Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bencana Ummat Islam Indonesia Tahun 1980-2000

Bencana Ummat Islam Indonesia Tahun 1980-2000

Ratings: (0)|Views: 850 |Likes:
Published by zhoeya8687

More info:

Published by: zhoeya8687 on Mar 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

 
BENCANA UMMAT ISLAM DI INDONESIATAHUN 1980-2000
Diterjemahkan dari:
 
 Mihnatul Islam Fi Indonesia
Karya Tulis:
Iddatu Askhas Amilu Li Hisabi Tapol
( Team Peduli Tapol, 1985 )
Penerjemah Arab:
Ismail Shadiq
Penerbit:
Zahratif (Az-Zahro lil I’lami al-Arabi) 1989P.O 102 Madinat Nasr Cairo Mesir
Edisi Indonesia:
 BENCANA KAUM MUSLIMIN DI INDONESIA,1980 - 2000
Penerjemah:
Mohammad Thalib
Editor:
 Irfan S. Awwas
Disain Cover:
 Haetamy el-jaed
Type Lay Out / Setting:
 Muflich. AsyCetakan I, 16 Juli 1998Cetakan II, 1 Agustus 1998Cetakan III, 21 Agustus 1998Cetakan IV, 20 Oktober 1998Cetakan V , 15 April 2000
Penerbit :
WIHDAH PRESSPenerbit dan Penyebar Buku Islami Jl. Kusumanegara No. 98, YogyakartaTelp./ Fax. ( 0274 ) 389135
ISBN : 979-9311-05-5
 
Distributor :
 CV. ADIPURA, YOGYAKARTA. Telp. ( 0274 ) 373019
Hak Pengarang Dilindungi Undang-undang
 
All Rights Reserved
 
Penjara itu adalah,Kuburan bagi orang yang hidup,Gembiranya musuh di atas penderitaan orang lainDan ujian bagi kesetiakawanan
Nabi Yusuf as
 
 
Kami persembahkan buku iniKepada ratusan kaum muslimin yang menjadi korbanpenyiksaan dan penghinaan para Jallad (algojo)Sebagian besar dari mereka kini sudah uzur,dan sebagian lainnya menerima perlakuan keji yang tidak adil
Team Peduli Tapol
AMNESTI INTERNASIONAL
 
