Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
36Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
rangkuman semiotika

rangkuman semiotika

Ratings: (0)|Views: 6,079|Likes:
Published by susi fauziah
it is about hypersemiotics
it is about hypersemiotics

More info:

Published by: susi fauziah on Mar 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/30/2012

pdf

text

original

 
Semiotika adalah sebuah cabang keilmuan yang digunakan tidak hanyasebagai metode kajian (decoding) tetapi juga sebagai metode penciptaan(encoding). Ferdinand de Saussure sendiri, dalam Course in General Linguistics,mendefinisikan Semiotika sebagai “ilmu yang mengkaji tentang tanda sebagaibagian dari kehidupan sosial.” Definisi tersebut menyiratkan kalau semiotikaberprinsip pada aturan main (rule) atau kode sosial (social code) yang berlaku didalam masyarakat, sehingga tanda dapat dipahami maknanya secara kolektif.I. Tingkat penelitian SemiotikaMenurut Saussure, semiotika dapat dianalisis secara diakronis dansinkronis. Analisis diakronik adalah analisis tentang perubahan historis bahasa,yaitu bahasa dalam dimensi waktu, perkembangan dan perubahannya.Sedangkan analisis sinkronik adalah analisis bahasa pada satu momen waktutertentu saja. Analisis ini disebut juga sebagai pendekatan strukturalisme, yaitupendekatan yang melihat hanya struktur bahasa, dan mengabaikan kontekswaktu, perubahan, dan sejarahnya.Selain dua model analisis di atas, C.S Morris menjelaskan tiga dimensidalam analisis semiotika, yaitu dimensi sintaktik, semantik dan pragmatik, yangketiganya saling berkaitan satu sama lainnya.Sintaktik berkaitan dengan studi mengenai tanda itu sendiri secaraindividual maupun kombinasinya, khususnya analisis yang bersifat deskriptif mengenai tanda dan kombinasinya. Semantik adalah studi mengenai hubunganantara tanda dan signifikasi atau maknanya. Dalam konteks semiotika struktural,semantik dianggap sebagai bagian dari semiotika. Pragmatik adalah studimengenai hubungan antara tanda dan penggunanya, khususnya yang berkaitandengan penggunaan tanda secara konkrit dalam berbagai peristiwa serta efekatau dampaknya terhadap pengguna. Ia berkaitan dengan nilai, maksud, dantujuan dari sebuah tanda, yang menjawab pertanyaan: untuk apa dan kenapa,serta pertanyaan mengenai pertukaran (exchange) dan nilai utilitas tanda bagipengguna.II. Elemen- elemen dasar SemiotikaElemen dasar dalam semiotika adalah tanda (penanda/ petanda), aksistanda (sintagma/ sistem), tingkatan tanda (denotasi/ konotasi), serta relasi tanda(metafora/ metonimi).1. Komponen tandaSaussure menjelaskan tanda sebagai kesatuan yang tak dapat dipisahkandari dua bidang--- seperti halnya selembar kertas—yaitu bidang penanda(signifier) untuk menjelaskan bentuk atau ekspresi; dan bidang petanda(signified) untuk menjelaskan konsep atau makna.Penanda + Petanda = Tanda 
 
