Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal PTK Meningkatkan Kemampuan Siswa Memahami Konsep

Proposal PTK Meningkatkan Kemampuan Siswa Memahami Konsep

Ratings: (0)|Views: 871 |Likes:
Published by Galuh_Ndut_Nie_3074

More info:

Published by: Galuh_Ndut_Nie_3074 on Mar 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

 
Proposal PTK Meningkatkan kemampuan siswa memahamikonsep penjumlahan bilangan bulat melalui pendekatanrealistik di kelas IV SDN
A. JUDUL
Meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep penjumlahan bilangan bulat melalui pendekatan realistik di kelas IV SDNB. MATA PELAJARAN DAN BIDANG KAJIANMatematika/Masalah Belajar C. PENDAHULUANPembelajaran matematika di sekolah dasar mempunyai kedudukan yang sangat penting dalamupaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pembelajaranmatematika adalah untuk (1) menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berhitung, (2)Menumbuhkan kemampuan siswa yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika, (3)mengembangkan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal mekanjutkan ke SLTP, dan (4)membuat sikap logis, kritis, cermat dan disiplin (Depdikbud, 1994:25-26).Untuk dapat terlaksananya pembelajaran matematika dengan baik pada jenjang pendidikan SDdiperlukan guru yang terampil merancang dan mengelola proses pembelajaran seperti yangtercermin dalam rambu-rambu pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.Rambu-rambu tersebut antara lain guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategiyang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik dan sosial.Dari pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa guru diharapkan dapat merancang dan mengelola proses pembelajaran, agar dapat mengajarkan matematika dengan baik. Mengajarkan matematikamengandung makna aktifitas guru mengatur kelas dengan sebaik-baiknya dan menciptakankondisi yang kondusif sehingga siswa dapat belajar matematika dengan baik. Selain itu gurudituntut untuk menggunakan strategi pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam belajar matematika. Artinya belajar matematika bukan sekedar memindahkan pengetahuanmatematika dari guru kepada siswa, melainkan tempat siswa menemukan dan mengkonstruksikembali ide dan konsep matematika melalui eksplorasi masalah-masalah nyata. Karena itu siswadiberi kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika dibawah bimbinganguru. Hal ini sejalan dengan pandangan Hadi, 2005 (Nyimas Aisyah 2007 : 7.5) yangmengatakan bahwa siswa memiliki potensi untuk mengembangkan sendiri pengetahuannya, dan bila diberi kesempatan mereka dapat mengembangkan pengetahuan dan pemahaman merekatentang matematika. Melalui eksplorasi berbagai masalah, baik masalah kehidupan sehari-harimaupun masalah matematika, siswa dapat merekonsktruksi kembali temuan-temuan dalam bidang matematika.Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah pendekatan reslistik. Pendekatan realistik mempunyai pengaruh besar terhadap upaya pengembangan strategi pembelajaran dan bertujuan melibatkan para siswa secara aktif dalammemperoleh dan memahami konsep-konsep matematika secara benar. Hal ini sejalan dengan pendapat Becker dan Selber (Klein, 1998:28) yang mengatakan bahwa pengajaran matematikatidak lagi hanya merupakan tempat belajar dan memberikan stimulus kepada siswa, tetapi
 
mereka merupakan subjek yang aktif dan perlu diberi kesempatan untuk menkontstruksi pengetahuan matematikanya. Lebih lanjut Mc. Intosh, Rey, & Reys, 1992:28) yangmengemukakan bahwa pemberian stimulus bukan hanya untuk memahami pengetahuan dankecakapan prosedural, tetapi juga pada pemahaman dan penguasaan konsep-konsep matematikadan yang lebih penting adalah siswa dapat menerapkan konsep-konsep itu untuk membantumenyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Materi pembelajaran dikembangkan dari situasikehidupan sehari-hari yang pernah dirasakan dan dijumpainya. Oleh karena itu, dalammemberikan pengalaman belajar kepada siswa semestinya diawali dari sesuatu yang real bagimereka.Pendekatan realistik merupakan salah satu pendekatan belajar matematika yang dikembangkanuntuk mendekatkan matematika kepada siswa. Masalah-masalah nyata dari kehidupan sehari-harisiswa digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika untuk menujukkan bahwamatematika sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Benda-benda nyata yang akrabdengan kehidupan sehari-hari siswa dijadikan sebagai alat peraga dalam pembelajaranmatematika.Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) matematika sekolah dasar, ada beberapakajian materi yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Salah satu bidang kajian tersebutadalah bilangan bulat yang terdiri dari penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Konsep bilangan bulat merupakan konsep yang sangat penting dalam matematika sekolah dasar karenakonsep bilangan bulat merupakan dasar untuk mempelajari konsep selanjutnya. Menurut Hodojo1998 (Nur, 2003:3) pengalaman belajar yang lalu dari seorang siswa akan mempengaruhi proses belajar matematika selanjutnya. Dengan demikian pemahaman konsep bilangan bulat di sekolahdasar akan sangat berpengaruh terhadap penguasaan materi lebih lanjut. Sehingga lemahnya penguasaan konsep bilangan bulat di SD akan berakibat lemahnya pemahaman pada konsep laindalam matematika di SLTP. Olehnya itu seorang guru perlu menanamkan konsep bilangan bulatkepada siswa dengan baik agar dapat dipahaminya, sehingga siswa mengerti dan memahamikonsep tersebut dan dapat diaplikasikannya dalam menyelesaikan permasalahan yangdihadapinya sehari-hari. Namun pada kenyataanya dari hasil pra penelitian yang dilakukan peneliti pada bulan Desember 2007 di SDN 3 Sawerigadi ditemukan permasalahan pada pembelajaran bilangan bulat,khususnya pada penjumlahan bilangan bulat Hal ini sesuai dengan hasil observasi peneliti di SDtersebut menunjukkan bahwa pengajaran materi penjumlahan bilangan bulat masih berpusat padaguru dan guru kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, Kemudian guru sendiri belum sepenuhnya menguasai cara menanamkan konsep penjumlahan bilangan bulat dengan benar. Umumnya guru hanya menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaranmeskipun guru memberikan penugasan kepada siswa, namun sebatas mengerjakan latihan soalyang diberikan oleh guru, siswa kurang dilibatkan secara langsung untuk menemukan sendiri danmengembangkan pengetahuan yang dimilikinya, sehingga menyebabkan kurangnya penguasaansiswa terhadap konsep penjumlahan bilangan bulat. Selain itu juga guru dalam memberikanmateri pelajaran penjumlahan bilangan bulat tidak menghubungkan dengan masalah-masalah-masalah nyata yang dekat dengan kehidupan siswa, padahal masalah-masalah nyata darikehidupan sehari-hari siswa dapat digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika,sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman yang tidak mudah untuk dilupakan, serta gurudalam mengajarkan materi penjumlahan bilangan bulat hanya menggunakan alat peraga berupagaris bilangan, siswa hanya menyaksikan guru menjelaskan materi melalui alat peraga tersebut.Padahal penggunaan alat peraga tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan.
 
