Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Renungan Bulan Kitab Suci: Roh Kudus

Renungan Bulan Kitab Suci: Roh Kudus

Ratings: (0)|Views: 304 |Likes:
Published by Chung Yen
In Indonesian language, "A sermon on the Holy Spirit", originally a sermon delivered by Martin Suhartono, S.J. in occasion of the opening of the Month of Scriptures, September 1998, Kanisius Publisher and Printing House, Yogyakarta,
In Indonesian language, "A sermon on the Holy Spirit", originally a sermon delivered by Martin Suhartono, S.J. in occasion of the opening of the Month of Scriptures, September 1998, Kanisius Publisher and Printing House, Yogyakarta,

More info:

Published by: Chung Yen on Mar 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2012

pdf

text

original

 
RENUNGANPEMBUKAAN BULAN KITAB SUCI KEVIKEPAN DIYKANISIUS, 31 AGUSTUS 98TEMA BULAN KITAB SUCI: ROH KUDUS(Bacaan: Kis 1:5-12)
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.Beberapa waktu yang lalu, penyair W.S. Rendra mengungkapkan bahwa ia sedang menderita"kemurungan kalbu" karena situasi bangsa dan negara kita belakangan ini. Saya pun sedangmenderita kemurungan kalbu yang sama. Kemurungan kalbu itulah yang mendorong sayamenulis di majalah HIDUP beberapa minggu yang lalu, "Owe Patheken Jadi WNI" dan "SusahJadi Manusia". Terlebih murung lagi hati saya, ketika artikel "Owe Patheken" itu, yang semuladimaksudkan untuk membela golongan Tionghoa dalam Kerusuhan Mei 1998, ternyata malahdisalahtafsirkan sebagai menyerang golongan Tionghoa. Ada seorang bapak dari etnis Tionghoayang menulis surat dan memaki-maki saya. Dia menuduh saya bersikap seperti Kain, yangmembenci dan membunuh Abel, adiknya. Dia mengatakan a.l. "Bapak menulis 'Cina gundulanunya gondal-gandul', apakah anu Saudara tidak gondal-gandul?!".Kemurungan kalbu. Kemurungan kalbu itulah yang rupanya juga menghinggapi para muridYesus sesaat sebelum Yesus naik ke sorga, sebagaimana tadi telah kita dengar dalam BacaanKS. Berhadapan dengan situasi bangsa dan negara Israel yang sudah berabad-abad dijajahbangsa-bangsa lain, murid-murid Yesus bertanya, "
Tuhan, maukah Engkau pada masa inimemulihkan Kerajaan bagi Israel?
" (Kis 1:6). Dalam kemurungan kalbu yang sama, kita saat ini juga berteriak, menjerit, kepada Allah, "
 Allah maukah Engkau sekarang ini memulihkankeadaan negara kami?
" Apakah yang terkandung dalam pertanyaan-pertanyaan ini?Bangsa Israel mengalami bagaimana selama ini mereka telah dijajah, hidup menderita, tertekan,ditindas dll. Mereka juga mengalami bahwa berkali-kali mereka berusaha merebut kemerdekaan,tapi selalu gagal. Karena itulah dalam pertanyaan para murid Yesus, yang mencerminkanharapan bangsa Israel selama berabad-abad, terkandung permohonan, "
 Allah, segeralahbertindak! Usirlah para penjajah kami, dan dirikanlah Kerajaan bagi kami!
" Merekamengharapkan agar Allah bertindak, sekali jadi,
sak dek sak nyet 
, simsalabim, dan berdirilahKerajaan Israel yang megah dan jaya sepanjang masa. Itulah juga harapan kita di tengah kemelutyang membuat bangsa dan negara kita porak poranda seperti sekarang ini. Kita menjerit, "
 Allah,segeralah bertindak! Atasi krisis moneter, buat harga dollar turun terus, dirikan pemerintahan yang baik dan adil. Berantaslah KKN sampai ke akarnya!
". Kita mengharap dalam seharisemalam, paling tidak, keadaan negara kita pulih kembali oleh tindakan Allah. Nah, saudara-saudari terkasih, bagaimanakah jawaban Yesus?Yesus ternyata menolak menjawab pertanyaan para murid-Nya! "
 Engkau tidak perlu mengetahuimasa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya!
" Secara kasar bisadikatakan, "
 Nggak, itu bukan urusan kalian!
". Yah, apakah Yesus menolak sama sekali untuk menolong kita? Apakah Yesus meninggalkan para murid-Nya, meninggalkan kita semua, tanpaharapan sama sekali? Ternyata Yesus tidak berbuat demikian.Yohanes menceritakan, bagaimana pada Perjamuan Terakhir, persis sebelum Ia wafatmeninggalkan para murid-Nya, Yesus menghibur para murid-Nya demikian, "
 Janganlah gelisahhatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku
" (Yoh 14:1), dan lagi, "
 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu
" (Yoh 14:18). Tidak! Yesus tidak meninggalkankita sendirian. Ia ternyata menjanjikan seorang Pendamping, seorang Penghibur, seorang Temanbagi kita. "
 Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran
" (Yoh 14:16),persis sebagaimana tema yang diambil bagi Bulan Kitab Suci ini, yaitu "
 Ia menyertai kamu dan
 
