Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
27Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bercermin Pada Pendikan Jepang+Orde Lama

Bercermin Pada Pendikan Jepang+Orde Lama

Ratings: (0)|Views: 5,806|Likes:
Published by nyayok

More info:

Published by: nyayok on Mar 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/27/2012

pdf

text

original

 
bylalaadhiatmaon Oct.16, 2009, underUncategorized Kalau berbicara masalah pendidikan terkadang kita perlu juga cerminan pada negara yang sudahsukses melahirkan warga negara yang bisa bersaing di mata internasional. Tak salah memang kalaukita menyebut Jepang salah satu contoh negara yang perlu kita contoh. Ada apa dengan pendidikan Jepang? Bagaimana Sistem Pendidikan Nasionalnya? Kurikulum apa yang digunakan? SistemManajemen Sekolah apa yang diterapkan? Berikut akan dipaparkan sekilas mengenai pendidikan Jepang.Dalam kurun waktu bergulirnya Restorasi Meiji (Meiji Ishin) tahun 1868 dan dekade sesudahnya,bangsa Jepang telah membelakakkan mata dunia menjadi bangsa yang pilih tanding dalamkompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi. Jepang mereformasi pendidikan secara menyeluruhyang disesuaikan dengan dunia Barat.Padahal, sebelum Restorasi Meiji, Jepang melaksanakan pendidikannya berdasarkan sistem feodal,yaitu pendidikan untuk samurai, petani, tukang, pedagang, serta rakyat jelata. Kegiatan inidilaksanakan di kuil dengan bimbingan para pendeta Budha yang terkenal dengan sebutan Terakoya(sekolah kuil). Mirip dengan pesantren di Indonesia. Namun, semenjak Restorasi Meiji dikibarkan,bagai bola salju, pemerintah Jepang terus “menggelindingkan” puspa ragam kebijaksanaannyadengan mulai giat menerjemahkan dan menerbitkan pelbagai macam buku, diantaranya tentangilmu pengetahuan, sastra, maupun filsafat. Para pemuda banyak dikirim ke luar negeri untuk belajarsesuai dengan bidangnya masing-masing, tujuannya jelas yaitu mencari ilmu dan menanamkankeyakinan bahwa Jepang akan dapat “berdiri sama tinggi, duduk sama rendah” dengan kemajuandunia Barat.Dari upaya tersebut, lahirlah tokoh modernisasi pendidikan Jepang era Meiji seperti Fukuzawa Yukichi, yang punya gagasan cemerlang. Gagasan yang terkenal tercetus dalam bukunya yangberjudul Gakumen no Susume (Jepang: Di antara Feodalisme dan Modernisasi ) menyatakan padabagian pendahuluan buku tersebut “Sebagai jalan yang paling ampuh untuk mencapai tujuan negaraadalah melalui pendidikan sebab Tuhan tidak menempatkan manusia yang lain. Kalau kenyataandalam masyarakat memang ada pula yang berkedudukan lebih tinggi dan ada pula yangberkedudukan lebih rendah. Perbedaaan ini disebabkan karena yang berkedudukan tinggi telahmementingkan pendidikan, sedangkan yang rendah sebaliknya”.Kemajuan Jepang bertambah “runcing” sesudah tentara pendudukan Amerika Serikat (AS) setelah Jepang kalah pada PD II banyak memberikan dorongan pada bangsa Jepang untuk mencurahkanperhatiannya pada bidang pendidikan. Struktur baru pendidikan yang dikembangkan AmerikaSerikat dalam Cummings (1984), ada empat hal pokok yang dapat dijelaskan.Pertama, sekolah dasar (SD) wajib selama enam tahun dan tidak dipungut biaya. Bertujuan untukmenyiapkan anak menjadi warga yang sehat, aktif, menggunakan pikiran, dan mengembangkankemampuan pembawaannya. Kedua, sesudah SD ada sekolah lanjutan pertama selama tiga tahun,punya tujuan untuk mementingkan perkembangan kepribadian siswa, kewarganegaraan, dankehidupan dalam masyarakat serta mulai diberikan kesempatan belajar bekerja. Ketiga, setelahsekolah lanjutan tingkat pertama, ada sekolah lanjutan selama tiga tahun. Bertujuan menyiapkansiswa masuk perguruan tinggi dan memperoleh keterampilan kerja. Keempat, universitas harusberperan secara potensial dalam mengembangkan pikiran liberal dan terbuka bagi siapa saja, bukanpada sekelompok orang. Munculnya struktur baru pendidikan di Jepang yang dikembangkan AmerikaSerikat, merupakan bentuk “revisi” dari struktur pendidikan lama yang sudah ada sebelum PerangDunia II.Kegiatan Jepang dalam mencerdaskan bangsanya telah menuai hasil yang signifikan. Korelasi antaramajunya pendidikan Jepang dan kemajuan industrinya benar-benar terwujud. Hal ini dibuktikandengan keberhasilan bangsa Jepang tumbuh menjadi negara industri utama di Asia, yangkedudukannya sejajar dengan bangsa Barat lain seperti Inggris maupun Prancis.Di samping itu, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh The Political and Economic RiskConsultancy (PERC), lembaga konsultan yang berkedudukan di Hongkong pada akhir 2001menempatkan Jepang dalam urutan ketiga di bawah Korea Selatan dan Singapura, dalam HumanDevelopment Index atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sementara itu, kalau kita bandingkandengan IPM Indonesia, sungguh sangat jauh. Dari 12 negara Asia yang disurvei, Indonesia berada diurutan juru kunci. Hasil survei tahun 2000 dari United Nation Development Program (UNDP), badanPBB yang mengurus program pembangunan, menempatkan Indonesia di urutan ke-109 dari 174anggota PBB. Rendahnya IPM merupakan output dari mutu sistem pendidikan.Latar belakangPendidikan tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan. Pada dasarnya ada kemiripan latar belakangperkembangan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang. Secara historis, peradaban kebudayaanIndonsia dan Jepang dapat dilacak kembali sampai ke zaman yang sangat kuno. Peradabankebudayaan Indonesia dan Jepang mengembangkan kebudayaannya dengan jalan menyerap danmengasimilasikan unsur-unsur asing, yang berlanjut menjadi lapisan dasar budaya asli.Di Indonesia pada abad ke-8 sampai dengan abad ke-10 berkembang beberapa kerajaan yangberorientasi pada agama Budha dan Hindu di Jawa Tengah, dengan peninggalannya yang terkenalberupa Borobudur, Prambanan, dan lain-lain. Begitu pula di Jepang, pada zaman yang sama mereka
 