Kondisi di atas menunjukkan bahwa pembelajaran matematika pada sekolah tersebut masihtergolong konvensional, sebab urutan sajian yang diberikan oleh guru mengikuti alur informasiceramah, pemberian contoh dan pemberian tugas. Lebih lanjut Schoenfeld (Yuwono 2001:6) pembelajaran konvensional mengakibatkan siswa hanya bekerja secara prosedural danmemahami matematika tanpa penalaran. Selain itu dalam pembelajaran konvensional guru tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuan matematika yang akanmenjadi miliknya sendiri.Permasalahan lain yang ditemukan dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan gurutersebut, peneliti memperoleh data bahwa guru menganggap sulit untuk mencari sumber belajar matematika khususnya untuk mengajarkan materi penjumlahan bilangan bulat, apabila gurumenggunakan metode penemuan dan diskusi guru beranggapan hasilnya akan sama saja denganmenggunakan metode ceramah.Selain dari observasi dan wawancara yang dilakukan, peneliti melakukan tes awal kepada siswakelas IV untuk mengukur seberapa jauh pemahaman siswa mengenai konsep penjumlahan bilangan bulat, dari tes yang dilakukan diperoleh data bahwa pada umumnya siswa kurangmemahami konsep penjumlahan bilangan bulat, hal ini terlihat dari ketidakmampuan siswamenyelesaikan soal pejumlahan bilangan bulat dengan benar.Bedasarkan hasil temuan diatas, hal itulah yang menyebabkan rendahnya pemahaman siswa akankonsep penjumlahan bilangan bulat di sekolah dasar, jika masalah tersebut tidak dapat diatasimaka akan berdampak buruk bagi siswa, siswa akan lemah dalam menentukan penjumlahan bilangan bulat dan juga akan berdampak buruk pada mutu dan kualitas pembelajaran matematikadi sekolah dasar. Olehnya itu peneliti bersama guru bemaksud untuk mengatasi permasalahantersebut dengan mengadakan suatu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul“Meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep penjumlahan bilangan bulat melalui pendekatan realistik di kelas IV SDN ”Dengan menggunakan pendekatan realistik diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswaterhadap materi penjumlahan bilangan bulat, karena dengan pendekatan realistik membantu gurumengaitkan antara materi pelajaran dengan konteks keseharian siswa yang ada dilingkungansiswa, serta memungkinkan siswa dapat mengkonstruksi pemikirannnya sendiri untuk menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika khusunya terhadap materi penjumlahan bilangan bulat.D. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penelitian iniadalah sebagai berikut : “Bagaimanakah Penerapan Pendekatan Realistik dalam meningkatkan pemahaman siswa akan konsep penjumlahan bilangan bulat di kelas IV SDN ”E. TUJUAN PENELITIANTujuan umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahamansiswa akan konsep penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan pendekatan realistik dikelas IV SDN .Secara khusus tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:Mendeskripsikan peningkatan proses pembelajaran penjumlahan bilangan bulat denganmenggunakan pendekatan realistik di kelas IV SDN .Mendeskripsikan peningkatan pemahaman siswa akan konsep penjumlahan bilangan bulatdengan menggunakan pendekatan realistik di kelas IV SDN .F. MANFAAT PENELITIANAdapun manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai berikut:

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
adambitor1713 liked this
Beringin Putra liked this
Jerry Rara liked this
miftahol liked this
Yoga Agus Tawan liked this
dwiopet liked this
rahmialfi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->