(tapi bila tidak, atau bila pekerjaannya menuntut Anda untuk bisa kerja sendirian)Saya selalu bisa bekerja dengan orang lain, tapi saya tak punya kesulitan untuk bekerja sendirian.Saya punya kemampuan inisiatif yang besar. Saya juga bisa membuat target-target secaramandiri, atau menjalani target yang ditugaskan dan merampungkannya.
7. Apakah Anda betah menangani hal-hal detail?
Iya, saya kira begitu. Saya bersedia melakukan apa-apa yang ditugaskan kepada saya. Bilaketelitian ekstra pada detail adalah salah satu prasyarat di dalamnya, maka saya pun akanmelakukannya. Saya percaya bahwa sukses dan percepatan karir adalah hasil langsung dariterlaksanya tugas dengan baik, termasuk di dalamnya adalah ketelitian pada hal-hal yang detail.
8. Apakah Anda punya jiwa kompetitif?
Iya, saya punya itu. Menurut saya, sifat kompetitif itu diperlukan agar bisa sukses di lingkungankorporat. Namun dengan sifat kompetitif ini bukan berarti berkompetisi secara ganas denganrekan kerja untuk mendapatkan pengakuan, kenaikan gaji, atau promosi. Bila saya bekerjadengan baik dan selalu memberikan upaya terbaik, saya yakin imbalannya pasti akan datang.Yang penting, kompetisi terbesar adalah dengan diri saya sendiri. Maksudnya, saya selalu berusah memecahkan rekor pribadi saya sendiri – untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih cepat dari yang sudah pernah saya lakukan.
9. Apa yang Anda lakukan bila Anda punya cara pandang yang berbeda dengan atasan?
Yang jelas saya bukan seorang yes-man. Tapi meskipun begitu, saya cukup berhati-hati dengan bagaimana saya mengekspresikan pendapat. Saya tidak akan seenaknya menyatakanketidaksepakatan saya atas pimpinan di depan banyak orang. Karena saya tahu rata-rata orangtidak suka dicela di depan umum. Selama rapat berlangsung, saya biasanya membuat mencatatdengan baik, lalu memberikannya kepada orang lain secara rahasia. Saya percaya kita bisamenunjukkan ketidaksepakatan dengan tanpa menunjukkan sikap pertentangan. Yang pentingkan bukan ketidaksepakatan kita itu, namun adalah agar pendapat kita didengar dan dihargai.Dan saya tahu betul bahwa cara kita menyampaikan sesuatu akan menentukan apakah pendapatkita akan didengarkan atau tidak.
Pertanyaan-pertanyaan saat wawancara kerja
:
1. Wawancara kerja biasanya di tanya apa ?
Jawabanku :
Psikotes, tes umum, interview diri dan kemampuan, interview gaji2. Terus jawaban yang benar gimana ?
Jawabanku :
Jangan mengada-ada, Percaya Diri, dan sesuaikan dengan kemapuan anda kalo masalah gaji3. Gimana biar gak grogi ?
Jawabanku :
Ya itu, percaya diri, anggap mereka yang membutuhkan kita, bukan sebaliknya4. Berapa kali sudah wawancara kerja ?
Jawabanku :
Banyak
Pertanyaan Terkait Keluarga1. Sebutkan pekerjaan orang tua Anda?
Pikirkan jawaban Anda dg cermat. Hindari ucapkan sesuatu yg bernada negatif, seperti “Ayahsaya cuma seorang tukang bersih-bersih” atau “Ibu saya nganggur di rumah” atau “Ibu saya tidak bekerja”. Ini bisa terjadi bila Anda mengandalkan spontanitas ketika menjawabnya -tidak melatihnya dulu- sementara Anda berada dalam kondisi PeDe yg lemah. Tunjukkan kebanggaanatas latar belakang keluarga meskipun itu semisal sangat sederhana: “Ayah saya adl seorang penjaga kebersihan, dan ibu saya adl seorang ibu rumah tangga yg aktif.” Tapi hati-hati untuk tidak berlebihan sehingga terkesan congkak juga lho. Jangan sampai ada kesan bahwa Andamerasa kompeten atau jagoan mentang2 orang tua adl orang -yg menurut perkataan Anda- berpangkat & terpandang.
2. Apakah Anda masih tinggal bersama orang tua?
Klo emg iya ya ga papa to. Yang penting berikan kesan bahwa Anda telah membuat pengaturanyg menunjukkan tanggung jawab alih
2
ndak bondo.