Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Individual Decision Making

Individual Decision Making

Ratings: (0)|Views: 212 |Likes:
Published by renzen

More info:

Published by: renzen on Mar 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2010

pdf

text

original

 
Individual decision making
Pengertian pengendalian
Stoner (1995) menyatakan bahwa pengendalian manajemen adalahmerupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuaidengan yang direncanakan. Sementara Mocker mendefinisikan sebagaisuatu usaha sistematis untuk menetapkan standar prestasi kerja dengantujuan perencanaan, untuk mendesain sistim umpan balik informasi, untukmembandingkan prestasi yang sesungguhnya dengan standar yang telahditetapkan terlebih dahulu, untuk menetapkan apakah ada deviasi dan untukmengukur signifikansinya, serta mengambil tindakan-tindakan yangdiperlukan untuk memastikan bahwa semua sumberdaya perusahaandigunakan dengan cara yang seefektif dan efisien mungkin untuk mencapaitujuan perusahaan. Definisi dari Mocker ini sekaligus menggambarkanlangkah-langkah yang diperlukan dalam proses pengendalian manajemen.
Mendesain Sistim Pengendalian
Sejumlah tantangan akan dihadapai oleh manajer dalam mendesain sistimpengendalian yang menyediakan umpan balik akurat yang tepat waktu, danekonomis yang dapat diterima oleh anggota organisasi. Kebanyakantantangan ini dapat dilacak sampai pada keputusan mengenai apa yangperlu dikendalikan dan seberapa sering kemampuan diukur. Masalah-masalah tersebut pada umumnya dapat dihindari dengan analisis yangmenentukan “bidang prestasi kerja kunci” dan “titik-titik pengendalianstrategis”.a)
Mengidentifikasi bidang prestasi kerja kunci
Prestasi kerja kunci merupakan aspek-aspek unit atau organisasi yang harusberfungsi secara efektif agar unit atau organisasi secara keseluruhan dapatberhasil. Pada umumnya bidang-bidang tersebut mencakup aktivitas utamaorganisasi atau kelompok aktivitas berkaitan yang terjadi di seluruhorganisasi atau unit.b)
Mengidentifikasi titik-titik pengendalian strategis
Merupakan kegiatan menentukan titik-titk utama dalam sistim yaitu tempatpemantauan atau pengumpulan informasi akan dilaksanakan. Bila titik-titikpengendalian strategis telah dapat ditentukan letaknya, maka jumlahinformasi yang harus dikumpulkan dan dievaluasi dapat banyak dikurangi.Metode yang paling penting dan bermanfaat untuk menentukan titik-titikpengendalian strategis adalah dengan memusatkan perhatian pada unsur-unsur yang paling signifikan dalam suatu operasi tertentu. Biasanya hanyasebagian kecil saja dari aktivitas, peristiwa, individu, atau obyek dalam suatu
 
operasi tertentu akan menyebabkan sebagian besar biaya atau masalahyang harus dihadapi oleh manajer.
Metode pengendalian anggaran
Anggaran adalah merupakan laporan kuantitatif formal mengenaisumberdaya yang disisihkan untuk melaksanakan aktivitas yang telahdirencanakan selama jangka waktu tertentu. Anggaran menurut pengertiantersebut merupakan sarana yang paling luas digunakan untukmerencanakan dan mengendalikan aktivitas di setiap tingkat dalam sebuahorganisasi.Disamping sebagai sarana utama untuk pengendalian, anggaran jugamerupakan salah satu alat utama koordinasi aktivitas dalam organisasi.Interaksi antara manajer dan karyawan yang berlangsung lama selamapreses pengembangan anggaran akan membantu menetapkan danmengintegrasikan berbagai kegiatan anggota organisasi.a)
Pusat tanggung jawab
Sistim pengendalian dapat dibuat untuk memonitor fungsi atau proyekorganisasi. Pengendalian atas sebuah fungsi dimaksudkan untukmemastikan bahwa aktivitas tertentu (seperti produksi atau penjualan)dilaksanakan dengan benar dan tepat). Pengendalian atas sebuah proyekbertujuan untuk memastikan tercapainya hasil akhir tertentu (misalnyapengembangan produk baru atau penyelesaian sebuah gedung).Unit organisasi atau unit fungsional yang dikepalai oleh seorang manajeryang bertanggungjawab atas aktivitas unit tersebut dinamakan “pusattanggung jawab”. Semua pusat tanggung jawab menggunakan sumberdaya(input atau biaya) untuk menghasilkan sesuatu yang lain (output ataupenghasilan). Pada umumnya, tanggung jawab diserahkan kepada “pusatpenerimaan, pusat pengeluaran, pusat laba, dan/atau pusat investasi”.Keputusan biasanya tergantung pada aktifitas yang dijalankan oleh unitorganisasi dan dengan cara input dan output diukur oleh sistimpengendalian.Pusat penerimaan merupakan unit organisasi yang outputnya diukur dalambentuk uang tetapi tidak dibandingkan secara langsung dengan biaya input.Contohnya misalnya departemen penjualan. Efektivitas pusat ini tidak dinilaiberapa besar penghasilan (dalam bentuk penjualan) melebihi biaya pusattersebut (misalnya berupa gaji atau sewa). Sebaliknya, anggaran (dalambentuk kuota penjualan) disiapkan untuk pusat penerimaan dan kemudianangka-angka tersebut dibandingkan dengan pesanan penjualan ataupenjualan yang sebenarnya. Dengan cara ini, gambaran yang bermanfaatmengenai efektifitas dari masing-masing wiraniaga atau pusat itu sendiridapat ditentukan.
 