PENGANTAR PENERBIT
PENTAS ZAMAN modern masih saja menghadirkan duka lara. Ketika memasukigerbang tahun baru Hijrah, 1 Muharram 1421 H/6 April 2000 M, kaum musliminbangsa Indonesia, tinggal menuai badai-menghitung korban tragedi. Darah tertumpah,air mata pilu, wanita diperkosa, anak-anak menjadi yatim piatu, harta benda dijarahatau dibakar musnah. Semuanya berpadu dalam tragedi akibat bencana yang menimpakaum muslimin, sejak peristiwa Tanjung Priok (1984), Lampung-Talang Sari Berdarah(1989), DOM di Aceh (1989) hingga Ambon (1999) dan Maluku Utara (2000).Seluruh peristiwa ini terjadi, bukan lantaran kaum muslimin ikut menabur angin,lalu akhirnya menuai badai, melainkan karena:
Pertama,
amanat kepemimpi-nan bangsaini tidak berada di tangan mereka yang berhak menerimanya. Dan manakala amanatdiberikan kepada mereka yang tidak seharusnya menerimanya, dan karena itu dia tidakmenunaikan amanah tersebut secara benar, maka bencanalah yang akan timbul. Untukhal ini, Allah Swt. telah mengingatkan dengan firman-Nya: ”
Sesungguhnya Allahmenyuruh kamu menunaikan amanah kepada ahlinya
”. (Qs. An-Nisa’ 58).
Kedua,
lantarankonspirasi musuh-musuh kafirin dan munafiqin yang ingin menghancurkan Islam dankaum muslimin.Bencana politik yang menimpa ummat Islam di Indonesia, secara sederhana dapatdikelompokkan ke dalam dua hal, yaitu bencana di bidang ekonomi dan HAM. Bencanakelompok pertama dapat dilihat melalui diterbitkannya berbagai kebijakan ekonomi-moneter yang tidak memihak rakyat mayoritas.Sedangkan bencana di bidang HAM, dapat dilihat dari berbagai tragedi berdarahyang dialami ummat Islam, seperti tragedi Tanjung Priok, Woyla, tragedi DOM di Aceh, Lampung (Talangsari) Berdarah, tragedi pembunuhan ulama Banyuwangi (dengandalih dukun santet), tragedi genocida di Ambon-Maluku, dan sebagainya. Juga berbagaitragedi tak berdarah lainnya, seperti kasus Usrah, Pesantren Kilat, maupun Komando Jihad yang terjadi di awal hingga pertengahan 1980-an.Buku ini merupakan suatu upaya kodifikasi terhadap berbagai ben-canakemanusiaan (pelanggaran HAM) yang menimpa ummat Islam, sepanjang tahun 1980hingga tahun 2000. Sebagian dari sumber buku ini, tujuh bab pertama berasal darilaporan
“Tim Peduli Tapol Amnesti Internasional”
, yang pada kesempatan sebelumnyatelah diterbitkan dalam bentuk buku tersendiri, hasil terjemahan dari buku:
 MihnatulIslam fie Indonesia.
Dalam edisi Indonesia diberi judul “
Fakta Diskriminasi Rezim SoehartoTerhadap Ummat Islam”
, dan telah mengalami empat kali cetak ulang.Sumber lain, khususnya tiga bab terakhir dari buku ini ditulis oleh Al Chaidar,seorang penulis muda yang sangat produktif, dengan berbagai judul bukunya yangtergolong
best seller 
dan kontroversial.Al Chaidar pada buku ini menyoroti seputar
“Rekayasa Militer dalam Kasus LampungBerdarah”,
kemudian
“DOM dan Akibatnya bagi Ummat Islam,”
serta “
Sikap PemerintahanGus Dur terhadap Musibah yang Menimpa Ummat Islam seperti Maluku, Aceh dansebagainya.”
Selain itu, Brigjen. (Pur) Rustam Kastor, penulis buku:
Konspirasi Politik RMS danKristen Menghancurkan Ummat Islam di Ambon-Maluku,
juga tidak ketinggalanmenyumbang sebuah tulisan mengenai sikap pemerintahan Gus Dur dalam menanganimusibah kemanusiaan di Maluku, sehingga buku ini semakin kaya akan informasi.
 
Sumber tulisan yang berasal dari “
Tim Peduli Tapol Amnesti Inter-nasional”
banyakmengandalkan berbagai data dan fakta yang tidak per-nah diungkap media massa,karena merupakan hasil “liputan” lang-sung dari arena persidangan. Sedangkan AlChaidar mendasarkan tuli-sannya dari hasil investigasi lapangan dan kepustakaan yang juga jarang (atau bahkan belum pernah) dipublikasikan oleh media massa. Salah satu
 
