Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Republik Neoliberal

Republik Neoliberal

Ratings: (0)|Views: 9|Likes:
Published by hanafi9

More info:

Published by: hanafi9 on Mar 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2010

pdf

text

original

 
Republik (Neoliberal) Indonesia
Ahmad Hanafi RaisDosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIPOL, UGM
Secara teoretik, perannegara dalam sistemekonomi pasar tidak bolehdominan. Pasar diyakinimemiliki kemampuanuntuk mengurus dirinyasendiri dan oleh karenanyacampur tangan negaratidak diperlukan samasekali. Kebijakan yangdijalankan negara akanmenghasilkan
output 
yangefisien karena seluruhsumber daya akandigunakan secaramaksimal dan dijamintepat sasaran.Logika semacam inilahyang diyakini olehsebagian besar ahliekonomi, termasuk diIndonesia, dalammemandang hubunganyang ideal antara negaradan pasar.Dalam perkembangannya,konsep ekonomi pasarmengambil bentuk yangpaling mutakhir yaituneoliberalisme.Selanjutnyaneoliberalisme tersebutditerjemahkan oleh IMFdan Bank Dunia dalamprogram penyesuaianstruktural yang dikenaldengan KonsensusWashington. Inti dariKonsensus ini adalah 1)pelaksanaan kebijakananggaran ketat, termasukkebijakan penghapusansubsidi, 2) liberalisasisector keuangan, 3)liberalisasi perdagangan,dan 4) privatisasi BUMN(Baswir, 2008).Di Indonesia,pelaksanaan agendaekonomi neoliberal sudahberlangsung lamaterutama sejak tahun1980-an ketika krisisminyak dunia melandanegeri ini. Kebijakanderegulasi dan liberalisasimenjadi panglima ekonomiOrde Baru. Krisis moneterdi penghujung tahun 1990 juga memaksa Indonesiamerangkul IMF untukmenjalankan paketKonsensus Washington.Bagaimana denganneoliberalisme di republikini pasca reformasi?
Negara neoliberal
Asumsi neoliberalismeyang meminggirkan perannegara dalam systemekonomi pasar tampaknyaharus dirubah. Padaprakteknya, neoliberalisme justru membutuhkan perannegara yang dominan,bahkan sangat represif.Pemeliharaan mekanismepasar melalui jaminanpolitik, legal formal, dankeamanan oleh negarainilah yang mengantarkankita kepada format negaraneoliberal. Pada konteksinilah, membaca Indonesiakontemporer tidak bisadilepaskan dariidentitasnya sebagairepublik neoliberal.Rejim Orde Baru selalumengandalkan aparatmiliter untuk meredamprotes sosial para petaniatau buruh yang menjadikorban dari kebijakanneoliberal. Aparat negaralebih memihakkepentingan para pemodaluntuk mengamankantarget pembangunan rejimOrde Baru saat itu. Pendekkata, neoliberalisme danotoritarianisme terbuktibisa berjalanberdampingan.Bagaimana praktekneoliberalisme dikelolaoleh rejim demokratik,khususnya olehpemerintahan Yudhoyonoselama dua periode ini?Ada tiga ranah politikyang harus ditelisik untukmemahami praktekneoliberalismekontemporer di Indonesia.Pertama, ranah diskursustentang ideologi ekonomi.Dalam kampanye pilpreslalu, SBY menyatakandengan tegas bahwa modelekonomi yang tepat bagiIndonesia adalah ‘ekonomi jalan tengah’.Model ekonomi ini,selain untuk menepistuduhan publik terhadaprejimnya yang cenderungneoliberal, dianggapsebagai jalan keluar atasdebat panjang antaraekonomi kerakyatan danekonomi pasar: negaraberperan penting untukmenunjangkeberlangsungan pasarsekaligus menyejahterakanrakyat melalui berbagaiprogram populis.Sepintas, diskursus‘ekonomi jalan tengahtampak melegakan semuapihak. Rakyat diuntungkandengan berbagai programpopulis pemerintah,sementara para pemodal(asing maupun domestik)merasa tidak terancamoleh regulasi ketatpemerintah.Namun benarkahdemikian? Diskursus inimenyimpan pesanideologis bahwa negaratetap akan berpihakkepada para pemilik modaldan menjalankan praktekneoliberalisme dalamberbagai dimensikehidupan. Misalnya,periode pemerintahanpertama Yudhoyonomenjadikan pendidikansebagai bagian dari
General Agreement onTariff and Services.
 Efek negatif darineoliberalisme, sepertimisalnya, pengangguranakibat pasar bebas danPHK demi efisiensi,kemiskinan akibatketerbatasan aksesekonomi, dan kebodohanakibat pendidikan yangsemakin mahal akandiatasi oleh pemerintahdengan program-programpopulis (BantuanLangsung Tunai, Berasuntuk Rakyat Miskin, Jaminan KesehatanMasyarakat, BantuanOperasional Sekolah, danProgram NasionalPemberdayaan MasyarakatMandiri).Dan tren populismeseperti ini tampaknya akanterus dilakukan olehpemerintahan Yudhoyono,terutama menjelangpemilihan umum (Mietzner,2009). Artinya, negaraneoliberal akan menjadikanpopulisme sebagaiinstrumen untuk meredampotensi ketidakpuasansosial yang dimainkandalam kredo ‘ekonomi jalantengah’.Kedua, ranah politikparlemen. Implementasineoliberalismemembutuhkan negarauntuk menjamin kepastianhukum dan tertib sosial.Keberadaan parlemen,bersama dengan pihakpemerintah, memiliki peransentral untuk memberikan jaminan tersebutmengingat hanya negara-lah yang memiliki monopoliuntuk membuat regulasi –suatu bentuk kekuasaanyang tidak dimiliki olehpasar.Rancangan undang-undang yang digagas oleheksekutif dan legislatif dalam sektor publik yangdiliberalisasi, misalnyakelistrikan, penanamanmodal, pendidikan,kesehatan, pertambangan,akan lebih mudah disetujui jika kedua pihak memilikiplatform kebijakan yangsama.Hasil pemilihan umumdan pilpres 2009 dengan jelas menunjukkankonfigurasi politik tersebut.Ketiadaan oposisi danmonisme politik yangmengarah kepada Yudhoyono dan partaiDemokrat sebagai pemainkunci, beserta partai
1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->