Berkaitan dengan piramida pertandaan Saussure ini (tanda/ penanda/petanda), Saussure menekankan perlunya semacam konvensi sosial di kalangankomunitas bahasa, yang mengatur makna sebuah tanda. Satu kata mempunyaimakna tertentu disebabkan adanya kesepakatan sosial di antara komunitaspengguna bahasa. Akan tetapi, pada masa sekarang, terjadi perubahanmendasar tentang bagaimana tanda dan objek sebagai tanda dipandang dandigunakan yang disebabkan oleh adanya arus pertukaran tanda yang tidak lagiberpusar di dalam satu komunitas tertutup tetapi melibatkan persinggunganantar berbagai komunitas, kebudayaan dan ideologi.2. Aksis TandaAnalisis tanda dalam strukturalisme bahasa melibatkan aturanpengkombinasian yanng terdiri dari dua aksis, yaitu: 1) aksis paradigmatik, yaituperbendaharaan tanda atau kata dan 2) aksis sintagmatik, yaitu cara pemilihandan pengkombinasian tanda-tanda, berdasarkan aturan atau kode tertentu,sehingga dapat menghasilkan sebuah ekspresi bermakna.Cara pengkombinasian tanda- tanda biasanya dilandasi oleh kodetertentu yang berlaku di dalam sebuah komunitas bahasa. Kode adalahseperangkat aturan atau konvensi bersama yang di dalamnya tanda- tandadapat dikombinasikan, sehingga memungkinkan pesan dikomunikasikan dariseseorang kepada orang lain. Kode, menurut Umberto Eco, di dalam A Theory of Semiotics, adalah “... aturan yang menghasilkan tanda- tanda sebagai sebagaipenampilan konkretnya di dalam hubungan komunikasi.” Implisit dalampengertian kode di atas adalah adanya kesepakatan sosial di antara anggotakomunitas bahasa tentang kombinasi seperangkat tanda- tanda dan maknanya.Bahasa adalah struktur yang dikendalikan oleh aturan main tertentu.Menurut Saussure, aturan main pertama adalah prinsip perbedaan (differance).Sebagai contoh kata topi dan kopi memiliki makna karena memiliki perbedaanmakna. Selain itu, perbedaan dalam bahsa dimungkinkan karena adanya aksisparadigma dan sintagma. Paradigma adalah satu perangkat tanda yangmelaluinya pilihan- pilihan dibuat, dan hanya satu unit dari pilihan tersebut yangdapat dipilih. Sintagma adalah kombinasi tanda dengan tanda lainnya dariperangkat yanng ada berdasarkan aturan tertentu, sehingga menghasilkanungkapan bermakna. Berdasarkan aksis tersebut, Roland Barthesmengembangkan model relasi antara sistem, yaitu perbendaharaan kata dansintagma, yaitu cara pengkombinasian tanda berdasarkan aturan main tertentu.3. Tingkatan tandaRoland Barthes mengembangkan dua tingkatan pertandaan, yaitudenotasi dan konotasi. Denotasi adalah tingkat pertandaan yang menghasilkanmakna yang eksplisit, langsung dan pasti. Sedangkan konotasi adalah tingkatpertandaan yang menghasilkan makna yang implisit dan tersembunyi. Selain itu,Barthes juga melihat makna yang berkaitan dengan mitos, yaitu pengkodeanmakna dan nilai- nilai sosial sebagai sesuatu yang dianggap alamiah.
 
4. Relasi antar tandaAda dua bentuk interaksi utama, yaitu:1) Metafora adalah sebuah model interaksi tanda , yang di dalamnyasebuah tanda dari sebuah sistem digunakan untuk menjelaskan maknauntuk sebuah sistem yang lainnya.2) Metonimi adalah interaksi tanda, yang didalamnya sebuah tandadiasosiasikan dengan tanda lain, yang didalamnya terdapat hubunganantara bagian dengan keseluruhan.Analisis Semiotika dalam iklan:Iklan seringkali menampilkan realitas palsu yang merupakan sebuahbentuk kebohongan terhadap publik. Iklan terperangkap dalam skemapermainan tanda (free play of signs) yang bertujuan untuk menciptakan citrapalsu sebuah produk, yaitu citra yang tidak dihasilkan dari produk itu sendiritetapi citra yang terbentuk dari kemampuan retorika sebuah iklan.Iklan menipu lewat bahasa karena iklan merupakan sebuah bahasakomunikasi yang memiliki struktur bahasanya sendiri. Secara struktural, iklanterdiri dari tanda- tanda (signs), yaitu signifier (penanda berupa gambar, fotoatau ilustrasi), dan signified (petanda berupa konsep atau makna yang adadibalik penanda). Tanda- tanda tersebut digunakan untuk memalsukan realitas.Sebuah iklan biasanya terdiri dari tiga elemen tanda, yaitu: objek, konteksdan teks. Objek adalah gambar objek atau produk yang diiklankan. Konteksadalah gambar benda- benda di sekitar ooobbbjek yang memberikan kontekspada objek tersebut. Teks adalah tulisan atau teks yang memberikan keterangantertulis , yang satu sama lainnya saling mengisi dalam menciptakan ide,gagasan, konsep, atau makna sebuah iklan. Selain itu, iklan memiliki maknadenotasi (eksplisit) dan konotasi (implisit).Iklan menghasilkan sebuah informasi, yaitu berupa representasipengetahuan (knowledge tertentu), yang disampaikan lewat mediasi elemen-elemen tanda sebuah iklan. Oleh karena itu, iklan dapat menjadi mirror of reality jika iklan menceritakan tentang sebuah lukisan kenyataan. Sebaliknya, iklandapat pula menjadi distorted mirror of reality jika iklan menjadi refleksi darisebuah realitas yang palsu atau menyesatkan.Contoh penerapan analisis semiotika dalam iklan:1. Iklan Bir hitam Anker StoutIklan Bir hitam Anker Stout ini menampilkan sebagai elemen- elemenpenandanya (signifier) seorang pria dewasa sedang memegang segelas bir hitamAnker Stout, dalam posisi hendak meminumnya. Di belakang pria tersebutberdiri seorang wanita yang hanya tampak separuh mukanya saja, sehingga

Activity (36)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Niaa Januari liked this
Rendi Bastari liked this
Dhian Lestari liked this
Tari Artika Sari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->