Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
1
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Masa remaja awal merupakan masa transisi, dimana usianyaberkisarantara 13 sampai 16 tahun atau yang biasa disebut dengan usiabelasan yang tidakmenyenangkan, dimana terjadi juga perubahan pada dirinya baiksecara fisik, psikis, maupun secara sosial (Hurlock, 1973). Pada masatransisi tersebutkemungkinan dapat menimbulkan masa krisis, yang ditandai dengankecenderungan munculnya perilaku menyimpang. Pada kondisitertentu perilakumenyimpang tersebut akan menjadi perilaku yang mengganggu(Ekowarni, 1993).Melihat kondisi tersebut apabila didukung oleh lingkungan yangkurang kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadipemicu timbulnya berbagai penyimpangan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif yang melanggar aturandan norma yang ada di masyarakat yang biasanya disebut dengankenakalanremaja.
 
Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapatdikategorikan kedalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpangmasalahsosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagaiaturan-aturansosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Perilakumenyimpangdapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapatmembahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilakumenyimpang secara tersirat2mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh.Perilaku yangtidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang.Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlumembedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja danyangdisengaja, diantaranya karena pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada,perilaku menyimpang yang disengaja, bukan karena pelaku tidakmengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentukperilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan
 
penyimpangan, padahal ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan.Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988) mengatakan bahwa tidak adaalasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpangmempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkankarena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami doronganuntuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa padakebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujudpenyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapatmenahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.Kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh remaja di bawah usia 17tahunsangat beragam mulai dari perbuatan yang amoral dan anti sosialtidak dapatdikategorikan sebagai pelanggaran hukum. Bentuk kenakalan remajatersebutseperti: kabur dari rumah, membawa senjata tajam, dan kebut-kebutan di jalan,sampai pada perbuatan yang sudah menjurus pada perbuatan kriminalatauperbuatan yang melanggar hukum seperti; pembunuhan, perampokan,pemerkosaan, seks bebas, pemakaian obat-obatan terlarang, dantindak kekerasan lainnya yang sering diberitakan media-media masa.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more