menyerap dan mengasimilasikan kebudayaan Cina, dengan mengembangkan kebudayaan Nara-Heian dan pembanguan kuil Horyuji serta Bangsal Budha Agung di Nara. Menurut Taroo Sakamoto,persamaan waktu antara petunjuk akan adanya persamaan antara Borobudur dan Bangsal BudhaAgung merupakan petunjuk akan adanya persamaan antara kebudayaan Indonesia dan Jepang.Namun, seiring dengan berjalannya waktu pada abad ke-17, Jepang dengan politik isolasinya,melaksanakan pendidikannya dengan sistem Terakoya (sekolah kuil). Menjelang akhir zamanShogun terdapat lebih dari 7.000 terakoya. Ini merupakan dasar bagi pelaksanaan sistem wajibbelajar (gimu kyooiku) yang lebih komprehensif setelah dimulainya Restorasi Meiji.Pendidikan yang meluas dan membumi telah membuat orang Jepang hampir semuanya melek huruf mendekati 100 %, dan orang yang buta huruf kurang lebih hanya 0,7 % pada tahun 1979. Tingginyastandard pendidikan Jepang di atas tidak semata-mata muncul dengan sendirinya, namun yang perludiungkap di sini adalah ciri utama bangsa Jepang yaitu kehausan yang tak pernah puas akanpengetahuan. Sebagai bangsa literal dan minat baca yang tinggi, wajar dan mengamini bila bangsa Jepang maju dalam bidang pendidikan. Bukan hanya bacaan berupa buku ilmu pengetahuan,teknologi, dan sastra saja yang menjadi bahan bacaan mereka, tetapi koran pun masih menjadibacaan wajib setiap hari. Sebagaimana dikatakan Tanaka dalam Dahidi, “Even today, Japanese stillexpect to act as the national conscience…newspapers are still the trusted medium in Japan”.Membaca bagi kebanyakan orang Jepang bukan merupakan kegiatan yang dipaksakan, tetapi karenadalam diri mereka telah tertanam suatu sifat kebutuhan akan bacaan. Akibatnya, tidak heran bilakita lihat kehidupan sehari-hari bangsa Jepang tidak akan lepas dari membaca.KarakteristikBagaimana Jepang berhasil dalam merombak masyarakat melaui pendidikan? Menurut Wiliam K.Cummings, beberapa faktor yang mendukung adalah sebagai berikut. Pertama, perhatian padapendidikan datang dari pelbagai macam pihak. Kedua, sekolah Jepang tidak mahal. Ketiga, di Jepangtidak ada diskriminasi terhadap sekolah. Keempat, kurikulum sekolah Jepang amat berat. Kelima,sekolah sebagai unit pendidikan. Keenam, guru terjamin tidak akan kehilangan jabatan. Kedelapan,guru Jepang merasa wajib memberi pendidikan “manusia seutuhnya”. Kesembilan, guru Jepangbersikap adil.Disamping hal di atas, pengaruh pendidikan terhadap anak dan masyarakat telah membuatpendidikan Jepang mempunyai potensi yang luar biasa dalam berbagai hal, misalnya, (1) Minatmasyarakat yang besar sekali pada pendidikan; (2) prestasi kognitif dan motivasi siswa relatif setaraf; (3) prestasi kognitif siswa di atas rata-rata tinggi; (4) munculnya pelajaran ideegalitarianisme; (5) perubahan sosial yang egalitarian; (6) timbulnya kesamaan yang sama