Pada pusat pengeluaran/biaya, input diukur oleh sistim pengendalian dalambentuk uang, tetapi outputnya tidak. Alasannya adalah pusat-pusat sepertiini tidak dapat diharapkan untuk menghasilkan pendapatan. Contohnyaadalah pemeliharaan, administrasi, pelayanan, dan bagian penelitian.Anggaran hanya disusun untuk bagia input dari operasi pusat-pusat sepertiini.Dalam pusat laba, prestasi kerja diukur dengan angka selisih antarapenghasilan (output) dengan pengeluaran (input). Ukuran seperti itudigunakan untuk menentukan sejauh mana pusat laba berfungsi secaraekonomi dan seberapa baik prestasi kerja manajernya. Sebuah pusat labadibentuk ketika sebuah unit organisasi diberi tanggung jawab untukmencetak laba. Dalam sebuah organisasi yang dibagi atas beberapa divisi,dengan beberapa divisi bertanggungjawab secara penuh atas lini produknyasendiri, divisi yang terpisah itu dianggap sebagai pusat laba.Dalam pusat investasi, sistim pengendalian akan mengukur nilai uang inputdan output, tetapi juga menilai perbandingan output dengan aset yangdipergunakan untuk menghasilkan output tersebut. Hal yang selalu harusdiperhitungkan adalah penghasilan harus dikurangi dengan nilai penyusutan,dan memajemen harus memperhitungkan bunga yang akan diperoleh kalauuang tadi dipergunakan dalam investasi alternatif. Denganmemperhitungkan faktor-faktor tersebut, perusahaan akan memperolehgambaran yang lebih akurat tentang profitabilitas. Manajer dapatmengetahui hasil dari suatu investasi, bukan hanya kenyataan uang yangmasuk dan yang keluar.b)
Proses pembuatan anggaran
Proses penganggaran biasanya dimulai ketika manajer menerima ramalanekonomi serta tujuan penjualan dan laba untuk tahun mendatang darimanajemen puncak, bersama jadwal kapan pengukuran harus diselesaikan.Ramalan dan tujuan tadi adalah merupakan pedoman bagi para manajeruntuk menyusun anggaran mereka.Proses penyusunan anggaran dapat dimulai “dari atas ke bawah” dimanaanggaran ditetapkan oleh manajer puncak tanpa atau hanya sedikitberkonsultasi dengan manajer di bawahnya. Selain itu dapat disusun dari“bawah ke atas”, dimana anggaran dipersiapkan, sekurang-kurangnya padatahap awal, oleh mereka yang harus menjalankannya. Anggaran tersebutselanjutnya diserahkan untuk disetujui oleh manajer tingkat yang lebihtinggi.Masalah yang sering timbul dalam penyusunan anggaran adalah padakondisi dimana sumberdaya yang dimiliki terbatas. Para manajer mungkinakan merasa khawatir bahwa mereka tidak mendapat alokasi bagian yangadil. Ketegangan dapat meningkat bilanama persaingan dengan manajer lainmeningkat. Kecemasan juga dapat meningkat karena manajer mengetahuibahwa mereka akan dinilai berdasarkan kemampuan mereka untuk

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->