perbandingan)
1)kebakaranhutan5)panti jompo9) sahabat1)lalulintas5)pendidikan nilai10) sastra1)musik5)pekerjaan rumah11) tetangga1)olahraga8) polusi udara12) universitasB.
Kalimat Tesis
Parlin Pardede: Menulis Karya Ilmiah
20
Latihan 1
Pilih empat dari suyek-subyek yang tersedia di bawah ini. Tentukan judul,pembatasan topik, dan metode pengembangan yang sesuai.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fransiska Shanty liked this
Lily Megat Ahmad liked this
Lis Qorina liked this
dhy09 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->