bagisemua lapisan masyarakat.Menurut Danasasmita, ada beberapa karakteristik lain dari bangsa Jepang yang mendorong bangsaini maju. Pertama, orang Jepang menghargai jasa orang lain. Hal ini dibuktikan dengan “ringannya”mereka dalam mengatakan arigatoo (terima kasih) ketika mendapat bantuan dari orang lain dantidak menganggap remeh jarih payah orang lain meskipun bantuan itu tidak seberapa. Kedua, orang Jepang menghargai hasil pekerjaan orang lain, dilambangkan dengan ucapan otsukaresamadeshita(maaf, Anda telah bersusah payah). Ketiga, perlunya setiap orang harus berusaha, dilambangkandengan ucapan banbatte kudasai (berusahalah). Keempat, orang Jepang punya semangat yang tidakpernah luntur, tahan banting, dan tidak mau menyerah oleh keadaan, yang terkenal denagnsemangat bushido (semangat ksatria).Dari beberapa karakteristik yang disebutkan di atas, Jepang mampu menjaga martabat dan kualitashidup bangsanya lewat pendidikan. Pendidikan pada hakikatnya adalah sesuatu yang luhur karena didalamnya mengandung misi kebajikan dan mencerdaskan. Pendidikan tidaklah sekadar proseskegiatan belajar mengajar saja, melainkan juga sebagai proses penyadaran untuk menjadikanmanusia sebagai “manusia”, bukan seolah-olah manusia dijadikan “jagung” atau “padi” yang setiaptiga atau enam bulan sekali mengganti metode “penanamannya”, apabila bagus dilanjutkan dansebaliknya bila jelek ditinggalkan.Bukanlah membutuhkan satu generasi untuk melihat hasil pendidikan bagi manusia? Dengan katalain, pendidikan merupakan sarana untuk menjadikan manusia sebagai “manusia yang sadar diri”dalam generasi itu. Artinya, menjadikan manusia itu “mengerti” apa yang seharusnya diperbuat danapa yang tidak, memahami yang baik dilakukan dan jelek ditinggalkan, serta mengetahui manayang merupakan hak dan mana yang merupakan kewajiban.Apalagi sektor pendidikan di Indonesia menjadi salah satu buah bibir yang terus diperbincangkan.Kita pun menunggu-nunggu program yang baru dari Bapak Menteri yang baru (Moh. Nuh). Mudah-mudahan Sistem Pendidikan Nasionalnya, kurikulum yang diterapkan, serta manajemen sekolah,yang sudah baik (warisan Menteri sebelumnya) janganlah diobok-obok terlalu banyak atau bahkanbaru sama sekali. Kalau memang masih baik mengapa harus dibuang, pakai saja. Jangan sampai adakesan Ganti Menteri Ganti Kebijakan sehingga biaya untuk membuat program yang barumembutuhkan biaya yang besar.Gantilah sistem atau undang-undang yang tidak pro rakyat (UUBHP) yang menyebabkan biaya sekolah menjadi mahal.Proses pendidikan yang kita harapkan adalah proses pendidikan yang selalu mengikutiperkembangan jaman dengan tidak mengindahkan kebudayaan lokal. Sudah jelas bahwa memangpendidikanlah yang mampu menolong bangsa dari arus globalisasi. So, dukunglah programpemerintah yang selalu memprioritaskan pendidikan seperti Jepang.
 