fakta yang diungkapkan oleh buku ini antara lain kasus Komando Jihad, yang hebohpada awal tahun 1980-an, dan pada dasarnya merupakan gerakan yang direkayasa olehorang-orang yang mengingin-kan hancurnya gerakan Islam, dan merupakan rekayasabadan intelijen militer ketika itu. Begitu juga dengan kasus Pembajakan WOYLA. Faktayang antara lain diungkapkan dari kasus tersebut adalah tentang adanya kejanggalanpada proses pengadilan: “Pengadilan yang menangani kasus Imran Cs. menolak untukmelakukan penyelidikan tentang terjadinya pembunuhan terhadap 6 orang pembajakpesawat ”.Fakta lain yang juga berusaha digambarkan buku ini adalah adanya berbagai bentukkecurangan dan intimidasi, baik terhadap tersangka, pembela, bahkan hakim, sertarekayasa hukum. Gambaran itu tidak saja terdapat pada persidangan kasus TanjungPriok, juga pada kasus-kasus lainnya seperti pembajakan WOYLA (1982), PeledakanBCA (Oktober 1984), Pengeboman Candi Borobudur di Magelang, Peledakan BisPemudi Ekspres di Malang (1984), kasus Pesantren Kilat di Malang (1985), serta kasusGerakan Usrah di Jawa Tengah dan DIY (1986).Pada persidangan kasus peledakan BCA misalnya, pembaca dipertemukan dengantokoh nasional, yaitu Ir. HM. Sanusi, yang didakwa mendanai dan memerintahkanmelakukan peledakan di berbagai tempat. Ir. H.M. Sanusi adalah tokoh organisasiMuhammadiyah, tokoh Partai Masyumi, mantan anggota DPR periode 1971-1977bahkan pernah men-jabat menteri perindustrian pada masa Orde Lama.Kasus pemboman BCA (Oktober 1984) merupakan reaksi atas tragedi berdarah diTanjung Priok (12 September 1984), karena pemerintah (dan ABRI) tidak mampumemberikan jawaban yang memuaskan terhadap berbagai pernyataan yangmenggelayuti masyrakat ketika itu (bahkan hingga kini).Mengapa penguasa (pemerintah) dan militer begitu membenci kala-ngan Islam,sehingga merasa perlu merekayasa berbagai kejadian yang menyudutkan ummat Islam?Alasan pertama, karena mereka para elit politik sesungguhnya bukanlah kalangan yanglayak menerima amanah. Dan kedua, kemungkinan besar petinggi kita (pemerintah danmiliter) kala itu sangat terpengaruh oleh sejenis tesis yang pernah dipopulerkan olehSamuel P. Huntington, yang menyatakan Islam merupakan ancaman berikutnya setelahkomunisme tumbang.Bahkan lembaga studi CSIS
(Center for Strategic and International Studies)
yangdibidani dan dibina mendiang Ali Murtopo, pada awal-awal berdirinya pernahmembuat kesimpulan bahwa,
Islam adalah faktor penghambat pembangunan bangsa.
Kesimpulan itu dituangkan di da-lam buku rencana kerja CSIS yang berjudul
 Master  Plan Pembangunan Bangsa.
Bencana yang dialami kaum muslimin di Indonesia belum juga sirna, dan masihterus berlanjut hingga kini, ketika duet Gus Dur dan Mega-wati memimpin negara ini.Lihatlah kasus
 Muslim Cleansing
di Ambon-Maluku yang tak kunjung usai. Lihatlah jugapembantaian ummat Islam di Aceh yang masih berlangsung. Padahal, Presidennyaberasal dari kalangan ulama NU (Nahdlatul Ulama), Ketua MPR-nya berasal darikalangan ulama Muhammadiyah, dan Ketua DPR-nya mantan petinggi HMI(Himpunan Mahasiswa Islam).
 
Tinjauan dari ulasan Al Chaidar seputar sikap pemerintahan Gus Dur terhadapberbagai bencana yang menimpa ummat Islam (khususnya kasus genosida di Ambon-Maluku), seperti menunjukkan dengan jelas, bahwa mereka sebenarnya bukanlahkalangan yang layak menerima amanah dari ummat Islam. Dengarlah apa komentarGus Dur mensikapi pertikaian antar ummat beragama di Maluku. Gejolak Maluku,katanya “Akibat Ummat Islam Dianakemaskan”. Ketika membuka seminarinternasional “Mencari Bentuk Ideal Negara Indonesia Masa Depan” di Istana Negara,Selasa 28 Maret 2000, Gus Dur mengatakan:”Masa sepuluh tahun terakhir pemerintahlalu, telah memberikan perlakuan istimewa sebagai anak emas (
 golden boy)
bagimasyarakat Islam di Maluku”. Kondisi itu, sambungnya, mengakibatkan keseimbanganantara Kristen dan Islam telah terganggu.Menurut Abdurrahman, jika dulu Belanda mengambil orang-orang Kristen untukposisi militer dan pemerintahan, dalam era Soeharto pemerintah merekrut Muslimsangat banyak dibanding Kristen”. (Republika, 29 Maret 2000).Mengapa bencana itu masih juga menimpa kaum muslimin? Karena hukum yangditerapkan adalah hukum jahiliyah, sistem yang jahiliyah, hukum dan undang-undangyang sudah terbukti lebih dari setengah abad, tidak mampu menyelamatkan bangsa inidari bencana ekonomi, politik dan HAM. Oleh karena itu, yang sebenarnya dibutuhkanadalah institusi berupa negara yang memberikan keselamatan (Darussalam), pemimpin

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ram Syist liked this
Nera Il Kobah liked this
Nurjaman liked this
Zul Karnaini liked this
anevta liked this
Fadh_Ahmad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->