Martin/KotbahBKS/hal.2
akan diam di dalam kamu
" (Yoh 14:17). Dan lagi, "
Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akandiutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamudan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu
" (Yoh 14:26).Janji Yesus sebelum wafat-Nya itu kini, sesaat sebelum Ia naik ke sorga, diulangi lagi kepadapara murid-Nya, "
TETAPI kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampaike ujung bumi
" (Kis 1:8). Dengan kata lain, Yesus menolak permohonan para murid-Nya untuk mendirikan Kerajaan bagi Israel, tapi Ia menjanjikan Penolong untuk itu. Dengan kata lain,Kerajaan itu tidak akan jatuh begitu saja dari langit, sekali jadi,
sak dek sak nyet 
, simsalabim,melainkan para murid Yesus itulah -dengan bantuan Roh Kudus- yang harus membangunKerajaan Allah di dunia ini. Saudara-saudara terkasih, Allah tidak mengubah keadaan, tapi Allahmengubah manusia-manusianya, kita semua, agar kita nantinya dapat mengubah keadaan. Untuk maksud itulah Roh Kudus diberikan kepada kita. Kita dipersenjatai dengan Roh Kudus agardapat mengubah keadaan kita sendiri, dan dengan demikian mendirikan Kerajaan Allah di duniaini.Tapi, dasar manusia, para murid-Nya tetap saja belum mengerti pesan Yesus itu. Akibatnya,ketika Yesus naik ke sorga, mereka tinggal berdiri saja,
ndomblong
terlongong-longong sambilmelihat ke langit. Mereka tetap saja mengharapkan agar Kerajaan Allah itu jatuh dari langit kebumi. Karena itulah tampak kepada mereka dua orang berpakaian putih, kiranya malaikat, yangmenegur mereka, "
 Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?
",secara kasar bisa diungkapkan demikian teguran itu, "
 Eh, jangan ndomblong ngeliat ke langit aja dong kalian ini!
" Akhirnya dikatakan dalam Kisah Para Rasul, "
 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem ... setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas ...
" Danseperti kita ketahui selanjutnya, turunlah Roh Kudus atas diri mereka pada hari Pentakosta.Kehadiran Roh Kudus dalam diri mereka itu ternyata benar-benar mengubah mereka. Sejak itulah mereka berani menjadi saksi-saksi Kristus, berkeliling sampai ke ujung bumi untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah. Dan perubahan itu mereka wujudkan juga dalam kehidupanbersama, "
sehati sejiwa
" (Kis 4:32). "
 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dalamdalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa
" (Kis2:42). Dan bukan cuma berkumpul dan berdoa saja. Perubahan itu terwujud juga dalam praktek konkret cinta-kasih, "
semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segalakepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual hartamiliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing
" (Kis 2:44-45), sehingga "
tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka
"(Kis 4:34). Jadi, saudara-saudari terkasih, perubahan tak datang begitu saja dari langit. Allahmengubah jemaat Kristen pertama itu lewat Roh Kudus sehingga mereka sendirilah yangberubah dan dapat mengubah keadaan kehidupan mereka, dari kekurangan menjadi tidak berkekurangan.Roh Kudus itulah yang kita rayakan dan renungkan selama Bulan Kitab Suci ini. Tapi tentangRoh Kudus ini, banyak orang mengeluh pada saya, "Romo, Allah Bapa, saya bisamenggambarkan, juga Allah Putera. Tapi Roh Kudus? Sulit sekali membayangkannya!"Memang betul, sulit sekali membayangkan Roh Kudus. Mungkin karena itulah dalam KSditemukan banyak sekali gambaran atau lambang untuk Roh Kudus, karena sulit sekalimenangkap inti Roh Kudus hanya dalam satu lambang saja. Ada lambang merpati, angin, lidahapi, air, dan minyak urapan. Yesus sendiri berkata, "
 Angin bertiup ke mana ia mau dan engkaumendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh
" (Yoh 3:8). Nah, itu baru orangyang dilahirkan oleh Roh, sudah sulit dibayangkan gerakannya, apalagi Roh itu sendiri!Setiap kali saya berhadapan dengan kesulitan membayangkan tentang Roh Kudus ini, sayateringat suatu pengalaman kecil. Pernah dalam suatu perjalanan naik kereta api ke Jakarta, sayaduduk berseberangan dengan sepasang remaja yang sedang dimabuk cinta. Selama perjalanan,
 