Rabu, 16 Desember 2009PENDIDIKAN PADA MASA KEMERDEKAAN 
Bangsa Indonesia telah mengalami berbagai bentuk praktek pendidikan: praktek pendidikan Hindu,pendidikan Budhis, pendidikan Islam, pendidikan zaman VOC, pendidikan kolonial Belanda,pendidikan zaman pendudukan Jepang, dan pendidikan zaman setelah kemerdekaan (Somarsono:1985). Berbagai praktek pendidikan memiliki dasar filosofis dan tujuan yang berbeda-beda.Beberapa praktek pendidikan yang telah dilaksanakan oleh bangsa Indonesia adalah: pendidikanmodern zaman kolonial Belanda, praktek pendidikan zaman kemerdekaan sampai pada tahun 1965,yang sering kita sebut sebagai orde lama, praktek pendidikan dalam masa pembangunan orde baru,dan praktek pendidikan di era reformasi sekarang.PENDIDIKAN PADA MASA KEMERDEKAANPerkembangan pendidikan semenjak kita mencapai kemerdekaan memberikan gambaran yangpenuh dengan kesulitan. Pada masa ini, usaha penting dari pemerintah Indonesia pada permulaanadalah tokoh pendidik yang telah berjasa dalam zaman kolonial menjadi menteri pengajaran. Dalamkongres pendidikan, Menteri Pengajaran dan Pendidikan tersebut membentuk panitia perancangRUU mengenai pendidikan dan pengajaran. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk sebuah sistempendidikan yang berlandaskan pada ideologi Bangsa Indonesia sendiri.Praktek pendidikan zaman Indonesia merdeka sampai tahun 1965 bisa dikatakan banyakdipengaruhi oleh sistem pendidikan Belanda. Praktek pendidikan zaman kolonial Belanda ditujukanuntuk mengembangkan kemampuan penduduk pribumi secepat-cepatnya melalui pendidikan Barat.Diharapkan praktek pendidikan Barat ini akan bisa mempersiapkan kaum pribumi menjadi kelasmenengah baru yang mampu menjabat sebagai "pangreh praja". Praktek pendidikan kolonial initetap menunjukkan diskriminasi antara anak pejabat dan anak kebanyakan. Kesempatan luas tetapsaja diperoleh anak-anak dari lapisan atas. Dengan demikian, sesungguhnya tujuan pendidikanadalah demi kepentingan penjajah untuk dapat melangsungkan penjajahannya. Yakni, menciptakantenaga kerja yang bisa menjalankan tugas-tugas penjajah dalam mengeksploitasi sumber dankekayaan alam Indonesia. Di samping itu, dengan pendidikan model Barat akan diharapkan munculkaum bumi putera yang berbudaya barat, sehingga tersisih dari kehidupan masyarakat kebanyakan.Pendidikan zaman Belanda membedakan antara pendidikan untuk orang pribumi. Demikian pulabahasa yang digunakan berbeda. Namun perlu dicatat, betapapun juga pendidikan Barat (Belanda)memiliki peran yang penting dalam melahirkan pejuang-pejuang yang akhirnya berhasil melahirkankemerdekaan Indonesia.Pada zaman Jepang meski hanya dalam tempo yang singkat, tetapi bagi dunia pendidikan Indonesiamemiliki arti yang amat signifikan. Sebab, lewat pendidikan Jepang-lah sistem pendidikan disatukan. Tidak ada lagi pendidikan bagi orang asing dengan pengantar bahasa Belanda.Satu sistem pendidikan nasional tersebut diteruskan se telah bangsa Indonesia berhasil merebutkemerdekaan dari penjajah Belanda. Pemerintah Indonesia berupaya melaksanakan pendidikannasional yang berlandaskan pada budaya bangsa sendiri. Tujuan pendidikan nasional adalah untukmenciptakan warga negara yang sosial, demokratis, cakap dan bertanggung jawab dan siap sediamenyumbangkan tenaga dan pikiran untuk negara. Praktek pendidikan selepas penjajahanmenekankan pengembangan jiwa patriotisme. Dari pendekatan "Macrocosmics", bisa dianalisisbahwa praktek pendidikan tidak bisa dilepaskan dari lingkungan, baik lingkungan sosial, politik,ekonomi maupun lingkungan lainnya. Pada masa ini, lingkungan politik terasa mendominir praktekpendidikan. Upaya membangkitkan patriotisme dan nasionalisme terasa berlebihan, sehinggamenurunkan kualitas pendidikan itu sendiri.KEADAAN MASYARAKAT PADA MASA ORDE LAMASesudah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, terjadi perubahan kehidupan sosialdalam masyarakat Indonesia. Pada waktu zaman kolonial Belanda adanya diskriminasi sebagai ciripokoknya menempatkan bangsa Belanda sebagai warga negara kelas satu, kemudian timur asingdan yang terakhir adalah golongan pribumi Indonesia. Struktur itu berubah lagi setelah zamanpendudukan Jepang tingkatannya meliputi kelas 1 adalah orang Jepang, Pribumi Indonesia kelas 2,dan Timur Asing dan Indo menjadi warga negara kelas 3.Setelah Indonesia merdeka diskriminasi yang pernah dilakukan oleh kolonial Belanda maupun Jepang dihapuskan. Indonesia tidak mengadakan perbedaan perlakuan berdasarkan ras, keturunan,agama, atau kepercayaan yang dianut warga negaranya. Semua warga negara mempunyai hak dankewajiban yang sama. Namun, di sana-sini masih terdapat sisa-sisa semangat diskriminasi darizaman penjajahan yang harus kita lenyapkan. Tetapi zaman permulaan yang penuh semangat kebangsaan dalam menghadapi musuh dari luar,seperti ancaman Belanda yang masih selalu berusaha kembali ke Indonesia bersama NICA, jugamulai masuk musuh dari dalam yang berbentuk pengaruh ideologi Komunis. Akhirnya PKI menjadipartai politik yang terbesar dan terkuat. Pengaruh ini mulai masuk ke dalam parpol seperti PNIdengan mengubah namanya menjadi Marhaenism dari PNI menjadi Marxisme yang diterapkan dalamkondisi Indonesia.Ke dalam dunia pendidikan, pengaruh ideologi kiri masuk melalui pengangkatan Menteri PP dan K Prof. Dr. Priyono dari partai kiri Murba.SEMANGAT BERGULIRNYA PEMIKIRAN DARI TOKOH PENDIDIKAN KLASIK a. Ki Hajar DewantoroKi Hajar Dewantoro adalah Bapak Pendidikan Nasional Indonesia yang banyak mengkonsep sistempendidikan nasional pada masa awal kemerdekaan. Visi, misi dan tujuan pendidikan yang digagas

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tiya Agustin liked this
Danta Memantau liked this
Citra Best liked this
Handri liked this
Dezzoo Toa liked this
zainulmuttaqin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->