Martin/KotbahBKS/hal.3saya membaca majalah (pura-pura tentu saja!), sambil mata saya kadang melirik untuk melihatapa yang dilakukan oleh pemuda dan pemudi di depan saya.Yang mengherankan, dari Stasiun Tugu, begitu KA berangkat, sepanjang perjalanan, sangpemuda tak henti-hentinya menyisir rambut sang pemudi yang memang panjang dan indahberkilau-kilau (
ndak tau
, mungkin dikramas pake lisol, atau DDT). Dalam hati saya pikir, "Wah,bisa
brodhol rambute
nanti sampai di Stasiun Gambir!" Dan di sepanjang jalan, tentu saja sambilmenyisiri rambut sang pemudi, tak henti-hentinya kedua sejoli itu saling berpandangan matadengan mesra. Dan tak henti-hentinya sang pemuda mengucapkan kata-kata manis kepadapacarnya (maklum, rayuan gombal!). Anehnya, mereka omong pakai bahasa Inggris, mungkinmaksudnya supaya saya tidak mengerti. Ada banyak sekali kata yang mereka ucapkan, tapi yangmenempel di ingatan saya cuma ini. Si pemuda bilang, "Oh, my darling, you see me, I see you,you and me
see see an
!" Atau juga, "Oh, my darling, you love me, I love you, you and me
lap-lapan
!" Saya pikir, "Wah, belajar bhs. Inggris di mana mereka ini? Mestinya bukan di SanataDharma!"Itulah tadi sekilas pengalaman tentang dua orang yang "
see-see-an
" di KA. Kenangan akan duaorang itulah yang selalu muncul bila saya merenungkan tentang Roh Kudus. Gambaran duaorang saling mencinta yang "
see-see-an
" itu dapat menerangkan banyak hal tentang Roh Kudus.Dalam teologi klasik Tritunggal Mahakudus sering dijelaskan demikian: Allah Bapa adalah
Yang Mencinta
, Allah Putra
Yang Dicinta
dan Allah Roh Kudus adalah
Cinta
yang mengikatmereka. Nah, maka bisa dibilang, Roh Kudus adalah hasil Bapa dan Putera yang
see-see-an
dan
lap-lap-an
. Roh Kudus hidup dalam Bapa dan Putra yang saling "see-see-an". Yesusmengatakan "
 Aku dan Bapa adalah satu
" (Yoh 10:30) dalam arti "
 Bapa di dalam Aku dan Akudi dalam Bapa
" (Yoh 10:38; 14:10). Bahkan dapat dikatakan Cinta itu adalah Allah sendiri.Dalam 1 Yoh 4:8 dikatakan, "
 Allah adalah Kasih
".Pertanyaan tentang Roh Kudus itu juga mengingatkan saya akan pengalaman ketika baru masuk Novisiat SJ di Girisonta, tahun 1974. Saat itu saya kebingungan tentang Roh Kudus danbertanya dalam doa, "Roh Kudus itu kayak apa sih?!". Tiba-tiba saja, dalam suatu meditasi,entah saya tertidur atau tidak, seperti dalam mimpi, saya melihat bahwa antara saya dengan tiap-tiap orang, dan antara orang yang satu dengan orang yang lain, antara kita masing-masingdengan Allah, ada semacam benang emas yang menghubungkan kita semua. Nah, saya spontanmengerti, bahwa benang-benang emas, yang menghubungkan kita satu sama lain itu, bagaikansarang laba-laba raksasa, adalah Roh Kudus itu sendiri. Bukankah Paulus menulis, "
kasih Allahtelah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita
" (Rom5:5), nah Kasih Allah ini, yaitu Roh Kudus, yang mengikat kita satu sama lain. Tapi, lalu apakerja Roh Kudus ini dalam diri kita?Pernah suatu hari saya diundang memberikan renungan pada suatu Persekutuan Doa di Solo.Waktu mendekati ruangan tempat mereka berkumpul, dari luar saya dengar nyanyian mereka.Langsung saya bilang pada yang menjemput saya, "Oh, ini PD Karismatik ya?". Dia menjawabketus, "Oh, bukan, kami bukan PD Karismatik. Memang doa-doa dan lagu-lagunya kita ambildari Karismatik, tapi kami nggak pake yang gitu-gitu!" Saya heran, "Lho, yang gitu-gitugimana?" Dijawab, "Itu lho, karisma-karisma aneh-aneh itu, bahasa roh dll.!"Nah, saudara-saudari terkasih, apakah reaksi semacam itu tepat? Apakah reaksi yang menolak karisma-karisma Roh Kudus itu tepat? Apakah tidak karena kurang paham, salah tafsir,mengenai Roh Kudus dan karisma-karisma yang diberikan-Nya kepada kita? Tepatkah bila kitamenolak pemberian Roh Kudus itu? Padahal, dengan karisma-karisma itulah Roh Kudusmengubah dan mempersenjatai kita sehingga kita bisa mendirikan Kerajaan Allah di bumi.Memang, kita kenal adanya buah-buah Roh, sebagaimana disebutkan Paulus dalam surat kepadaumat di Galatia, "
kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan hati,kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri
" (Gal 5:22). Apakah ini mencukupi untuk kita? Buah-buah Roh ini
harus
dihasilkan oleh orang-orang Kristen yang percaya pada Kristusdan karenanya menerima Roh Kudus lewat Baptisan dan sakramen-sakramen lainnya. Tapi

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
arnol3090 liked this
Rena Bernadet liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->